TESTING

Main Tags

Categories

Follow Us

  • Home
  • Features
  • _POST FORMAT
  • _Error Page
  • Trending
  • contact

PKS Kepri
- BATAM - Dewan Syariat Wilayah (DSW) PKS Kepri akan adakan Bedah Buku 'Menjawab Kegelisahan Aktivis Dakwah (MKAD)' secara daring, Sabtu (20/2/2021) di aplikasi Zoom mulai pukul 20.00 WIB.

Buku MKAD akan dibedah langsung oleh penulisnya yakni H. Farid Nu'man Hasan, S.S. yang juga sebagai Sekretaris Komisi Kajian dan Bayan DSP PKS. 

Dr. Zenal Satiawan, Lc., M.A. Ketua DSW PKS Kepulauan Riau menyampaikan, "Acara ini menjadi salah satu agenda DSW PKS Kepri dalam rangka menguatkan kembali budaya kajian ilmu, tatsqif, dan pembekalan dakwah; sehingga menjadikan yakin dengan konsep dakwah yang dijalani."

Bedah Buku MKAD juga akan disiarkan secara langsung melalui akun media sosial milik PKS baik lokal Kepri maupun pusat sehingga dapat diikuti oleh seluruh kader PKS dan masyarakat umum. 

Pemirsa dapat mengikutinya di akun Facebook PKS Kepulauan Riau dan akun YouTube PKSTV

Untuk mendapatkan informasi secara lengkap tentang bedah buku dapat menghubungi Sekretaris DSW PKS Kepri H. Syaifudin Fauzi di WA 081270033344.

Tentang buku ini, Herlini Amran, M.A. turut memberikan pandangan. "Buku ini menjadi alternatif utama dalam menjawab permasalahan kontemporer bagi aktivis dakwah yang wajib dibaca. Konsep amaliah ibadah, dakwah, jalan politik dan metode tarbiyah dijelaskan dengan gamblang, menjawab kegamangan bagi umat Islam yang masih ragu menempuh jalan ini."

"Diharapkan mengikuti bedah buku ini dengan khidmat sebagai sarana pembekalan keilmuan dan niatkan karena Allah SWT. Semoga kita semua senantiasa mendapatkan keberkahan dalam acara ini," imbau Dr. Zenal Satiawan.
  • 0 Comments

PKS Kepri
- BATAM - Dewan Syariat Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DSW PKS) Kepri akan menggelar Talkshow Interaktif pada Sabtu (13/2/2021) dengan tema: Tips & Trik Menanggulangi Corona dan Optimalisasi Vaksin, Ditinjau dari Ilmu Kesehatan dan Syariah.

Acara akan dimulai pukul 20.00 WIB, rencananya akan dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom dengan menghadirkan tiga pemateri. Yaitu Dr. Rusdani, MKKK, Ketua Ikatan Dokter Indonesia Provinsi Kepri; KH. Aunur Rafiq Saleh, Lc, Sekretaris Dewan Syariat Pusat (DSP) PKS; dan Dr. Zenal Satiawan, Lc, MA Ketua DSW PKS Kepri.

Pemateri pertama akan menyampaikan tentang tinjauan kesehatan. Dr. Rusdani akan memaparkan update terbaru mengenai kondisi virus Covid-19 terkini dan penanggulangannya secara efektif dan cepat, sekaligus memaparkan tentang vaksin ditinjau dari ilmu kedokteran.  

Pemateri kedua akan memaparkan vaksin dalam tinjauan syariat, sekaligus sosialisasi Bayan DSP PKS berkaitan dengan vaksin tersebut. 

Sedangkan pemateri ketiga akan memaparkan tentang pencegahan dan pengobatan penyakit dalam Islam.

Ustaz Zenal menyampaikan bahwa acara sosialisasi dengan talkshow ini merupakan program pertama di Komisi Kajian dan Bayan DSW PKS Kepri. 

"Kami berharap kader, simpatisan, dan masyarakat secara umum mendapatkan edukasi yang benar untuk selalu menjaga kondisi fisik dengan baik," ujar Zenal. 

"Karena dengan kondisi tubuh yang sehat, dapat menunjang kelancaran aktivitas tarbiyah, dakwah, dan pelayanan terhadap masyarakat," tambahnya. 

Ustaz Zenal juga mengatakan, "Dari momen ini dapat dipahami bahwa PKS Kepri mempunyai perhatian yang besar terhadap masalah kesehatan.”

Talkshow online ini berhadiah door prize menarik dan terbuka untuk kader dan masyarakat umum. Dapat diikuti melalui Join Zoom Meeting di link: https://us02web.zoom.us/j/84499532191?pwd=blJGYkFkYlNJejhXMG11NGtVZmxqdz09 dengan Meeting ID: 844 9953 2191 dan Passcode: 888999. 

Untuk informasi lengkap, para peserta dapat menghubungi melalui nomor WhatsApp wa.me/6281270033344 bersama Sekretaris DSW PKS Kepri, H. Syaifudin Fauzi. (zs/mij).
  • 0 Comments
Presiden PKS Ahmad Syaikhu menyampaikan Pidato Politik dalam Munas V PKS di Bandung, Ahad (29/11/2020) (M Hilal/PKSFoto)

Ahmad Syaikhu

Presiden Partai Keadilan Sejahtera

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh
Salam sejahtera bagi kita semua.

ALHAMDULILLAH ROBBIL ALAMIN. WASHSHOLATU WASSALAMU ALA ASYROFIL ANBIYAI WALMURSALIN. SAYYIDINA MUHAMMADIN WA ALA ALIHI WA SHOHBIHI AJMAIN. AMMA BADU.

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, atas limpahan nikmat yang tak terhingga kepada kita, terutama nikmat iman, nikmat Islam, nikmat persaudaraan, dan nikmat kesehatan, di tengah wabah Covid-19 yang masih melanda bangsa kita.

Shalawat dan salam, semoga tetap terlimpah atas sosok mulia dan agung, Nabi Mumammad SAW, sosok teladan umat manusia sepanjang masa. Setiap muslim berkewajiban mengimani, mencintai dan meneladani kehidupan serta menjaga kehormatannya. Saat ada pihak yang menghina dan melecehkan Nabi Muhammad SAW, maka kaum muslimin seluruh dunia pun marah.

Saya termasuk di antaranya, sehingga saya berkirim surat kepada Presiden Prancis, Emmanuel Macron melalui duta besarnya di Jakarta, sebagai protes atas apa yang ia ucapkan. Saya juga mengapresiasi Pemerintah Indonesia yang dengan tegas mengecam keras pernyataan Presiden Prancis yang melukai perasaan umat Islam dunia. Semoga ke depan tidak ada lagi kejadian serupa, sehingga persatuan antar umat beragama di dunia dapat terjalin lebih harmonis dan lebih toleran.

Hadirin yang saya muliakan, keluarga besar PKS dan seluruh rakyat Indonesia yang saya cintai.

Tema MUNAS V PKS adalah "Bersama Melayani Rakyat". Sebagaimana nasehat Amirul Mukminin Umar bin Khattab Radhiyallahuanhu, "Sayyidul Qaumi Khadimuhum" yang artinya "Pemimpin suatu kaum adalah pelayanan bagi kaum mereka". Islam mengajarkan bahwa pemimpin itu sejatinya adalah pelayan rakyat. Semakin baik dia melayani rakyatnya maka semakin baik dia menjadi pemimpin.

Dalam literatur kepemimpinan modern, karakter melayani seorang pemimpin seperti ini disebut "Servant Leadership" yakni kepemimpinan yang berorientasi kepada kemaslahatan rakyat yang dipimpinnya bukan keuntungan dirinya sebagai pemimpin. Orientasinya adalah sikap memberi, melayani dan mengabdi. Bukan jutsru mencari-cari keuntungan pribadi dan materi.

Ketika seorang pemimpin berhasil memenuhi harapan, kepuasan dan kemaslahatan rakyat yang dipimpinnya maka akan tumbuh rasa hormat (respect), rasa percaya (trust) dan akan tumbuh ikatan rasa cinta (love). Itulah yang dipesankan oleh Baginda Nabi Besar Muhammad SAW, "Sebaik-baik pemimpin kamu adalah mereka mencintai kalian dan kalian mencintai mereka. Dan seburuk-buruk pemimpin kamu adalah kalian membenci mereka dan mereka juga membenci kalian." (HR Muslim)

Makan bihun dicampur ikan teri
Ditemani anak dan istri
22 Tahun PKS melayani Negeri
Siap melayani dan bela NKRI

Hadirin yang saya muliakan, keluarga besar PKS dan seluruh rakyat Indonesia yang saya cintai.

Pandemi Covid-19 telah berdampak dalam banyak aspek kehidupan dan menimbulkan berbagai krisis. Mulai dari krisis kesehatan, berlanjut krisis ekonomi, dan krisis sosial.

Berdasarkan data terbaru Satuan Tugas Penanganan Covid-19 pada 28 November 2020, jumlah total kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai lebih dari setengah juta orang dengan pasien meninggal lebih dari 16 ribu orang.

Tak sedikit di antara korban wabah covid-19 ini adalah para tenaga medis terbaik, pahlawan pandemi Covid-19 yang berada di garda terdepan yang harus kita apresiasi, juga sanak keluarga kita dan guru-guru kita, termasuk Allahuyarham KH. Hilmi Aminuddin. Terbaru bahkan, pada Jumat kemarin keluarga besar PKS kembali kehilangan kader terbaiknya, yakni Dr. Nur Supriyanto, MM, Bendahara Umum DPW PKS Jawa Barat, sekaligus Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat.
Kepada pasien Covid-19 yang belum sembuh, teruslah optimis, kami mendoakan semoga Allah memberikan kesabaran dan kesembuhan seperti sedia kala. Sejenak mari kita mendoakan saudara kita yang telah wafat dan yang masih dalam keadaan sakit. AL FATIHAH.

Sebagai hamba yang beriman, selain ikhtiar manusiawi dengan menjaga protokol covid-19, mari kita lakukan juga ikhtiar samawi, dengan memohon kepada Allah agar segera mengangkat wabah covid-19 ini, dengan banyak bertaubat serta kembali mendekat kepada Allah.

Hadirin yang saya hormati, keluarga besar PKS dan seluruh rakyat Indonesia yang saya muliakan.

Kita patut bersyukur kepada Allah SWT, dari pemilu 2004 hingga pemilu 2019, suara PKS terus mengalami kenaikan. Pada pemilu 2014 kita memperoleh suara 6,8 persen atau 8,4 juta suara. Alhamdulillah pada Pemilu 2019, perolehan suara PKS naik signifikan mencapai 8,2 persen atau 11,4 juta suara. Perolehan suara ini terbanyak sepanjang sejarah keterlibatan PKS dalam pemilu, naik 3 juta suara. Semua itu semata-mata atas pertolongan dan karunia Allah SWT, serta jerih payah para kader dan pengurus. Ini semua menjadi bukti dukungan rakyat kepada PKS semakin luas.

Sebagai perwujudan rasa syukur kita kepada Allah, sudah selayaknya kita semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Jangan justru menjadi sombong dan jumawa. Rasa syukur juga patut kita ungkapkan dengan semakin banyak melakukan kebaikan di tengah masyarakat. Inilah dua kunci kemenangan, hablumminallah diperkuat dan hablum minannas diperbanyak. Sebagaimana firman Allah :

YA AYUUHAL LADZINA AMANUR KA’U WASJUDU WA’BUDU ROBBAKUM WAF’ALUL KHOIRO LA’ALLAKUM TUFLIHUN.
“Hai orang-orang yang beriman, ruku'lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu
mendapat kemenangan.” (QS. AL-Hajj : 77)

Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri namun harus bekerja dalam sebuah team work. Kita harus menjaga soliditas dan ketaatan total kepada pemimpin. Tidak ada lagi berpecah belah. Tidak ada lagi berbantah-bantah. Tidak ada lagi silang sengketa. Kita harus bersama-sama melayani rakyat. Kita harus menjadi pelayan rakyat. Apakah saudara-saudara SIAP?

Hadirin yang saya hormati, keluarga besar PKS dan seluruh rakyat Indonesia yang saya cintai.

Penanganan Covid-19, sejak awal kurang terantisipasi dengan baik oleh pemerintah. Di awal malah menjadi bahan candaan. Setelah dirasakan wabah ini betul-betul ada, barulah kepanikan terjadi. Manajemen krisis yang dilakukan oleh pemerintah lebih mengedepankan masalah ekonomi daripada masalah kesehatan. Kebijakan antar kementerian kurang terkoordinasi. Kebijakan antar pusat dan daerah tidak sinkron.

Seharusnya pemerintah menjadi dirijen yang mampu mengkoordinasikan dan mensinkronkan berbagai pemangku kepentingan. Namun, hal ini tidak terjadi. Malah seringkali terjadi ketegangan antara pusat dan daerah. Semua itu terjadi karena lemahnya kepemimpinan. Dampaknya, sampai hari ini Indonesia masih tercatat sebagai negara dengan angka kematian akibat Covid-19 tertinggi di ASEAN dengan persentase berkisar 3,3 persen.

Dampak selanjutnya, Indonesia masuk ke dalam jurang resesi ekonomi; menurunnya tingkat kesejahteraan masyarakat, angka kemiskinan semakin meningkat, pengangguran naik tajam dan ketimpangan semakin lebar. Data terbaru yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik menyebutkan bahwa jumlah pengangguran pada periode Agustus 2020 mencapai 9,77 juta orang, naik sebanyak 2,67 juta orang. Angka ini tentu saja akan terus meningkat bila pandemi terus berlanjut dan pemerintah saat ini tidak mampu mengelola dan membangkitkan perekonomian negara.

Krisis selanjutnya, adalah krisis demokrasi. Hal itu terjadi karena penegakkan hukum yang tebang pilih, lembaga negara tidak berjalan sesuai dengan tugas dan fungsinya, ruang kebebasan sipil semakin menyempit, tindakan represif semakin masif, dan partisipasi masyarakat dalam proses perumusan kebijakan publik semakin tersingkir. Berdasarkan data dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) pada Oktober 2020, dalam kehidupan demokrasi di Indonesia satu tahun terakhir pada aspek kebebasan sipil telah terjadi sebanyak 158 peristiwa pelanggaran, pembatasan, dan serangan terhadap kebebasan sipil yang meliputi hak asosiasi, hak berkumpul, dan hak berekspresi. Negara telah berupaya mempersempit ruang kebebasan, dan membatasi hak warga negara untuk berserikat, berkumpul, dan menyampaikan pendapat. Padahal, UUD NRI 1945 pasal 28E ayat (3) sudah memberi jaminan yang pasti untuk hidup berdemokrasi.

Pergi Umrah Bareng Bang Haji
Jangan lupa ajak anak dan istri
22 Tahun PKS Melayani Negeri
Teguhkan sikap menjadi oposisi

Hadirin yang saya hormati, keluarga besar PKS dan seluruh rakyat Indonesia yang saya cintai.

Ditambah lagi lahirnya UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja yang dinilai banyak merugikan rakyat serta menuai banyak protes dari masyarakat. UU Cipta Kerja yang niat awalnya menciptakan lapangan pekerjaan dan menumbuhkan iklim investasi, namun pada hakikatnya berpotensi merugikan buruh, merusak lingkungan hidup, dan menimbulkan kerugian pada aspek fundamental lainnya. Proses legislasi dalam UU Cipta Kerja juga cacat secara formil, tidak banyak melibatkan partisipasi masyarakat luas. Tentu saja kita bertanya, UU Cipta Kerja yang disahkan ini untuk kepentingan siapa? Rakyat mana yang diwakili kepentingannya dan terpenuhi hak dasarnya oleh UU Cipta Kerja itu?

Berbagai krisis saat ini telah menjauhkan harapan rakyat Indonesia dalam mencapai cita-cita dan tujuan nasional Negara Republik Indonesia, sebagaimana yang tertuang dalam UUD NRI Tahun 1945 alinea keempat, yaitu “melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan untuk memajukan kesejahteraan umum….”. Dalam suasana seperti ini, PKS tidak akan tinggal diam dan harus tampil dengan memberikan pelayanan yang lebih banyak lagi kepada rakyat sehingga menjadi solusi atas krisis yang terjadi.

Hadirin yang saya muliakan, keluarga besar PKS dan seluruh rakyat Indonesia, sebangsa dan setanah air.

Sejalan dengan itu, PKS akan fokus menyiapkan kepemimpinan nasional yang kuat dengan basis kepemimpinan daerah. Kepemimpinan yang akan menjadi pelopor untuk mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional bangsa Indonesia, kepemimpinan yang dapat mewujudkan masyarakat madani yang adil, sejahtera, dan bermartabat dalam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kepemimpinan yang siap berkolaborasi dengan seluruh elemen bangsa untuk membangun Indonesia. Kepemimpinan yang bukan hanya mengantarkan masyarakat menuju baldatun thoyyibatun wa Rabbun ghofur tetapi juga mampu mengantarkan kepada kebahagiaan sejati di akhirat, menuju surga, sebagai imamun adilun, pemimpin yang adil.

Setidaknya, ada tiga kriteria utama kepemimpinan nasional yang akan kita siapkan bersama. Pertama, pemimpin yang memiliki akseptabilitas, yang dapat diterima oleh masyarakat luas. Kader-kader PKS dan para pejabat publik PKS harus tampil di masyarakat dan menjadi tokoh-tokoh penting yang selalu peduli terhadap nasib rakyat, dan hadir melayani dengan membawa manfaat. Serta siap bersinergi dan berkolaborasi dengan semua elemen bangsa. Membangun peradaban adalah sesuatu yang besar yang tidak mungkin dipikul sendirian. Dalam sebuah syair disebutkan :

MATA YABLUGHUL BUNYANU YAUMAN TAMAMAAHU.
IDZA KUNTA TABNIHI WA GHOIRUKA YAHDIMU.
LAU ANNA ALFA BANIN KHOLFAHUM HADIMU KAFA.
FAKAIFA BI BAANIN KHOLFAHU ALFU HADIMIN.

“Kapan sempurnanya sebuah bangunan, jika kamu membangun, sementara orang lain menghancurkan. Jika ada seribu orang yang membangun, cukup dihancurkan oleh satu orang saja. Bagaimana jika hanya satu orang yang membangun, sementara beribu-ribu orang menghancurkannya”.

Kedua, pemimpin yang memiliki kapasitas. Kader PKS harus memiliki kapasitas untuk mengelola pemerintahan dengan profesional, transparan, akuntabel, dan demokratis. Tidak kalah penting, kapasitas dalam mengoptimalkan kecanggihan teknologi di era revolusi industri 4.0 untuk membuat kualitas pelayanan kepada rakyat menjadi semakin inovatif, efektif, efisien, dan responsif. Dengan demikian, ketika Allah SWT mempergilirkan dan memberikan kepercayaan kekuasaan, maka kita sudah siap menjalankan kekuasaan dengan sebaik-baiknya dan tidak akan mengecewakan rakyat.

Ketiga, pemimpin yang memiliki kredibilitas. Kita akan mencetak pemimpin yang memiliki integritas moral yang kuat, berjiwa patriotik dan memiliki nasionalisme yang tinggi. Pemimpin yang berakhlak mulia dan dapat menjadi teladan di tengah masyarakat. Pemimpin yang siap menjadi pelopor perubahan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pemimpin yang tidak tersandera dan terjebak pada kasus hukum atau kasus moral, sehingga PKS bisa bebas dan independen menyuarakan aspirasi rakyat.

Hadirin yang saya muliakan, keluarga besar PKS dan seluruh rakyat Indonesia yang saya cintai.

Untuk mewujudkan itu semua, tentu saja bukan persoalan yang mudah, tidak semudah membalik telapak tangan. Tetapi, bukan juga sesuatu yang mustahil. PKS sudah memulainya sejak periode kepengurusan terdahulu, dan akan terus berlanjut. PKS juga tak ingin sendirian. Untuk itulah PKS akan bersinergi dengan berbagai elemen bangsa. Tahapannya, mari kita mulai dengan membentuk kepemimpinan di level pribadi, keluarga dan masyarakat.

Ayah adalah pemimpin keluarga dan Ibu adalah peletak dasar karakter anak-anak. Jangan abaikan keluarga. Jika ayah tidak hadir memimpin keluarga maka akan terjadi keluarga tanpa pemimpin. Jika keluarga-keluarga tanpa pemimpin maka sudah barang tentu, secara komunal, pada akhirnya negara juga akan tanpa pemimpin.

Allah mengingatkan ‘ALAIKUM ANFUSAKUM (benahi dirimu) dan QU ANFUSAKUM WA AHLIKUM NARO (jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka). Perbaikan diri akan menjadi KATA KUNCI untuk modal membenahi negeri. Bila keluarga tangguh, maka ketahanan nasional kita akan kuat. Saya berharap setiap kader PKS dapat menjadi tokoh di lingkungannya, dapat menjadi agen perubahan menuju kebaikan dan kesalihan bagi lingkungannya.

Tahapan terdekat, mari kita mulai momentum memenangkan Pilkada serentak 2020, sebagai tangga menuju sukses Pemilu 2024. Dalam Pilkada serentak tahun 2020, PKS berpartisipasi dengan mengusung dan mendukung calon di 230 Pilkada, dengan target kemenangan minimal 60 %. Kita harus optimis mampu meraih kemenangan dalam Pilkada serentak tahun 2020, kemenangan yang bermartabat dan penuh berkah. Apakah saudara siap menangkan Pilkada 2020? (Siaaaaaap! Allahu Akbar!)

Tugas saya sebagai presiden partai adalah mempersiapkan stok kepemimpinan ini sejak dini. Bagi pejabat publik yang pernah berkiprah, jaga terus kepemimpinan dan ketokohannya, jangan sampai pudar. Cor jumlah kursi PKS yang sudah didapatkan agar tidak pindah ke partai lain. Selanjutnya tingkatkan target suara dalam pemilu 2024 minimal 15 % suara sesuai dengan ketetapan Musyawarah Majelis Syuro II tahun 2020. Bagi pemangku jabatan struktur teruslah berbuat dan berkarya di tengah masyarakat. Saya tidak akan merasa tersaingi dengan lahirnya tokoh-tokoh pemimpin.

Saya berprinsip sebagaimana yang diajarkan oleh Allahuyarham KH. Abdullah Syukri Zarkasyih: “Pemimpin yang mengkader berarti pemimpin yang tidak takut disaingi, berarti juga pemimpin yang senang apabila muncul orang-orang yang lebih baik dari dirinya untuk nantinya bisa melanjutkan kepemimpinannya”. Kepemimpinan pada hakikatnya bukan tentang apa yang kita duduki, tapi tentang seberapa banyak berbuat dan bermanfaat.

Hadirin yang saya muliakan, keluarga besar PKS dan seluruh rakyat Indonesia yang saya cintai.

Kepada Pengurus PKS masa khidmat 2020-2025, mari dengan sepenuh hati dan sungguh-sungguh menjalankan amanah ini. Di pundak kita, sesungguhnya terpikul amanah yang besar. Amanah yang bukan hanya hasil dari kesepakatan sebuah musyawarah, melainkan amanah dari Allah SWT. Kita percaya, bahwa seluruh jajaran pengurus ini merupakan kader-kader terbaik PKS yang memiliki militansi, akseptabilitas, kapasitas, dan kredibilitas yang mumpuni untuk mengemban amanah. Kader-kader yang berkomitmen bersih, peduli dan profesional, yang siap berjuang bersama-sama membesarkan PKS dan terus melayani rakyat Indonesia.

Saya berharap, agar seluruh fungsionaris baru dari tingkat pusat hingga level paling bawah dapat menguatkan loyalitas pada organisasi dan ketaatan kepada pemimpin. Semua ini sangat dibutuhkan sebagai syarat untuk kemenangan 2024. Apakah saudara-saudara siap bekerja secara All-Out? (Siaaap, Allahu akbar)

Makan di pantai nikmat rasanya
Dengan sambal terasi dan udang rebus
Sukses partai, bukan karena presidennya
Tapi karena prestasi kader dan pengurus

Saya juga akan memberikan porsi bagi lahirnya anak-anak muda potensial agar siap menjadi pemimpin, baik di internal partai, maupun pemimpin bagi masyarakat Indonesia. Itulah sebabnya, saya memberikan kepercayaan kepada saudara dr. Gamal Albinsaid (silahkan saudara Gamal berdiri). Inilah tokoh muda berprestasi tingkat nasional dan internasional yang akan mengomandani Bidang Kepemudaan PKS.

Ucapan terima kasih yang tak terhingga saya sampaikan kepada kepengurusan PKS masa khidmat 2015-2020 di bawah kepemimpinan Ketua Majelis Syura Habib Dr. Salim Segaf Al-Jufri, MA. dan Presiden Dr. Mohamad Sohibul Iman beserta seluruh jajarannya yang telah berkhidmat dengan sangat hebat dan luar biasa. Jazakumullahu khairan katsiran, Allah sebaik-baik pembalas kebaikan atas pengorbanan yang telah dilakukan.

Ucapan terimakasih dan apresiasi, kami sampaikan secara khusus kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia yang telah melaksanakan tugasnya secara profesional dalam mengesahkan kepengurusan baru PKS masa khidmat 2020-2025. Semoga Allah SWT membalas dengan balasan yang terbaik.

Apresiasi juga kami sampaikan kepada para tokoh bangsa dari unsur Ulama, tokoh intelektual, pimpinan partai politik, menteri, kepala daerah, TNI-Polri, pimpinan ormas Islam, dan tokoh lintas agama yang telah berkenan memberikan doa, ucapan, dan harapannya bagi PKS. Saya menangkap harapan semuanya agar PKS dapat berkontribusi lebih besar dalam membangun bangsa ke depan.

Saya memohon maaf kepada seluruh kader dan simpatisan PKS, yang tidak bisa menghadiri acara munas ini secara langsung karena kondisi pandemi. Biasanya acara munas menjadi ajang silaturahim dan melepas rindu. Panitia sudah menyiapkan sebaik mungkin pertemuan ini, namun tetap tidak seindah jika bertemu secara langsung. Kepada Sekjen dan seluruh jajaran panitia serta seluruh pihak yang berpartisipasi dalam Munas V ini saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Semoga Allah membalas kebaikan Bapak/Ibu/Saudara sekalian.

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk-Nya kepada kita. Fasiiruu bi barokatillah fainnakum faizun. Berjalanlah dalam keberkahan Allah, sesungguhnya kalian adalah para pemenang. Mari kita songsong kemenangan dengan GASPOL! Jangan kasih kendor! Siap? Allahu akbar.

Dengan mengucap Alhamdulillahi rabbil ‘aalamiin, seluruh rangkaian kegiatan Musyawarah Nasional V Partai Keadilan Sejahtera dengan ini resmi ditutup.

WALLAHUL MUWAFFIQ ILA AQWAMITH THORIIQ
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Allahu Akbar!, Allahu Akbar!, Allahu Akbar!, Merdeka!

  • 0 Comments
Oleh Alfin, S.TP, MH
PKS Kepri - Imam Adzhahabi dalam kitab Al Kabaair, memasukkan Homoseksual, lesbian (LGBT) diantara jajaran 17 dosa paling besar, hal ini dikarenakan besarnya dosa dan ancaman yang Allah berikan bagi para pelakunya, sebagaimana yang disampaikan oleh Nabiyullah Muhammad saw,

“La’anAllahu Man ‘amila ‘amalan Qoumi Luuthin”

Allah melaknat orang-orang yang beramal dengan amalnya kaum Luth. (At targhib wat-tarhib, juz 3 halm, 287).

Nabi juga bersabda,

“Uqtulu Faa’ila wal Maf’uula Bihi..”

Bunuhlah pelakunya berikut dan pasangannya, (HR. Tirmidzi No. 1456).

Ibnu Abbas ra berkata, Hukuman pelaku Homoseksual adalah di bawa ketempat tertinggi di negerinya, lalu dijatuhkan dan di lempari dengan batu.

Sedangkan Madzhab Syafi’iyyah menyatakan; “Hukuman pelaku homoseksual, sama dengan hukuman pelaku zina (Lihat Al Kabaa’ir Imam Adz zahabi).

Wahai kaum muslimin, tidakkah kita belajar, dari kisah kaum nabi Luth, yang Allah hujani dengan bebatuan dari langit, kemudian Allah jungkirbalikkan bumi tempat mereka berpijak, bawah jadi atasnya, atas jadi bawahnya.

Sebagaimana yang Allah sebutkan dalam Al Qur’an, Surat Al-A’raf;84.

“Dan kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu (QS: 7: 84).


Wahai kaum muslimin, Islam memandang penyaluran terhadap hasrat seksual ditempatkan secara proporsional, yakni sesuai dengan syari’at Allah SWT. Karena itulah Allah menurunkan hukum-hukum tentang pernikahan, dimana jenis laki-laki hanya boleh menikah dengan jenis perempuan, begitu juga sebaliknya. Jika hal ini dilakukan maka kita akan termasuk golongan orang-orang yang berdosa besar dan melampaui batas.

Sebagaimana firman Allah, QS. 7 (Al A’raf) : 81,

Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.

Al Imam Ibnu Jarir Ath-Thobari berkata, “Kekejian yang mereka lakukan, yang menyebabkan Allah menghukum mereka adalah melakukan hubungan sesama lelaki.” (Tafsir Ath-Thobari, 12/547).

Al-Imam Ibnu Katsir  berkata,

“Nabi Luth adalah anak Harun bin Azar, jadi beliau adalah keponakan Nabi Ibrahim Al-Khalil ‘alaihiassalaam, beliau telah beriman bersama Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dan hijrah bersamanya ke negeri Syam, kemudian Allah SWT mengutusnya kepada penduduk Sadum/Sodom dan negeri-negeri sekitarnya. Penduduk Sodom memiliki penyimpangan, dimana kaum laki-lakinya berhubungan dengan sesama laki-laki, sehingga laknat Allah turun atas mereka.”

Ma’asiral muslimin rahimakumullah,
Adapun bahaya yang ditimbulkan dari prilaku menyimpang ini selain rusaknya aqidah, merupakan dosa besar dan mendapat laknat dan azab dari Allah SWT, perlakuan seksual yang menyimpang yang dilakukan kaum Nabi Luth ini atau pada zaman sekarang dikenal dengan kehidupan LGBT : Lesbian, Gey (Homoseksual), Biseks (Suka sama laki2 dan juga suka sama perempuan begitu pula sebaliknaya) dan Transgender (mengubah status kelamin, laki-laki ke perempuan atau sebaliknya). Adalah bahaya penyakit menular yang mematikan, seperti HIV AIDS dan Spilis. Yang sampai saat ini telah menelan jutaan korban diselurh dunia.

Perlakuan menyimpang seksual seperti homoseks dan lesbian ini bukanlah sifat naluriah dasar kita sebagai seorang insan yang di ciptakan Allah SWT, tapi ia merupakan prilaku menyimpang akibat bermaksiat dan menentang ketetapan Allah. Prilaku ini merupakan penyakit menular yang penularannya begitu cepat menjangkiti kalangan remaja dan mereka-mereka yang jauh dari Allah SWT.


Selayaknya kita belajar dari nengeri Brazil, Tahun 1950 – 1990, tidak ada satupun orang di negeri ini yang menyetujui kehidupan kawin sesama jenis, akan tetapi pada tahun 2011 negeri ini melegalkan UU kawin sejenis, padahal kita ketahui 90% penduduk negeri ini beragama, akan tetapi karena pengaruh paham liberalisme, dan paham individualisme yang tidak mau tahu dengan urusan orang lain dan lingkunagnnya maka negeri ini menjadi negeri yang melegalkan paham kaum nabi luth yang dilaknat Allah tersebut.


Dan saat ini per 1 januari 2015, sudah 17 negara yang meloloskan UU kawin sejenis, dan hal ini merupakan malapetaka besar yang sebentar lagi akan menuai azab dan laknat Allah SWT.


Oleh karena itu, sebagaiman firman Allah SWT,

“Quu Anfusakum wa ahlikum naaro.”

Jagalah dirikalian, dan keluarga kalian dari api neraka.


Jangan kita biarkan diri kita dan keluarga kita mendekati perbuatan menyimpang yang dilaknat Allah SWT ini, dan kepada generasi muda bangsa dan kepada orang tua yang memiliki anak remaja, jangan izinkan mereka untuk keluar merayakan aktifitas Valentines Day yang jatuh pada tgl 14 februari 2016 mendatang, karena ia merupakan salah satu pintu masuk untuk merusak moralitas anak-anak kita, sehingga terjerumus dalam pergaulan bebas dan kemudian merabat kepada perlakuan-perlakuan moralitas yang menyimpang lainnya. Mudah-mudahan kita bisa mengambil pelajaran dari Kaum Nabi Luth yang dilaknat Allah tersebut.
Aamiin.
  • 0 Comments
PKS Kepri -
Keterangan Foto: Ketua Majelis Syuro PKS periode 2010-2015 KH Hilmi Aminuddin
DEPOK – Ketua Majelis Syuro PKS periode 2010-2015 KH Hilmi Aminuddin menyampaikan taujih (amanat) dalam Rakornas PKS di Depok, Jawa Barat. Dalam taujihnya, Hilmi menekankan tiga aspek konsolidasi menuju kemenangan dakwah.

Rakornas PKS digelar di Hotel Bumi Wiyata Depok, Jawa Barat. Sebanyak 800 peserta dari unsur pimpinan pusat hingga daerah hadir dalam Rakornas yang digelar dua hari tersebut.

“Tanpa motivasi dan tujuan untuk menegakkan kalimat Allah, sangat sulit mempersatukan aneka ragam Sumber Daya Manusia (SDM), pendidikan, bahkan faktor budayanya, yang tersebar dari 17 ribu pulau yang ada di Indonesia. Tapi, alhamdulillah, dengan kesatuan tekad kita bisa menyatukannya,” jelas Hilmi, Selasa (12/1/2016).

Amanat pertama, kata Hilmi, hendaknya para kader PKS senantiasa melakukan konsolidasi motivasi. Motivasi yang ditekankan oleh Hilmi adalah kesadaran untuk memilih dakwah sebagai jalan perjuangan. Jika dari awal, kader PKS tidak dengan kesadaran atau tidak berani untuk memilih hal tersebut, bukan tidak mungkin akan terjadi split personality di kemudian hari.

“Kesadaran motivasi untuk memilih jalan dakwah haruslah dibuktikan dengan pengorbanan besar, yaitu pengorbanan waktu, harta, tenaga, bahkan jiwa,” jelas Hilmi.

Amanat kedua, hendaknya para kader PKS melakukan konsolidasi orientasi, yaitu hanya menjadikan Allah dalam setiap amal di segala bidang. Sehingga, orientasi inilah yang pada gilirannya akan melahirkan semangat untuk berlomba-lomba dalam kebaikan (fastabiqul khoirot).

“Kejelasan orientasi Alloh SWT seperti digambarkan pada ayat ‘walikulli wijhatun huwa muwalliiha’. Setiap orang harus punya orientasi dalam mencapai sesuatu. Setelah jelas orientasi, barulah fastabiqul khoirot,” tambah Hilmi.

Amanat ketiga, konsolidasi integrasi. Hilmi menekankan poin ini sebagaimana prinsip dari ajaran Islam, yaitu totalitas dan menyeluruh (syammil mutakammil). Maksudnya, agar setiap potensi sumber daya manusia yang ada di PKS dapat teringrasikan demi tegaknya Islam.

“Apakah itu, generasi tua, generasi muda, ikhwan (putra), akhwat (putri) harus terintegrasi dalam satu kesatuan yang utuh. Jangan sampai yang satu tidak merasa ada hubungan dengan yang lain,” pesan Hilmi.

Ulama lulusan Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur ini berharap dengan adanya Rakornas ini tiga konsolidasi tersebbut dapat tercapai. Setelah tercapai, kader-kader PKS haruslah segera melakukan urusan kebaikan lainnya.

Jika kamu selesai satu urusan, maka segera lah selesaikan urusan lain. Kita berjamaah karena Allah untuk Allah, bahkan bisa melebihi apa yang diperkirakan. Faidzaa faroghta fan shob wa ilaa robbika farghob,” tutup Hilmi.

Sumber : Humas DPP PKS
  • 0 Comments
PKS Kepri - Kenapa Allah menyerupakan dunia seperti air? Sebagaimana firmanNya dalam beberapa ayat Alquran.

وَاضْرِبْ لَهُمْ مَثَلَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا كَمَاءٍ أَنْزَلْنَاهُ مِنَ السَّمَاءِ فَاخْتَلَطَ بِهِ نَبَاتُ الْأَرْضِ فَأَصْبَحَ هَشِيمًا تَذْرُوهُ الرِّيَاحُ ۗ وَكَانَ اللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ مُقْتَدِرًا

Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia sebagai air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan adalah Allah, Maha Kuasa atas segala sesuatu. Qs. Al Kahfi: 45

Para Ulama berkata, "Allah menyerupakan dunia dengan air karena:

1. Karena air tidak bisa menetap di satu tempat. Sebagaimana dunia tidak bisa menetap pada satu kondisi.

2. Karena air bisa menguap dan tidak tersisa. Demikian pula dunia, dia fana dan tidak abadi.

3. Karena air, jika mengenai seseorang, maka dia pasti basah. Demikian pula dunia, sedikit sekali yang selamat dari fitnahnya.

4. Karena air, jika dalam kadar yang cukup maka bermanfaat dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan jika berlebihan akan menghancurkan. Demikian pula dunia, sederhana dalam kehidupan dunia memberikan manfaat, berlebihannya membinasakan.

[Al Jami' li ahkamil Quran, al Qurthubi (13/289)]
  • 0 Comments
PKS Kepri - Sebenarnya, soal nasionalisme atau kebangsaan, di PKS biasa kita bahas, bahkan pada pembinaan kader-kader tingkat pemula. Istilah kita kader tamhidiyah. Di tingkat pemula saja pasti diajari tentang doktrin-doktrin masalah cinta. Yaitu cinta yang dibingkai oleh batas-batas geografis ataupun cinta yang dibatasi oleh batas demografis.

Dari sudut pandang kami, yang mudah-mudahan insya Allah ini adalah sudut pandang Islam, nasionalisme atau kebangsaan itu adalah suatu hal yang fitri. Kata orang Malaysia, “yang semula jadi”, dan bersifat universal. Karena cinta kepada bangsa, kepada tanah air itu pasti ada pada makhluk yang bernyawa.

Bahkan Al-Qur’an pun karena sifatnya fitrah, memberikan isyarat-isyarat yang tegas tentang hal itu. Umpamanya ketika kita harus berbuat kebaikan, kata Allah SWT dalam Al-Qur’an,
وَآتِ ذَا الْقُرْبَى حَقَّهُ
“Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya…” (Q.S. Al-Isra’: 26)
Sudah tentu ‘kerabat dekat’ ini bukan hanya kedekatan dalam kaitan darah keturunan. Tapi bisa juga kedekatan geografis-demografis. Jadi menunaikan hak-hak kekerabatan itu, kita dituntut untuk melaksanakannya sebagai perintah Allah.
Begitu juga ayat lain menyebutkan, ketika kita berdakwah, memberi peringatan, beramar ma’ruf nahi munkar, yang didahulukan harus orang yang dekat dulu. Allah SWT berfirman,
وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِينَ
“Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat.” (Q.S. Asy-Syu’ara: 214).
Dan, keluarga dekat kita adalah keluarga besar bangsa Indonesia dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Rasulullah SAW ketika hijrah ke Madinah, beliau sangat merindukan untuk kembali ke Makkah. Kerinduan ini dijawab langsung oleh wahyu Allah SWT,
إِنَّ الَّذِي فَرَضَ عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لَرَادُّكَ إِلَى مَعَادٍ
“Sesungguhnya yang mewajibkan atasmu (melaksanakan hukum-hukum) Al Quran, benar-benar akan mengembalikan kamu ke tempat kembali (Makkah)…” (Q.S. Al-Qashash: 85)
Jadi, kecintaan kepada tanah air, kepada bangsa, itu adalah fitrah. Atas dasar ini maka doktrin-doktrin seperti itu, yaitu kecintaan kepada tanah air, kepada bangsa—kita tanamkan pada masa tamhidiyah atau masa kader pemula.
Walaupun begitu, kita tidak menginginkan nasionalisme dan kebangsaan yang super dalam pengertian yang meremehkan, mendiskriditkan, dan merendahkan bangsa lain, atau menyepelekan negeri-negeri lain. Karena semangat kebersamaan dan kerjasama dalam kehidupan nasionalisme dan kebangsaan ini kita kembangkan secara lebih luas dalam konteks semangat kebersamaan dan semangat kerjasama dalam kehidupan kemanusiaan secara global internasional.
Kalau dalam pergaulan internasional itu kita tidak mempunyai basis bingkai kebangsaan dan ketanah-airan, maka kita tidak begitu dihargai. Cenderung dianggap pengungsi, cenderung dianggap wabah yang patut dikasihani. Sehingga tidak bisa tampil dengan mengangkat kepala. Tapi ketika kita tampil mewakili bangsa Indonesia, negara Indonesia, yang luasnya seluas Eropa Barat dan Timur, ketika kita tampil di forum internasional dengan memiliki basis bingkai kebangsaan dan ketanah-airan, niscaya ada kebanggaan dan kita pun dihargai.
Jadi, saya ingin menggaris bawahi, bahwa nasionalisme dan kebangsaan bagi kami adalah sangat fitrah, ‘semula jadi’ dan universal. Sehingga tidak harus menjadi sesuatu yang sangat complicated dan sulit. Masalah ini sudah selesai, karena itu bagian dari fitrah.
Kebersamaan dalam Merespon Arus Perubahan
Kita menghadapi arus perubahan yang terus menerus. Terutama dipacu dan dipicu oleh arus informasi secara global yang demikian deras. Perubahan mendorong kita untuk merespon bahkan mengantisipasi.
Sebetulnya perubahan itu adalah keniscayaan. Ada istilah dalam bahasa Arab, “Dawamul haal minal muhaal.”, artinya, “Keadaan yang tetap itu adalah sesuatu yang mustahil.”
Jadi memang selalu berubah, dan kita diharapkan mampu menjadi agen-agen perubahan. Agar jangan tergerus oleh perubahan yang didorong oleh hegemoni pihak-pihak asing. Tapi perubahan yang dilakukan oleh bangsa sendiri. Dalam merespon arus perubahan itu sudah barang tentu kita tidak mungkin sendirian. Sebab perubahan ini pasti dialami oleh semua komponen bangsa. Oleh karena itu merespon perubahan harus berdasarkan semangat kebersamaan dan semangat kerjasama dari segenap komponen bangsa.
Agar kebersamaan itu bisa terjalin, maka forum-forum dialog, berkomunikasi dan bermusyawarah harus semakin digalakkan. Untuk memudahkan dialog, berkomunikasi dan musyawarah, kita harus mempunyai ijabiyatur ru’yah atau positive thinking antara satu dengan yang lain.
Semua kita punya potensi positif—dan inilah yang harus kita gali, kita bangun, kita jalin, kita koordinasikan dan kita konsolidasikan. Potensi positif yang dimiliki oleh segenap komponen bangsa inilah yang harus kita himpun. Maka modal dasarnya adalah positif thinking. Jangan ada pandangan minor dan mendeskriditkan satu sama lain.
Insya Allah kalau kita sering musyawarah, sering bertemu, sering berembuk, kita bisa melahirkan al-khittah adz-dzakiyah, atau smart planning, perencanaan yang cerdas. Perencanaan yang cerdas yang sudah menghimpun daya inovasi bangsa ini, daya kreatif bangsa ini dan semangat kebersamaan bangsa ini, serta semangat kerjasama bangsa ini. Sehingga perencanaan kita Insya Allah menjadi perencanaan yang cerdas, sebab merupakan hasil urunan, urun rembuk dari seluruh komponen bangsa.
Yang ketiga harus ditindak lanjuti dengan al-a’maal al-qawiyyah (kerja keras). Insya Allah dengan tiga hal ini: positive thinking, smart planning, dan hard working—kita bisa selalu merespon perubahan. Walaupun perubahan itu sulit, didorong juga arus globalisasi, tapi dengan semangat kebersamaan, pandangan positif antara satu dengan yang lain, termasuk juga kepada aspek-aspek perubahan yang datang dari luar, kita bisa meramu dalam perencanaan kita yang cerdas, smart planning. Setelah smart planning, kita bekerja keras untuk merespon arus perubahan dan arus globalisasi. Sehingga bangsa Indonesia akan terus berjaya dalam merespon perubahan dan globalisasi. Tidak menjadi bangsa yang ketakutan melihat perubahan, ketakutan melihat globalisasi. Tapi justeru Insya Allah kita menjadi bangsa yang maju, bisa mewarnai arus perubahan dan arus globalisasi.
Menjadi Bangsa yang Unggul
Sudah tentu, untuk bisa mewarnai arus perubahan dan arus globalisasi, kita harus menjadi bangsa yang unggul. Apalagi bangsa ini secara geografis dan demografis adalah bangsa yang besar. Wilayahnya luas, populasinya besar. Sehingga jika bangsa ini berpegang teguh kepada nilai-nilai yang berakar pada budaya bangsa yaitu bangsa yang religius, insya Allah kita akan mempunyai winning value, nilai yang unggul, yang menang dalam menghadapi arus globalisasi dan arus perubahan apa pun.
Yang kedua, nilai-nilai itu harus dijabarkan dalam bentuk konsep, yang disusun bersama oleh komponen-komponen bangsa. Sehingga kita mempunyai winning concept, konsep yang unggul, yang pantas menang dalam pergaulan internasional.
Yang ketiga, kita juga harus unggul dalam sistem (winning system). Kalau bicara sistem, harus terkait dengan kerja dan kinerja, terkait dengan performa, terkait dengan regulasi, terkait dengan pengaturan-pengaturan, terkait dengan pembagian tugas, terkait dengan sistem komunikasi dan kerja sama antar komponen bangsa. Sistem inilah yang harus kita wujudkan. Sistem yang laik menang dalam pergaulan internasional, winning system.
Yang keempat, kita juga harus menjadi bangsa yang satu dan terpadu. Dengan kesatuan dan keterpaduan bangsa ini, kita bisa menjadi winning team dalam pergaulan antar bangsa. Satu tim. Ketika kita tampil di mana pun adalah merasa mewakili bangsa dan didukung oleh seluruh bangsa dan juga melaksanakan program-program bangsa dan misi-misi bangsa. Agar bangsa ini menjadi satu tim.
Walaupun kita berpartai-partai, saya lihat partai-partai ini hanya sebuah lembaga penataan potensi bangsa. Karena potensi bangsa besar ini tidak mungkin diurus oleh satu partai. Partai apapun tidak bisa sendiri mengurus bangsa ini. Tapi kita juga harus berbagi. Menata potensi bangsa ini, mengelola potensi bangsa ini, dan mengarahkan potensi bangsa ini. Yang kemudian secara sistematis kita padukan, kita konsolidasikan, kita koordinasikan, dan kita mobilisasikan untuk mencapai sebesar-besarnya mashlahat bagi bangsa dan negara kesatuan Republik Indonesia.
Yang kelima, sudah tentu target-target pencapaian perjuangan bangsa ini sangat banyak. Tapi kita harus ambil skala prioritas, mana yang didahulukan.Harus ada winning goal. Dimana seluruh komponen bangsa serentak mencapai kesatuan pencapaian prioritas. Tentu ini perlu ada kesepakatan bersama, sering berkomunikasi, sering bermusyawarah, sering duduk bersama. Agar skala prioritas target-target perjuangan bangsa Indonesia ini bisa kita sepakati tahap demi tahap, sebagai winning goal, atau tujuan yang akan kita unggulkan dan kita menangkan dalam prospek perjuangan bangsa.
Mudah-mudahan apa yang saya sampaikan memperjelas dan bisa menjawab pertanyaan tentang nasionalisme atau kebangsaan dalam benak, pikiran kader-kader PKS. Ini bisa dibilang merupakan jawaban resmi dari PKS.
  • 0 Comments
PKS Kepri - Apakah modal utama bagi kader untuk bekerja di kancah politik praktis meraih kemenangan dalam Pemilu Legislatif 2014 ? Tentu sangat banyak modal yang telah dimiliki kader, dan dengan itulah mereka terus menerus bekerja tanpa peduli posisi dirinya sebagai apa dalam perhelatan Pemilu kelak. Namun saya akan mengajak melihat satu modalitas utama yang harus ada dan harus terus menerus dijaga oleh seluruh kader, yaitu modal ikhlas.

Ikhlas Itu Bekerja Karena Allah

Sebagian kader mendapat amanah sebagai calon anggota legislatif (caleg), sebagian yang lain mendapatkan amanah sebagai pengurus Partai, sebagian yang lain mendapatkan amanah melakukan dakwah ‘amah ke berbagai lapisan masyarakat. Bagian terakhir inilah yang berjumlah paling banyak. Bukan caleg, bukan pengurus partai, namun mereka adalah kader yang terus menerus konsisten melakukan kegiatan dakwah dan menebar kebaikan di tengah kehidupan masyarakat.

Masyarakat umum berpandangan, pekerjaan memenangkan Pemilu itu adalah tanggung jawab para caleg, karena mereka yang kelak akan “menikmati hasilnya”. Logika itu tidak berlaku di kalangan kader. Semua kader bekerja keras berupaya memenangkan Pemilu, tanpa berpikir apakah dirinya caleg atau bukan. Tanpa berhitung apakah “caleg jadi” atau tidak. Semua kader mengerti, bahwa memenangkan Pemilu adalah ibadah li i’la-i kalimatillah.

Bekerja dalam konteks ibadah inilah yang memberikan kekuatan moral yang luar biasa pada semua kader. Semua bekerja untuk Allah, bekerja karena Allah, bukan untuk mendapatkan kursi, bukan untuk mendapatkan kekuasaan, bukan untuk mencari kekayaan dan keterkenalan pribadi. Bukan pula hanya bekerja karena menjadi caleg. Caleg atau bukan, itu hanya bab pembagian amanah. Tidak ada kamus berebut amanah, yang ada adalah kesiapan melaksanakan amanah sebagai bagian dari ibadah kepada Allah. Sebagai wujud dari kecintaan kepada Allah.

Inilah makna ikhlas. Jika memang ikhlas, maka upaya memenangkan Pemilu 2014 adalah bekerja untuk Allah, bekerja karena Allah, bekerja di jalan Allah. Bukan orientasi individu, bukan motif pribadi, bukan gila kekuasaan dan kehormatan.

Ikhlas Itu Semangat dan Kerja Keras

Sangat aneh jika orang bekerja untuk Allah dilakukan dengan kemalasan dan bersantai-santai. Bagaimana mungkin kader yang mengerti ma’na syahadatain, ma’rifatullah, ma’rifatur rasul, haqiqatul iman, dan berbagai pemahaman dasar lainnya, tidak memiliki semangat untuk bekerja di jalan Allah? Bagaimana mungkin kader yang mengerti jalan dakwah para Rasul, mengerti hambatan dan tantangan di sepanjang perjalanan mujahid dakwah, masih bermalas-malasa melaksanaka aktivitas memenangkan Pemilu 2014?

Sebagian kader masih ada yang berkata tidak tepat, “Kok ambisius banget sih, menang Pemilu atau tidak, semua sudah tertulis di Lauh Mahfuzh. Jadi, untuk apa kerja serius, santai sajalah…” Bagaimana bisa santai, melihat persoalan umat yang sedemikian banyak untuk diselesaikan? Bagaimana bisa santai, melihat berbagai PR perbaikan masyarakat, bangsa dan negara yang masih menumpuk?

Jika memang ikhlas, artinya kita siap kerja keras. Kerja ini bukan untuk seseorang, bukan untuk mencapai jabatan dan kekayaan personal. Kerja ini untuk Allah, karena Allah, bagaimana bisa malas ? Jika memang ikhlas, tunjukkan dengan semangat dan kerja keras. Ikhlas itu tampak dalam semangat dan kerja keras.

Ikhlas Itu Tenaga Berlipat Ganda

Justru karena orientasi pekerjaan ini tidak bercorak pribadi, maka energi yang muncul menjadi tidak terbatas. Orientasi kerja dalam pemenangan Pemilu adalah ibadah, kerja untuk Allah, menebar kebajikan di berbagai bidang kehidupan, meretas jalan peradaban, menguatkan upaya pelaksanaan misi kemanusiaan dan dakwah. Semua kader menyimpan energi potensial luar biasa besarnya untuk melakukan semua pekerjaan itu.

Menjaga keikhlasan dalam niat, dalam langkah, dalam cara, dalam upaya, dalam kerja dan do’a, akan membuat tenaga kader tidak ada habisnya. Jika bekerja semata-mata karena ingin mendapat posisi, kekuasaan, kekayaan, keterkenalan dan orientasi pragmatis lainnya, maka akan cepat membuat lelah, cepat memunculkan fitnah, cepat menyulut konflik, cepat merusak ukhuwah, cepat melemahkan jama’ah. Tenaga terkuras sia-sia, tanpa ada hasil yang bisa dibanggakan di hadapan-Nya.

Banyak kader, bukan caleg, bukan pengurus Partai, rela mengeluarkan dana, rela mengorbankan waktu dan tenaga, rela menyumbangkan berbagai fasilitas yang dimilikinya demi kesuksesan pemenangan Pemilu 2014. Mereka ini memiliki tenaga berlipat ganda, karena keikhlasan yang terpatri dalam jiwa. Bahkan banyak yang bekerja di tengah kesunyian yang mencekam, tanpa diliput media, tanpa disebut namanya, tanpa muncul di publik, namun kerja dan kontribusinya luar biasa. Tentu saya tidak boeh menyebut nama maupun identitasnya.

Ikhlas Itu tetap Bekerja Walau Dicela

Kader tidak mencari sensasi, juga tidak mengharap selalu dipuji. Kader akan tetap bekerja walau dicela dan dicaci maki. Energi yang dimiliki kader bukanlah karena pujian. Jika bekerja karena ingin mendapat pujian, maka begitu celaan lebih sering didapatkan, matilah semangatnya. Matilah amal kebajikannya. Matilah upaya pemenangan pemilu dan mati pula cita-cita.

Membaca media tentu bagian dari kebutuhan dakwah, namun begitu media sedang dipenuhi kesumat dengan celaan dan cacian, tidak akan menyurutkan semangat kader untuk bekerja. Ikhlas itu artinya tetap bekerja walau dicela, karena kader memahami kerja yang dilakukan tak selamanya berbuah pujian dan sanjungan. Tak sedikit kerja kebaikan yang diapresiasi media dengan cemoohan dan celaan.

Tetaplah bekerja karena itulah komitmen kita. Bekerja untuk Indonesia, bekerja untuk perbaikan keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Bekerja untuk tercapainya tujuan kehidupan berbangsa dan bernegara. Bekerja untuk menuju peradaban mulia. Bekerja di jalanNya, karenaNya dan untukNya. Bekerja senantiasa, tanpa jeda, tanpa batas masa.

Harapan itu selalu ada, selama kita di jalanNya.


Oleh Cahyadi Takariawan
  • 0 Comments
PKS Kepri - Penguasaan masyarakat akan sangat tergantung pada tumbuhnya lima jenis kader dakwah sebagai berikut,

Pertama, al khotib al jamahiriy, tumbuhnya para khuthoba yang bersemangat, yaitu mereka yang mampu menyampaikan pesan-pesan Islam dengan jelas dan terang, penuh gairah dan dinamika. Para khotib bersemangat muda yang menyampaikan hikmah (pengetahuan) orang-orang tua yang penuh pengalaman (hikmatus syuyukh fi hamasatus syabab). Bukan semangat orang tua dengan pengetahuan pemuda yang cetek.

Para khutoba ini hendaknya mampu melakukan tahridh (pengerahan massa) dan menumbuhkan tahmis (semangat) berdasarkan iman dan pengetahuan bukan emosi dan kebencian.

Kedua, al faqih asy sya’biy, orang-orang faqih di tengah masyarakat, yaitu para ulama yang takut pada Allah dan hidup di tengah-tengah masyarakat, memberikan bimbingan dan fatwa-fatwa yang lurus dan benar tentang masalah yang dihadapi masyarakat. Menjadi pendidik dan tempat bertanya yang tidak menimbulkan keraguan dan perpecahan. Selalu menghidupkan toleransi antar mazhab (fiqh) yang menjadi titik temu yang mempersatukan ummat. Dari itu ia senantiasa dicintai, didukung dan dibela oleh masyarakatnya. Khotib jamahiriy menjadi pendorong masyarakat ke jalan Alloh sedang faqih sya’biy membimbing masyarakat dalam jalan Alloh. Dia bukan faqih jetset yang memberi fatwa berdasarkan order, tetapi benar-benar menyuarakan pimpinan Allah dan RasulNya.

Ketiga, al-Amal atau at ta’awuni al khoiriy, aktifitas kejama’ahan sosial. Tujuan utama dari aktifitas ini adalah memfungsikan masjid-masjid sesuai dengan bimbingan Rasululloh. Untuk itu harus dibuat kerjasama sosial dengan berbagai lapisan masyarakat untuk mendekatkan ummat pada masjid. Sasaran program ini adalah ta’zizud da’iyah, memperkuat para da’i sebagai pelopor di berbagai bidang. Para da’i kita hendaknya disokong sepenuhnya agar mampu menyantuni massa umat sehingga ia memiliki gengsi dan prestise yang tinggi yang membuat umat ikut pada arahannya. Biasanya masyarakat kita sangat patuh bila dakwah dimulai dengan santunan yang memperhatikan kebutuhan mereka.

Keempat, masyru’ al iqtishodis sya’biy, menumbuhkan ekonomi masyarakat kecil. Harakah dakwah harus turut meningkatkan taraf ekonomi umat Islam yang pada umumnya masih sangat lemah. Usaha-usaha ekonomi hendaknya usaha yang ringan, mudah dijangkau dan memasyarakat. Berbagai klub, perhimpunan atau organisasi ekonomi kecil perlu ditumbuhkan dan dibimbing oleh para da’i yang sekaligus menjadi pembimbing rohani mereka. Sasaran program ini adalah agar masyarakat pendukung da’wah dapat iktifa’ dzati (berdikari) di satu sisi dan di sisi lain bisa mengendalikan laju ekonomi secara keseluruhan.

Kelima, al i’lam as sya’biy, penerangan yang memasyarakat. Potensi i’lam hendaknya tumbuh dari orang-orang yang memahami aqidah, fikrah dan manhaj serta mundhobith (disiplin) kebijaksanaan jama’ah, agar pembentukan ro’yul ‘aam (opini umum) sesuai dengan rancangan da’wah. Sebab bidang ini merupakan titik rawan amni suatu gerakan da’wah. Pers yang ditumbuhkan dari dalam adalah pers yang murah dan mudah dibaca oleh masyarakat. Bukan penampilan elite yang membuat umat enggan membacanya atau menyedot potensi harakah dalam mengerjakannya. Yang penting bukan nama besar tetapi kemampuan menyebar dan meluas dengan cepat dalam berbagai bentuknya yang ringan; buletin, brosur, maklumat, majalah, koran dan aneka bentuk lainnya yang murah dan terjangkau, menyebar dari berbagai sumber dan dikerjakan cukup oleh setiap rumah tangga.

Selain itu perlu juga menyokong pers umat Islam yang telah ada agar memiliki ruh dan fikroh Islami. Para pakar jama’ah dakwah hendaknya menyumbangkan tulisan-tulisan bermutu pada pers yang dimiliki umat Islam. Bila perlu kita mampu menumbuhkan pers kaum muslimin menjadi pers harakah. Yaitu pers yang dikendalikan oleh personil harakah kita.

Dalam i’lam sya’bi perlu pula dimunculkan pendidikan Islam melalui radio-radio, televisi dan sebagainya. Tentu melalui thoriqoh yang mungkin bisa ditempuh dengan tidak meninggalkan unsur-unsur syar’i dalam penyajiannya. [ ]

Taujih KH. Hilmi Aminuddin [Ketua Majelis Syura]
  • 0 Comments
PKS Kepri - Ikhwah fillah Waktu pagi adalah awal hari yang penuh dengan keberkahan, Islam mengajarkan kita untuk memperhatikan waktu ini. 

Memerintahkan kita untuk bangun di waktur fajar agar kita mampu meraih keutamaan dan keberkahannya. Sebab ketika seorang mampu mengawali harinya dengan kegiatan ibadah dan aktifitas yang baik maka ini akan menjadi modal kebaikan dunia dan akheratnya. Umur kita yang hanya sebatas 60-70 tahun mengharuskan kita untuk mengisi sisi yang penting ini agar kita bisa mengambil bagian yang paling penting dari hidup kita untuk menjadi bekal kita berjumpa dengan Alloh swt. Urgensi bersegera di waktu pagi 

1. Menjadi faktor kebahagiaan seserang di dunia dan akherat. 

Imam Ibnu Taimiah memiliki kebiasaan duduk berdzikir di dalam masjid sejak shalat fajar hingga terbit matahari, sang murid Imam Ibnu Qayyim al Jauziah menanyakan apa rahasia hal tersebut, maka Imam Ibnu Taimiah menjawab Itulah sarapan pagi ku, apabila aku tidak lakukan maka aku akan merasa lemah sepanjang hari itu 

2. Menjadikan seseorang mampu menjaga waktunya. 

Pagi hari ketika dikelola dengan baik maka akan menjaga waktu-waktu berikutnya, Rasulullah saw memerintahkan kita untuk menyegerakan amal kebaikan, karena waktu hanya bisa dijaga dengan amal amal baik. 

3. Orang yang bersegera di waktu pagi akan mendapatkan doa dari Rasulullah saw. 

Rasulullah saw berdoa Ya Alloh berkahilah umatku di pagi harinya (HR.Imam Abu Dawud) 

Apa aktifitas yang harus kita lakukan di waktu pagi? 

1. Bersegera Melaksanakan shalat Fajar. 

Karena shalat ini disaksikan oleh Malaikat Malam dan Malaikat Siang,mereka bertemu untuk berganti shift di waktu shalat fajar dan ashar. Shalat ini merupakan tanda kebenaran iman,karena hanya orang munafik yang merasa berat untuk melaksanakan shalat ini. Abdullah bin Umar ra berkata: “apabila kami sering melihat ada diantara kami yang jarang shalat fajar berjamaah,maka kami berburuk sangka kepadanya jangan-jangan dia orang munafik. 

2. Tilawah Al Quran. 

Dalam surah al isro ayat 78 Alloh swt memberikan isyarat agar kita menjadikan membaca al quran di waktu pagi sebagai aktifitas utama.. Dalam ayat ini Alloh swt menggunakan kata ganti untuk shalat fajar dengan "quranal fajri" yang menunjukan betapa pentingnya membaca al quran di waktu yang berkah ini. 

3. Membaca Dzikir pagi. 

Satu saat Rasulullah saw dan para Shahabat ra sedang berjalan menuju ke Mekkah,mereka melewati satu gunung yang bernama Jamdan, kemudian Rasulullah saw bersabda "Cepatlah kalian berjalan,ini Jamdan dia sudah dilewat oleh para mufarridun (orang-orang yang istimewa), maka para shahabat bertanya "Apakah Mufarridun itu ya Rasulullah? kemudian Rasulullah saw menjawab Mereka adalah orang yang banyak berdzikir" (HR.MUSLIM) 

4. Mencari Ilmu dan mengajarkan ilmu. 

Membangun kapasitas ilmiah merupakan kewajiban kita sebagai seorang aktifis dakwah,waktu yang sangat baik adalah menyisihkan sebagain waktu pagi kita dengan meraih ilmu,apakah dengan membaca,menghafal,mendengarkan ceramah ilmiah atau sebaliknya dengan menyebarkan ilmu di berbagai media. 

Jadilah sebagai orang alim atau sebagai pelajar atau sebagai pendengar ilmu atau sebagai orang yang mencintai ilmu dan janganlah menjadi yang kelima karena kamu akan hancur (perkataan Ibnu Masud dan Abu Darda) 

Kemenangan kita awali dengan kemenangan di pagi hari..ALLAHU AKBAR WA LILLAHIL HAMD 

Batam, Jumat 21 Dzulqoidah 1434/27 Sept 2013. 

*Ketua DPW PKS Kepri
  • 0 Comments
Dan dalam Shahih Muslim dari Abdullah bin Amr bin Ash Radiyallahu ‘anhu bahwasanya beliau mendengar Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda (yang artinya) :

“Sesungguhnya hati-hati bani Adam seluruhnya berada diantara dua jemari Ar Rohman laksana satu hati Ia bolak-balikkan hati tersebut sekehandaknya.” Kemudian Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam berdoa : “Ya Allah Dzat yang membolak-balikkan hati palingkanlah hatiku untuk mentaati-Mu”


Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman (yang artinya):
Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan (QS. Al-Anfal : 24)

Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman (yang artinya) :
Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (Al Quran) pada permulaannya, dan Kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatannya yang sangat. (QS. Al-An’am : 110)

Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman (yang artinya) :
Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orang-orang yang merugi. (QS. Al-A’raf : 99)

Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman (yang artinya) :
Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik. (QS. Ash-Shaf : 5)

Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman (yang artinya) :
Dan apabila diturunkan satu surat, sebagian mereka memandang kepada yang lain (sambil berkata): “Adakah seorang dari (orang-orang muslimin) yang melihat kamu?” Sesudah itu merekapun pergi. Allah telah memalingkan hati mereka disebabkan mereka adalah kaum yang tidak mengerti. (QS. At-Taubah : 127)

Dan dalam Shahih Muslim dari Abdullah bin Amr bin Ash Radiyallahu ‘anhu bahwasanya beliau mendengar Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda (yang artinya) :

“Sesungguhnya hati-hati bani Adam seluruhnya berada diantara dua jemari Ar Rohman laksana satu hati Ia bolak-balikkan hati tersebut sekehandaknya.” Kemudian Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam berdoa : “Ya Allah Dzat yang membolak-balikkan hati palingkanlah hatiku untuk mentaati-Mu”

Dan di dalam Sunan At Tirmidzi dari Ummu Salamah Radiyallahu ‘anha beliau berkata(yang artinya) :
“Doa yang sering dibaca Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam wahai Dzat yang membolak-balikkan hati teguhkanlah hatiku di atas agamamu”

Dan dari Nawwas bin Sam’an ia berkata aku mendengar Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda (yang artinya):

“Tidaklah ada satu hatipun melainkan berada diantara dua jemari dari jari jemari Ar Rahman bila ia kehendaki, Ia akan meneguhkannya dan bila Ia kehendaki, Ia akan menyesatkannya.” (HR Imam Ahmad dalam Al Musnad dan Ibnu Majah)

Dan dari Abu Musa Al Asy’ari ia berkata : Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda (yang artinya) :
“Sesungguhnya hati ini laksana bulu ditengah padang pasir tandus yang dibolak-balikkan oleh angin”

Ibnu Abi Ashim mengeluarkan dalam kitabnya As Sunnah dari Aisyah bahwasanya Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam sering membaca doa يا مقــلـب لقــلــوب ثبــت قــلبـــي عــلى د ينـــك (Wahai Dzat yang meneguhkan hati, teguhkanlah hatiku diatas agama-Mu) aku pun bertanya: ‘Wahai Rasulullah sesungguhnya engkau sering membaca doa ini, apakah engkau merasa khawatir?” beliau menjawab: “Ya, lalu apa yang membuat aku merasa aman wahai Aisyah sementara hari para hamba berada diantara dua jari jemari Ar Rohman”

Maka bila engkau telah mengetahui bahwasanya hati para hamba berada diantara dua jari dari jari jemari Ar Rohman, Ia bolak-balikkan sekehandaknya dan bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam -padahal beliau adalah makhluk yang paling utama – doa yang sering beliau baca adalah :
يا مقــلـب لقــلــوب ثبــت قــلبـــي عــلى طـا عــتـك
“Wahai Dzat yang membolak-balikan hati, teguhkanlah hatiku diatas ketaatan kepadamu”
maka bagaimana diperkenankan bagi seorang yang berakal untuk mengatakan : “Saya akan belajar dipangkuan ahlul bid’ah dan saya akan menjaga hatiku dari kesesatan dan penyimpangan”, karena setiap penyimpangan dan petunjuk itu memiliki sebab-sebab yang menghantarkan kepada-Nya. Maka bila engkau menempuh jalan-jalan penyimpangan dan kesesatan – dan diantara sebab terbesar untuk hal itu adalah belajar dipangkuan ahlul bid’ah – niscaya hatimu akan menyimpang dan engkau tersesat dari jalan yang lurus.

Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman(yang artinya) :
Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka (As-Shaff : 5)
Namun bila engkau meminta pertolongan kepada Allah Subhaanahu wa Ta’aala dan menempuh jalan-jalan petunjuk dan bimbingan, niscaya hatimu akan tetap istiqomah dengan izin dari Allah Subhaanahu wa Ta’aala dan engkau pun berada di jalan yang lurus. Kita memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar menyelamatkan kita dari penyimpangan dan kesesatan serta sebab-sebab yang menghantarkan kepadanya.
Dan Allah lah Dzat yang dimintai pertolongan.

Sumber: http://tarbiyahislam.wordpress.com
  • 0 Comments
Assalaamu’alaikum wr wb
Alhamdulilah kita selalu dipertemukan dalam forum-forum seperti ini untuk merujuk kepada sumber-sumber asasi kita, Al Qur’an dan Assunnah, semoga kita selalu mendapatkan petunjuk.
Hari dan jam yang akan tentukan prestasi dakwah kita semakin dekat, hitung mundurnya semakin kecil. Di DPP ada banner hitung mundur sd 9 April 2014. Itu ibarat ajal yang telah ditentukan. Tempo yang telah disepakati.

Mumpung pasar masih buka, lewat tgl 9 April pasar sudah tutup, dagangan sudah tidak laku,  maka gunakan pasar ini sebaik-baiknya. Pasar  yang dimaksud adalah ladang perjuangan kita mumpung masih terbuka. Calon  pembeli masih ada. Barang yang kita jual  masih dilirik dan masih diperhatikan  orang. Jadi, kalau mau habis-habisan, waktunya sekarang ini. Jangan nanti kalau selesai tanggal 9 April. Kalau sudah lewat, hari pasaran nunggu 5 tahun lagi. Situasi ini harus difahami bahwa sekaranglah saatnya. Kita bicara partai, orang tidak akan bicara macam-macam. Kita mengkampanyekan diri, tidak dipandang aneh karena ini lagi pasarannya.

Yang harus kita persiapkan di hari pasaran ini ada 3 hal :

I. Di hari pasar ini yang harus dipastikan adalah isi hati kita
Bahwa yang mengisi hati ini adalah ikhlas lii’lai kalimatillah, ikhlas dalam menempuh dan meniti jalan Alloh SWT. Mari kita tata hati kita untuk konteks ini. Dan pastikan, inilah yang diketahui Alloh, meskipun  Alloh Maha Tahu. Maksudnya  kita lah yang memastikan itu, bahwa tak ada yang mengisi hati ini kecuali pujian untuk Alloh, untuk I’lai kalimatillah, perjuangan fi sabilillah, perjuangan untuk litakuuna kalimatullohi hiyal ulya.

Saat antum keluar rumah, mau apa? mau silaturahim cari suara, mau berkunjung ke saudara saya, teman saya, posisikan bahwa  ini adalah bagian dari cara kita menerjemahkan  proses menuju i’lai kalimatillah. Kenapa  harus begitu? Kita akan gagah memperjuangan apa yang mesti diperjuangkan di jalan Alloh ini, kalimatulloh ini, manakala kita punya keyakinan bahwa ada sekian banyak suara aspirasi yang kita perjuangkan. Kalau di belakang kita sedikit, mereka akan mengatakan dengan bahasa seperti bahasa Fir’aun, Innahu lasyirzhimatun qoliiluun... (Itu kan suara di pojok-pojok sana. Suara-suara pinggiran yang tidak perlu diperhatikan.)

Maka dari itu mari kita tata hati bahwa yang kita lakukan adalah dalam rangka I’laai kalimatillah.
Disamping tentang menata hati sedemikian rupa, Alloh SWT kaitkan isi hati  ini dengan banyak hal.
Dalam QS Maryam 96, Allah kaitkan isi hati ini, keikhlasan ini dengan respon dan sambutan publik.
Innalladziina aamanuu wa’amilushsholihaati sayaj’aluhumurrahmaanu wudda…
Dijadikan cinta kasih di antara hamba-hamba Alloh. Manakala hati kita baik, maqbul ‘indalloh, maka Alloh akan panggil Jibril, ”Wahai Jibril sesungguhnya Aku mencintai Fulan, maka cintailah dia. Maka Jibril pun mencintai dia, dan Jibril membuat pengumuman di langit, bahwa Alloh mencintai fulan, maka cintailah dia. Dan penduduk langit pun mencintai dia.” Kalau Alloh sudah mencintai dia, Jibril dan penduduk langit juga mencintai dia,maka orang itu di bumi ini di mana-mana diterima, direspon dan disambut.  Yudhou lahu qobuulu fil ardh.

Mungkin orang memilih kita walaupun kita banyak catatan, karena mesakke, kasihan. Tidak penting bagi kita, kita dipilih karena dicintai atau karena mesakke. Yang penting adalah dipilih. Yang bisa mengatur hati adalah Alloh. Karena itu sekali lagi, pertama kali di hari pasaran ini, yang CAD, yang AD, yang kader, yang simpatisan,  masing-masing kita menata hati, semua dalam rangka I’lai kalimatillah, fii sabilillah, litakuuna kalimatullohi hiyal ulya. Mungkin yang datang kepada mereka banyak, tapi yang penting adalah bagaimana Alloh mengatur hati orang untuk memastikan pilihannya kepada kita. Itu rahasiamya ada pada hati.

Dalam QS Al Anfal 70, Alloh mengaitkan kebersihan hati itu dengan 2 hal : pengganti yang lebih baik dan pengampunan dari Alloh SWT.
Yaa ayyuhanabiyyu qul liman fii aidiikum minal asro…….

Di hari perjuangan seperti  ini banyak yang hilang dari kita. Sama-sama hilang, maka kita tata bahwa hilangnya itu dengan kebersihan hati. Misal, pas ada keinginan untuk beli ini-itu, namun uangnya kita gunakan untuk menyumbang biaya pemilu. Mungkin waktu kita yang hilang, mungkin juga kesempatan-kesempatan kita yang hilang, karena digunakan untuk perjuangan itu.

Tapi manakala  in ya’lamillahu fii qulubikum khoiro.…. jika Alloh tahu di dalam hati kita itu kebaikan yang ada, maka Alloh akan mengganti semua yang hilang itu dengan yang lebih baik. Tidak disebutkan apa gantinya itu. Asas iman itu adalah iman bil ghoib. Kalau tak iman dengan yang ghoib, hilanglah iman itu. Yang penting adalah  iman. Apa yang lebih baik itu, wallohu a’lam.

Ayat ini turun berkaitan dengan Al Abbas bin Abdul Muthallib, paman Rasululloh SAW, yang sebenarnya muslim, tetapi dapat tugas khusus untuk tetap berada di kalangan kafir quraisy di Makkah, sebagai informan. Saat perang Badar, beliau terpaksa ikut rombongan orang kafir memerangi kaum muslim. Repotnya, yang tahu tugas khusus beliau sangat sedikit. Alhamdulillah, Abbas tidak terbunuh, hanya tertawan. Sampai keluar keputusan bahwa setiap tawanan kalau mau bebas, harus bayar tebusan. Abbas datang kepada Rasul, “Bukankan saya muslim, apakah bayar tebusan juga?”  Namun Rasul menjawab dengan jawaban standar : “Engkau kan tawanan, kalau ingin bebas, bayarlah tebusan.”

Abbas berkata, hartaku telah habis. (Rasul SAW tidak memberikan dana operasional untuk tugas khususnya di Makkah). Namun Rasul menyampaikan, “Bukankah sebelum perang Badar engkau menemui seorang wanita dengan rahasia di Makkah, dan menitipkan hartamu kepadanya, apabila engkau mati dalam perang, harta itu untuk diberikan kepada keturunanmu? Dan kalau masih hidup akan kau ambil lagi?”

Bisa dibayangkan, betapa berat perasaan Abbas. Bahkan yang rahasia pun telah dibuka oleh Alloh, hingga tak punya apa-apa lagi. Habis semua. Maka sebagai hiburan, Alloh SWT menurunkan Al Anfal ayat 90 ini. Allah akan mengganti kalau dia ikhlas dengan sesuatu yang lebih baik, dan akan diampuni. Maka Abbas pun percaya, iman bil ghoib, dan tidak bertanya-tanya lagi.

Di hari tuanya, Al Abbas ini menjadi sangat kaya. Milyuner. Ia berkata kepada generasi berikutnya, “Saya yakin, ini adalah wujud janji Alloh yang pertama. Dan saya masih menunggu janji yang kedua, yaitu ampunan.”

Suka atau tidak suka, banyak yang hilang dalam perjuangan ini. Tapi yang penting, hilangnya itu by design, bukan accident, dan ikhlas agar ada ganti yang lebih baik.

Dalam Al Fath 18
Alloh kaitkan masalah hati ini dengan sakinah, kemenangan, dan ghonimah.
Laqod rodhiyallohu ‘amil mu’miniina….  

Berdasarkan apa yang Alloh tahu itu, maka Alloh berikan 3 hal:
(1) Faanzalahuu sakinatan, turun ketenangan, ketentraman
Sakinah ada hubunganya dengan kata sikkin, pisau. Lihatlah ayam jago, yang ke mana-mana. Kalau sudah ketemu pisau, maka dia sakinah. Dimakan pun diam saja..

Contoh lain tentang sakinah, Waktu perang Hunain, 12 ribu pasukan muslimin melawan 4000 kafir hawazin. Saat melewati jalan yang sempit di antara dua bukit, tiba-tiba kaum muslimin dihujani panah, maka tercerai berai dan berlarian ke sana kemari. 12 ribu yang tadinya simbol keunggulan, maka di jalan sempit itu justru jadi masalah. Wa dhooqot ‘alaikumul ardhu bimaa rokhubat…   Tsumma anzalalloohu sakiinatahu ala rosuulihi wa ‘alal mukminin ( QS 9 : 25-26)…. Setelah sakinah turun, seakan-akan tak ingat lagi ada hujan panah saking tenangnya. Bahkan dalam siroh diceritakan, kuda-kuda pada lari menjauh dan susah digerakkan, setelah sakinah turun maka bisa diarahkan lagi, dan mereka turun dari kuda di jalan sempit itu, jalan kaki menyambut panggilan Rasululloh SAW.
Kalau tak ada sakinah, kita gampang panik.

Lihat baliho kompetitor saja panik… padahal Alloh yang atur siapa yang akan dipilih. Datang di satu tempat, keduluan orang lain, tak usah panik. Mereka punya harapan dari kedatangannya itu, namun kita pun berharap kepada Alloh.
Sakinah juga berkaitan dengan litaskunu ilaiha antara suami istri.
Tapi jangan terlalu sakinah, jadinya malah sukun, kebalikan dari harokat,  mati, diam.

(2) wa atsaabahu fathan qoriibaa, Alloh mengganjar mereka dengan kemenangan yang dekat.
(3) wamaghonima katsiirotan, bukan ghonimah biasa, namun ghonimah yang sangat banyak !
Lagi-lagi dikaitkan dengan kondisi hati. Karenanya yang perlu ditata pertama adalah masalah hati.

***

II. Mari mentadabburi As Sajdah 17, dan menjadikannya sebagai sumber inspirasi
Falaa ta’lamu nafsun maa ukhfiya lahum min qurroti a’yun
“Maka tidak seorangpun mengetahui apa yang disebunyikan untuk mereka yaitu ( bermacam-macam nikmat) yang menyenangkan hati sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan”
Pasti jiwa akan tahu, apa yang dirahasiakan dari mereka, segala  hal yang membuat jiwa  senang.

Dalam konteks kita, apa yang akan menyenangkan kita:
-semua kader bekerja, semua terlibat pemenangan. Itu menyenangkan. Akhirnya  dapat suara banyak, itu menyenangkan. Target kursi terpenuhi, itu menyenangkan.
Tapi semua  yang menyenangkan ini dikaitkan dengan jazaan bimaa kanuu ya’maluun. Sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan. Kita berkesempatan mendapat maa ukhfiya lahu, asalkan mau bekerja.

Apalagi slogan kita: cinta kerja harmoni.
Rasul SAW bersabda,
“jika kiamat datang dan ada benih di tanganmu, dan masih ada kemampuan  untuk menanam, maka tanamlah, karena pada menanam itu ada pahala”

Andai antum tahu dan yakin jika jam 1 siang akan mati, dan jam 12 antum dapat tugas menanam kelapa, bagaimana?  Untuk apa? Sudah mau mati. Menunggu panen butuh bertahun-tahun. Tapi Rasul ajarkan, ini bahkan kiamat, yang tak ada hari lagi untuk menunggu hasil panen. Sudah sampai pada hari yang kholidiina fihaa… tapi diajarkan, tanam saja, karena dalam menanam itu ada pahala.
Maka kita pun bekerja apakah jadi suara apa tidak, entahlah, serahkan saja pada Alloh.

Rasul SAW pun memberi contoh : Rasululloh SAW punya tetangga seorang Yahudi. Dan anak si yahudi sering bermain bersama anak-anak muslim. Ternyata anak-anak pun tak luput dari perhatian Rasululloh SAW. Suatu ketika, si anak Yahudi tidak terlihat di antara anak-anak muslim. Maka Rasul SAW bertanya kepada anak-anak, dimana dia. Teman-temannya bilang, si anak Yahudi sedang sakit keras dan mungkin akan meninggal. Rasul pun menanggapi dengan serius. Rasul SAW terlihat panik dan tegang, lalu mengajak beberapa shahabat untuk menjenguk. Beliau dapati si anak sedang sakaratul maut. Maka beliau mentalqin, membaca 2 kalimat syahadat. Andai Rasul SAW politisi murni, pasti tak mau melakukan itu. Ini anak belum nyoblos. Kalaupun nyoblos, bahkan sudah mau mati.

Si anak menengok ke arah bapaknya. Mungkin bapaknya mikir juga, anaknya sedang jadi target dua kalimat syahadat, padahal sudah mau mati. Ini pasti Muhammad tidak sedang sekedar cari pengikut. Si bapak juga tidak menemukan tafsir materi. Pasti Muhammad menginginkan kebaikan untuk anaknya. Maka si bapak bilang, “Turuti saja Abul Qosim (Muhammad)”.  Si yahudi tak mau menyebut nama Muhammad, karena berarti dia mengakui kenabian Muhammad sebagaimana yang namanya  disebutkan dalam kitab suci mereka. Maka sang anak mengucap syahadat kemudian meninggal. Rasul SAW tampak  gembira dan bersabda “Segala puji bagi Alloh yang telah menyelamatkan anak ini dari neraka”.

Jadi, kerja saja lah. Komunikasi, datangi, semoga dengan kerja ini, dengan spirit Jazaa’an bimaa kanuu ya’maluun, insyaalloh Alloh akan berikan janjinya, memberikan qurrota a’yun, dengan syarat, kita harus bekerja, bekerja, dan bekerja.

***

III. QS Al Baqoroh ayat 249-252
Falamma fashola thooluutu bil junudi…
Dari cerita Thalut ini, salah satu ujian dalam perjuangan adalah kita dihadapkan pada kekuatan lawan. Pasukan Thalut dihadapkan pada fakta bahwa kekuatan jalut dahsyat dan luar biasa. Orangnya gedhe-gedhe. Dalam cerita Israiliyat dikatakan saking gedhenya, ketika 12 orang mata-mata Israel tertangkap, mereka disuruh berjalan di lengan orang-orang nya Jalut. Ini cerita Israeliyat tidak untuk diimani, terkadang isinya aneh-aneh. Seperti cerita asal usul kucing versi israeliyat…

Yang mentalnya lemah, daya juangnya lemah akan berkata laa thoqotalana…. Kita juga begitu. Jumlah kita sedikit, uang sedikit, stiker sedikit, kalender kecil-kecil. Kenyataan bahwa lawan lebih hebat itulah ujian. Yang bisa membuat kita tegak adalah manakala kita punya stok ma’nawi yang kuat. Alloh yang atur semuanya. Maka kalkulasi kita jangan pada hebatnya musuh. Yang penting kerja, hasil terserah Alloh.
Coba bayangkan, apa hebatnya Maryam, saat diminta untuk menggoyang pohon kurma, apalagi hingga kurma berjatuhan. Seberapa  kuatkah… wa huzzii ilaiki bijidz’innakhlati tusaaqith alaiki ruthoban janiyya.. (QS 19 : 25).  Alloh bermaksud memberikan makanan yang tepat berupa ruthob, tapi untuk itu perlu usaha, berusaha menggoyang pohon. Pohonnya goyang apa tidak, itu tidak penting. Alloh lah yang menjatuhkan kurmanya. Yang penting digoyang saja.

Dalam melihat situasi begini, 3 hal yang perlu kita pastikan, sebagaimana saat pasukan Thalut melihat pasukan jalut: Kita berdoa kepada Alloh :
Robbanaa afrigh ‘alainaa shobron
Mohon  agar Alloh SWT memberikan, bahkan menumpahkan kesabaran kepada kita. Bahkan kalau kita ingin mendapatkan al falah (kemenangan), di akhir surat ali Imron disebutkan, bukan cuma shabar, tapi perlu mushabarah. Menurut tafsir Al Maududi, mushabarah artinya punya kesabaran yang mengungguli dan melebihi kesabaran para kompetitor. Kita minta kesabaran itu agar la’allakum tuflihun (diberi kemenangan).

Malam-malam mereka sosialisasi, pasang spanduk, dll itu kesabaran mereka. Kita perlu punya kesabaran yang lebih. Bahkan dikatakan oleh Al Maududi, jika kalian tak punya kesabaran 105% jangan harap mendapat kemenangan, kalau mereka punya 100%. Dalam berbagai hal kita kalah, kalau tak ditutup dengan daya juang tinggi yang lebih dari mereka, kita tak akan menang.

Itulah yang diminta oleh pasukan Thalut. Dalam bahasa lain, afrigh ‘alaina shobron : karuniai kami  konsistensi untuk terus bekerja.
Jangan berhenti, kendor dan nglokro.
Watsabbit aqdaamanaa
 Kita harus bertahan dengan eksistensi kita. Tunjukkan kita masih ada. Jangan gara-gara yang lain begitu gegap gempita mengkampanyekan partai dan diri mereka, justru kita ngilang. Tunjukkan nahnu maujud. Kita masih ada, tidak ngilang, tidak sembunyi.
Wanshurnaa ….
Kita tetep melanjutkan upaya ekspansi kita
Manakala ini dipenuhi, dan itu yang kita mintakan kepada Alloh, maka fahazamuuhum biidznillah, bahkan waqotala dawudu jaluta… Pasukan thalut yang kecil mengalahkan tentara Jalut yang besar. Kata israiliyat, Jalut mati kena ketapel. Raksasa itu mati karena ketapel.

Mungkin tak seberapa yang kita berikan, tapi jadi suara. Di perang Badar, falam taqtuluuhum…..Tugas Rasul dan para shahabat adalah melempar. Rasul SAW begitu diserbu oleh kaum musyrikin,  Rasul SAW mengambil pasir dan dilempar ke arah mereka. Yang menjadikan pasir itu kena matanya musyrikin adalah Allah. Wamaa romaita idz romaita  walaakinnalloha romaa... Kena pasir seember di tubuh kita tidak apa-apa. Tapi kalau yang kena mata, 3 butir pun sudah menyakiti.

Jadi kita terus bekerja, datangi mereka, jelaskan ke mereka, ajak mereka. Jadi suara atau tidak, adalah Allah yang tentukan.
Intinya, teruslah bekerja. Kata hati kita, manakala Alloh tahu kita berhak  untuk menang, maka apapun yang kita lakukan, maka itu akan mentes dan diterima oleh masyarakat.

*Disampaikan Ust Musyaffa AR (Ketua Kaderisasi DPP PKS) dalam Election Update PKS DIY (Ahad, 15 Desember 2013)
  • 0 Comments
Older Posts Home
1 Aksi Buruh 22 Aleg Bicara 2 Artikel 14 Caleg 118 Daerah 1 Daftar PKS 5 Dr Salim 3 Dr Salim Segaf 1 Dr Salim Segaf Al-Jufri 1 Erupsi Semeru 1 Fraksi 51 Fraksi PKS 10 Fraksi PKS Batam 3 Fraksi PKS Kepri 1 Gunung Semeru 1 Harganas 2022 2 Hari Ayah 2021 12 Hari Ibu 2021 6 Hari Kartini 34 Hukum 21 Kajian 1 Kajian Pelayanan PKS 14 Kajian RKI 8 Keluarga 4 Kisah 1 Kisah PKS 14 Kisah RKI 1 Kitab Kuning 1 KSN 46 Layani Rakyat 5 Milad PKS 20 3 Muswil 327 Nasional 25 Opini 1 Peduli 1 Peduli Buruh 1 Peduli Nelayan 1 Pelatihan 44 Pelayanan PKS 97 Pemilu 4 Pemilu 2024 7 Pemira 1 Petani 23 Pilkada 68 Pilpres 464 PKS 2 PKS Batam 2 PKS Bela Ulama 1 PKS BelaUMKM 1 PKS Berbagi 1 PKS Dukung UMKM 1 PKS Kepri 20 PKS Layani Rakyat 7 PKS Muda 1 PKS Muda Batam 1 PKS Peduli 1 PKS Pelayan dan 133 PKS Pelayan Rakyat 1 PKS Politik 36 PKS Transformasi dan Kolaborasi 292 Politik 1 Politik Pelayanan PKS 2 Politik Top News 1 Rakerda PKS 1 Rakerwil PKS 1 Rakerwil PKS Kepri 23 Ramadhan 1443H 3 Ramadhan 1444H 6 Rekrutmen PKS 64 RKI 3 RKI PKS 2 RKI PKS Batam 1 Rumah Keluarga Agar 74 Rumah Keluarga Indonesia 3 Salim Segaf 4 Salim Segaf Al-Jufri 1 Salim Segaf di Kepri 1 Semeru 1 Senam Nusantara 30 Seputar Kepri 13 Taujih 1 Tolak RUU IKN 1 Top Nesws 957 Top News 1 Top News Pelayanan PKS 1 Ulama 1 UMKM Batam 1 UMKM Batam Maju 1 UMKM Maju 1 UMKM PKS

Where we are now

o

About me

a


Janice

"The most important thing is to enjoy your life — to be happy — it’s all that matters.”


Follow Us

  • bloglovin
  • pinterest
  • instagram
  • facebook
  • Instagram

Banner spot

recent posts

Labels

Aksi Buruh Aleg Bicara Artikel Caleg Daerah Daftar PKS Dr Salim Dr Salim Segaf Dr Salim Segaf Al-Jufri Erupsi Semeru Fraksi Fraksi PKS Fraksi PKS Batam Fraksi PKS Kepri Gunung Semeru Harganas 2022 Hari Ayah 2021 Hari Ibu 2021 Hari Kartini Hukum Kajian Kajian Pelayanan PKS Kajian RKI Keluarga Kisah Kisah PKS Kisah RKI Kitab Kuning KSN Layani Rakyat Milad PKS 20 Muswil Nasional Opini Peduli Peduli Buruh Peduli Nelayan Pelatihan Pelayanan PKS Pemilu Pemilu 2024 Pemira Petani Pilkada Pilpres PKS PKS Batam PKS Bela Ulama PKS BelaUMKM PKS Berbagi PKS Dukung UMKM PKS Kepri PKS Layani Rakyat PKS Muda PKS Muda Batam PKS Peduli PKS Pelayan dan PKS Pelayan Rakyat PKS Politik PKS Transformasi dan Kolaborasi Politik Politik Pelayanan PKS Politik Top News Rakerda PKS Rakerwil PKS Rakerwil PKS Kepri Ramadhan 1443H Ramadhan 1444H Rekrutmen PKS RKI RKI PKS RKI PKS Batam Rumah Keluarga Agar Rumah Keluarga Indonesia Salim Segaf Salim Segaf Al-Jufri Salim Segaf di Kepri Semeru Senam Nusantara Seputar Kepri Taujih Tolak RUU IKN Top Nesws Top News Top News Pelayanan PKS Ulama UMKM Batam UMKM Batam Maju UMKM Maju UMKM PKS
Powered by Blogger.

MKRdezign

Archive

  • ▼  2022 (177)
    • ▼  July (2)
      • Mengenal Potensi Diri pada Anak Istimewa
      • Kebutuhan Dapur di Batam Mahal, PKS dan RKI Sungai...
    • ►  June (31)
    • ►  May (18)
    • ►  April (34)
    • ►  March (42)
    • ►  February (29)
    • ►  January (21)
  • ►  2021 (298)
    • ►  December (41)
    • ►  November (49)
    • ►  October (33)
    • ►  September (34)
    • ►  August (24)
    • ►  July (18)
    • ►  June (25)
    • ►  May (14)
    • ►  April (19)
    • ►  March (7)
    • ►  February (27)
    • ►  January (7)
  • ►  2020 (10)
    • ►  December (4)
    • ►  March (2)
    • ►  January (4)
  • ►  2019 (39)
    • ►  December (12)
    • ►  November (5)
    • ►  October (4)
    • ►  September (8)
    • ►  August (2)
    • ►  July (2)
    • ►  May (2)
    • ►  April (3)
    • ►  January (1)
  • ►  2018 (57)
    • ►  December (4)
    • ►  November (5)
    • ►  October (9)
    • ►  September (11)
    • ►  August (3)
    • ►  July (3)
    • ►  April (6)
    • ►  March (4)
    • ►  February (6)
    • ►  January (6)
  • ►  2017 (118)
    • ►  December (5)
    • ►  November (8)
    • ►  October (19)
    • ►  September (14)
    • ►  August (11)
    • ►  July (13)
    • ►  June (3)
    • ►  May (4)
    • ►  April (15)
    • ►  March (17)
    • ►  February (7)
    • ►  January (2)
  • ►  2016 (142)
    • ►  December (6)
    • ►  November (4)
    • ►  October (1)
    • ►  September (8)
    • ►  August (7)
    • ►  July (5)
    • ►  June (2)
    • ►  May (5)
    • ►  April (26)
    • ►  March (21)
    • ►  February (27)
    • ►  January (30)
  • ►  2015 (144)
    • ►  December (36)
    • ►  November (21)
    • ►  October (8)
    • ►  September (1)
    • ►  June (9)
    • ►  May (13)
    • ►  April (18)
    • ►  March (17)
    • ►  February (10)
    • ►  January (11)
  • ►  2014 (603)
    • ►  December (17)
    • ►  November (22)
    • ►  October (3)
    • ►  September (22)
    • ►  July (12)
    • ►  June (65)
    • ►  May (41)
    • ►  April (37)
    • ►  March (135)
    • ►  February (77)
    • ►  January (172)
  • ►  2013 (65)
    • ►  December (52)
    • ►  November (13)
  • ►  2001 (1)
    • ►  June (1)

Technology

Breaking News

Populars

  • PKS Berharap Pilkades Serentak di Karimun Berjalan Sukses
    PKS Kepri -  KARIMUN - Komisi I DPRD Kabupaten Karimun meninjau persiapan menjelang pelaksanaan Pilkades 7 April 2015 disejumlah Desa di K...
  • Raden Hari Tjahyono Pimpin PKS Kepri
    PKS Kepri - Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) Kepulauan Riau mengalami perubahan struktur. Raden Hari Tjahyono yan...
  • Sukaryo Ajak Perangkat RT dan RW Kawal Usulan Pembangunan
    PKS Kepri - Untuk kesekian kalinya Sukaryo mengadvokasi usulan pembangunan di wilayah Sagulung. Kali ini di Perumahan Mantang, RT. 02 RW. 0...
  • PKS Raih 4 Kursi untuk DPRD Kota Batam
    PKS Kepri - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berhasil memperoleh empat kursi untuk DPRD Kota Batam. Hal ini berdasarkan rapat pleno Komisi...
  • PKS Tanjungpinang Deklarasi Pemenangan Prabowo-Hatta
    PKS Kepri -  PKS Tanjungpinang menggelar deklarasi pemenangan pasangan Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor ur...
  • Kapolda Kepri : Narkoba Musuh Besar Kita Semua
    PKS Kepri - Pemberantasan narkoba menjadi salah satu pekerjaan rumah utama oleh Polda Kepulauan Riau (Kepri). Hal tersebut langsung disampa...
  • Pemerintah Harus Serius Lindungi Bangsa dari Bahaya Rokok
    PKS Kepri -  Jakarta (22/8) - Ketua Bidang Kesejahteraan Rakyat DPP PKS Fahmi Alaydroes menegaskan perlu adanya   political   will   yang k...
  • Jabar Kembali Menerima Anugerah Pangripta Nusantara
    PKS Kepri -  Sudah kelima kalinya Provinsi Jawa Barat (Jabar) menerima Anugerah Pangripta Nusantara (APN). Tahun ini, penghargaan tersebut ...
  • Disiarkan Live, PKS Kepri Bedah Buku MKAD Sabtu Ini
    PKS Kepri - BATAM - Dewan Syariat Wilayah (DSW) PKS Kepri akan adakan Bedah Buku 'Menjawab Kegelisahan Aktivis Dakwah (MKAD)' secar...
  • Kepanduan PKS Bantu Kepolisian Jaga Keamanan Pemilu
    PKS Kepri - PKS Jawa Barat mengerahkan sekitar 3.000 orang dari Bidang Kepanduan dan Olahraga untuk membantu pihak kepolisian dalam menja...

Main Tags

  • Aksi Buruh (1)
  • Aleg Bicara (22)
  • Artikel (2)
  • Caleg (14)
  • Daerah (118)
  • Daftar PKS (1)
  • Dr Salim (5)
  • Dr Salim Segaf (3)
  • Dr Salim Segaf Al-Jufri (1)
  • Erupsi Semeru (1)
  • Fraksi (1)
  • Fraksi PKS (51)
  • Fraksi PKS Batam (10)
  • Fraksi PKS Kepri (3)
  • Gunung Semeru (1)
  • Harganas 2022 (1)
  • Hari Ayah 2021 (2)
  • Hari Ibu 2021 (12)
  • Hari Kartini (6)
  • Hukum (34)
  • Kajian (21)
  • Kajian Pelayanan PKS (1)
  • Kajian RKI (14)
  • Keluarga (8)
  • Kisah (4)
  • Kisah PKS (1)
  • Kisah RKI (14)
  • Kitab Kuning (1)
  • KSN (1)
  • Layani Rakyat (46)
  • Milad PKS 20 (5)
  • Muswil (3)
  • Nasional (327)
  • Opini (25)
  • Peduli (1)
  • Peduli Buruh (1)
  • Peduli Nelayan (1)
  • Pelatihan (1)
  • Pelayanan PKS (44)
  • Pemilu (97)
  • Pemilu 2024 (4)
  • Pemira (7)
  • Petani (1)
  • Pilkada (23)
  • Pilpres (68)
  • PKS (464)
  • PKS Batam (2)
  • PKS Bela Ulama (2)
  • PKS BelaUMKM (1)
  • PKS Berbagi (1)
  • PKS Dukung UMKM (1)
  • PKS Kepri (1)
  • PKS Layani Rakyat (20)
  • PKS Muda (7)
  • PKS Muda Batam (1)
  • PKS Peduli (1)
  • PKS Pelayan dan (1)
  • PKS Pelayan Rakyat (133)
  • PKS Politik (1)
  • PKS Transformasi dan Kolaborasi (36)
  • Politik (292)
  • Politik Pelayanan PKS (1)
  • Politik Top News (2)
  • Rakerda PKS (1)
  • Rakerwil PKS (1)
  • Rakerwil PKS Kepri (1)
  • Ramadhan 1443H (23)
  • Ramadhan 1444H (3)
  • Rekrutmen PKS (6)
  • RKI (64)
  • RKI PKS (3)
  • RKI PKS Batam (2)
  • Rumah Keluarga Agar (1)
  • Rumah Keluarga Indonesia (74)
  • Salim Segaf (3)
  • Salim Segaf Al-Jufri (4)
  • Salim Segaf di Kepri (1)
  • Semeru (1)
  • Senam Nusantara (1)
  • Seputar Kepri (30)
  • Taujih (13)
  • Tolak RUU IKN (1)
  • Top Nesws (1)
  • Top News (957)
  • Top News Pelayanan PKS (1)
  • Ulama (1)
  • UMKM Batam (1)
  • UMKM Batam Maju (1)
  • UMKM Maju (1)
  • UMKM PKS (1)

Labels

  • Aksi Buruh
  • Aleg Bicara
  • Artikel
  • Caleg
  • Daerah
  • Daftar PKS
  • Dr Salim
  • Dr Salim Segaf
  • Dr Salim Segaf Al-Jufri
  • Erupsi Semeru
  • Fraksi
  • Fraksi PKS
  • Fraksi PKS Batam
  • Fraksi PKS Kepri
  • Gunung Semeru
  • Harganas 2022
  • Hari Ayah 2021
  • Hari Ibu 2021
  • Hari Kartini
  • Hukum
  • Kajian
  • Kajian Pelayanan PKS
  • Kajian RKI
  • Keluarga
  • Kisah
  • Kisah PKS
  • Kisah RKI
  • Kitab Kuning
  • KSN
  • Layani Rakyat
  • Milad PKS 20
  • Muswil
  • Nasional
  • Opini
  • Peduli
  • Peduli Buruh
  • Peduli Nelayan
  • Pelatihan
  • Pelayanan PKS
  • Pemilu
  • Pemilu 2024
  • Pemira
  • Petani
  • Pilkada
  • Pilpres
  • PKS
  • PKS Batam
  • PKS Bela Ulama
  • PKS BelaUMKM
  • PKS Berbagi
  • PKS Dukung UMKM
  • PKS Kepri
  • PKS Layani Rakyat
  • PKS Muda
  • PKS Muda Batam
  • PKS Peduli
  • PKS Pelayan dan
  • PKS Pelayan Rakyat
  • PKS Politik
  • PKS Transformasi dan Kolaborasi
  • Politik
  • Politik Pelayanan PKS
  • Politik Top News
  • Rakerda PKS
  • Rakerwil PKS
  • Rakerwil PKS Kepri
  • Ramadhan 1443H
  • Ramadhan 1444H
  • Rekrutmen PKS
  • RKI
  • RKI PKS
  • RKI PKS Batam
  • Rumah Keluarga Agar
  • Rumah Keluarga Indonesia
  • Salim Segaf
  • Salim Segaf Al-Jufri
  • Salim Segaf di Kepri
  • Semeru
  • Senam Nusantara
  • Seputar Kepri
  • Taujih
  • Tolak RUU IKN
  • Top Nesws
  • Top News
  • Top News Pelayanan PKS
  • Ulama
  • UMKM Batam
  • UMKM Batam Maju
  • UMKM Maju
  • UMKM PKS

  • Home
  • Home

instagram

Template Created By :Blogger Templates | ThemeXpose . All Rights Reserved.

Back to top