TESTING

Main Tags

Categories

Follow Us

  • Home
  • Features
  • _POST FORMAT
  • _Error Page
  • Trending
  • contact
Walikota Batam HM. Rudi, meresmikan acara Rakerda PKS Batam 2021 dengan simbolis pemukulan Gong, disaksikan oleh BP3 DPP PKS Wilda Sumbagut Raden Hari Tjahyono, Ketua DPW PKS Bahktiar dan Ketua DPD PKS Kota Batam Yusuf.

Batam - Memulai periode barunya, PKS Kota Batam menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) untuk menyusun program setahun yang berlangsung di Wisma Batam, Ahad (18/04/2021).


Sekretaris DPD PKS Kota Batam Warya Burhanuddin, A.Md. menyebutkan, selain menyusun program internal selama setahun ke depan, Rakerda PKS juga memberikan rekomendasi untuk disampaikan kepada publik.

Pada acara penutupan, Ketua DPD PKS Kota Batam Yusuf, S.Mn., M.M. menyampaikan Rekomendasi Rakerda PKS Kota Batam Tahun 2021 yakni sebagai berikut.

Pandemi Covid-19 masih berlangsung, PKS Kota Batam meminta Pemerintah Kota Batam agar terus meningkatkan penanganan lebih serius, hal ini dikarenakan dalam beberapa hari terakhir kasus positif Covid-19 di Kota Batam cenderung meningkat. Kepada masyarakat Kota Batam agar terus disiplin melaksanakan protokol kesehatan, dan terus meningkatkan kewaspadaan, jangan abai, apalagi beranggapan virus Covid-19 telah tidak ada di sekitar kita.

Disisi lain, PKS Kota Batam terus mendorong Pemerintah Kota Batam untuk melakukan berbagai terobosan kebijakan guna memulihkan ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19. PKS Kota Batam mendukung langkah dan upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Batam dalam memulihkan perekonomian.

Selanjutnya, PKS Batam sebagai partai pendukung pasangan Muhammad Rudi - Amsakar Achmad, meminta sekaligus mendukung agar dalam penyusunan “kabinet” Perangkat Daerah harus memperhatikan kompetensi dan integritas dari para calon Kepala Dinas dan/atau Badan, sehingga dapat mendukung terwujudnya visi, misi, dan program yang telah ditetapkan oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

PKS Kota Batam berkomitmen untuk bersungguh-sungguh menjalankan Visi PKS yaitu sebagai Partai Islam Rahmatan lil Aalamin yang kokoh dan terdepan dalam melayani rakyat dan Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam aktivitas politik di Kota Batam. PKS Kota Batam bersama Pemerintah Kota Batam dan masyarakat akan menciptakan terwujudnya keharmonisan antarwarga masyarakat, melakukan pelayanan, pemberdayaan, dan pembelaan masyarakat, melalui program dan kegiatan yang telah ditetapkan dalam Rakerda PKS Kota Batam Tahun 2021.

Peserta Rakerda PKS Batam saat menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars PKS

PKS Kota Batam mengajak kepada seluruh warga masyarakat Kota Batam untuk bergabung dan bekerja sama dengan PKS dalam membangun Kota Batam dan mewujudkan Kota Batam sebagai Bandar Dunia Madani yang Maju, Adil, dan Sejahtera.

PKS Kota Batam dalam rangka memenangkan Pemilu 2024, akan menjaring berbagai potensi kader dan masyarakat guna dicalonkan dalam program Pencalegan Dini. Dalam rangka turut serta dan memenangkan Pilkada Kota Batam 2024, PKS Kota Batam akan mengusung kader terbaiknya sebagai Calon Wali Kota dan/atau Wakil Wali Kota Batam, yakni Suryani, S.E.; Raden Hari Tjahyono; H. Bahktiar, Lc., M.A.; dan Yusuf, S.Mn., M.M.

Rekomendasi Rakerda PKS Batam tersebut dibacakan oleh Yusuf yang didampingi oleh Ketua MPD PKS Batam Prijanto Rabbani, S.IP.; Sekretaris DPD PKS Batam Warya Burhanuddin, A.Md.; dan Bendahara DPD PKS Batam Riza Hendri Jopie.(rf)
  • 0 Comments

PKS Kepri - Sekretaris Jenderal PKS, Taufik Ridho, Sabtu 10 Mei 2014, menyatakan partainya menerima atas hasil rekapitulasi nasional Pemilihan Umum anggota DPR, DPD, DPRD, yang ditetapkan oleh KPU. Meski begitu, PKS tetap akan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi karena masih menemukan kecurangan.

"Ini juga perlu kami lakukan tindak lanjut dengan mekanisme hukum sebagai mestinya," ujar Taufik di Kantor KPU, Jakarta.

Taufik menjelaskan, gugatan yang diajukan ke MK sebagai langkah pembelajaran bersama. Ini juga sebagai langkah sesuai konstitusi dan sudah diatur dalam Undang-Undang Pemilu.

Hasil rekapitulasi nasional KPU Pusat menyebutkan perolehan suara PKS  mencapai 8.480.204 atau 6,79 persen. PKS menerima itu dengan catatan.

Perihal suara ini akan diajukan sebagai bahan evaluasi internal partai. "Ini masukan dan acuan untuk koalisi. Selain itu, pelaksanaan Pemilu ini akan dijadikan acuan untuk pelaksanaan Pemilihan Presiden yang lebih baik," kata Taufik.

PKS berterima kasih pada masyarakat yang masih memberi kepercayaan kepada partainya untuk meraih kursi di parlemen. PKS berjanji akan menjalankan amanah.

Selain itu, PKS menilai pelaksanaan Pemilu 2014 telah berjalan dengan lancar.  "Kepada aparat keamanan yang telah mengamankan, pemilu relatif cukup aman, kita perlu mengapresiasi pengamanan," kata Taufik. [viva.co.id]


  • 0 Comments
PKS Kepri - Setelah menetapkan perolehan suara nasional Pemilu Legislatif 2014, KPU akan menghitung peroleh kursi dan caleg terpilih mulai Selasa 13 Mei. Penghitungan dan penetapan perolehan kursi itu akan dilakukan hingga Sabtu 17 Mei.

"Itu adalah jadwal untuk penyelenggara pemilu menetapkan kursi dan calon terpilih," kata Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay di Kantornya, Jakarta, Senin (12/5/2014).

Berdasar data suara parpol dalam lampiran SK KPU No. 411/Kpts/KPU/2014 tentang Penetapan Hasil Pemilu Legislatif 2014, PDIP diprediksi memperoleh 109 kursi di DPR. Diikuti Partai Golkar dengan 91 kursi, Partai Gerindra 73 kursi, Partai Demokrat 61 kursi, dan Partai Amanat Nasional (PAN) 49 kursi.

Lalu Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 47 kursi, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 40 kursi, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 39 kursi, Partai Nasdem 35 kursi, dan Partai Hanura 16 kursi. Total keseluruhan adalah 560 kursi DPR.
Sebelumnya, KPU telah menetapkan rekapitulasi suara sah nasional Pemilu 2014. Berikut hasil berdasarkan urutan partai politik peserta Pemilu 2014 yang diumumkan Sabtu 10 Mei dini hari:

01. Nasdem: 8.402.812 (6,72%)
02. PKB: 11.298.957 (9,04%)
03. PKS: 8.480.204 (6,79%)
04. PDIP: 23.681.471 (18,95%)
05. Partai Golkar: 18.432.312 (14,75%)
06. Partai Gerindra: 14.760.371 (11,81%)
07. Partai Demokrat: 12.728.913 (10,19%)
08. PAN: 9.481.621 (7,59%)
09. PPP: 8.157.488 (6,53%)
10. Partai Hanura: 6.579.498 (5,26%)
14. PBB: 1.825.750 (1,46%)
15. PKPI: 1.143.094 (0,91%)

Total suara: 124.972.491 (100%)
  • 0 Comments
PKS Kepri - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tak mau ketinggalan mendaftarkan gugatan hasil pemilu legislatif (pileg) 2014 ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Sekretaris Tim Advokasi PKS, Yanuar Arif, menuturkan gugatan ini dilakukan karena ada dugaan suara PKS hilang di berbagai wilayah. Kecurangan paling menonjol ada di Maluku Utara. 

"Tapi, di tiap provinsi ada dugaan kecurangan makanya kita gugat ke MK," ujar Yanuar, di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (12/5/2014).

Menurut Yanuar, di Maluku Utara, masih ada 18 kecamatan yang belum masuk dalam data KPU. Yanuar menduga, banyak suara dalam dapil tersebut. Oleh karena itu, jika suara dikembalikan maka partainya akan mendapat empat kursi tambahan.

"Kalau di Maluku Utara, prosesnya belum selesai, karena waktu pengesahan yang mepet. Masih ada 18 kecamatan yang belum diinput. Kalau itu diselesaikan mudah-mudahan masih ada empat kursi untuk DPR," tuntasnya. [okezone.com]

  • 0 Comments
PKS Kepri - Perolehan suara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Jateng, secara umum merosot. Namun jumlah kursi DPRD justru meningkat. Klaim ini disampaikan DPW PKS Jateng, usai rapat evaluasi Pemilu 2014, Rabu (23/4/2014). Menurut Sekretaris Umum DPW PKS Jateng, Ahmadi, PKS ternyata bisa merebut kursi di semua daerah di Jateng.

Menurut Ahmadi, beberapa daerah yang dulunya belum ada anggota legislatif dari PKS, pada Pemilu tahun ini dapat terisi, seperti di Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Pekalongan.

“Alhamdulillah meningkat 10 persen, dari 120 kursi pada 2009 menjadi 133 aleg, dan ini patut kita syukuri,”katanya.

Lebih lanjut Ahmadi mengungkapkan bahwa hampir di semua daerah di Jateng, rata–rata kursi PKS naik, seperti di Kudus, Grobogan, Temanggung dan Brebes.

“Di Kudus kita naik dari yang semula satu kursi menjadi empat kursi, kemudian di Grobogan kita naik dari 2 menjadi 3, sedangkan di Temanggung kita memperoleh 3 kursi dari yang semula hanya satu kursi, pun demikian di Brebes yang naik dari 5 menjadi 6 kursi,” kata Ahmadi.

Fenomena kenaikan kursi PKS di Jateng ini, menurut Ahmadi diapresiasi sebagai wujud kepercayaan masyarakat kepada PKS yang selama ini diprediksi suaranya akan turun drastis.

“Kami atas nama PKS mengucapkan terimakasih yang sebesar–besarnya kepada masyarakat Jateng yang memberikan kepercayaan untuk mengemban amanah menjadi wakil, semoga dapat melaksanakan dengan sebaik–baiknya demi Jateng yang semakin sejahtera,” katanya.

Dari data yang diperoleh dari KPU di masing–masing kota dan kabupaten se-Jateng, jumlah kursi dari PKS menunjukkan kenaikan. Di Kota Semarang, PKS mempertahankan 6 kursi, untuk Kabupaten Semarang, PKS mendapatkan 5 kursi, kota Salatiga 4 kursi. Sementara di wilayah Pantura Jateng, di Kendal 4 kursi, Batang 2 kursi, Kota Pekalongan 3 kursi, kabupaten Pekalongan 1 kursi, Tegal 3, Kabupaten Tegal 3 kursi, dan Brebes 6 kursi.

Sementara itu untuk wilayah karesidenan Pati, PKS mendapatkan 4 kursi di Demak, Jepara 2 kursi, Grobogan 3 kursi, Blora 5 kursi, Rembang 1 kursi, Kudus 4 kursi dan Pati 5 kursi.

Untuk wilayah Solo dan sekitarnya, rinciannya adalah 5 kursi PKS di Solo, Karanganyar 6 kursi, Boyolali 4 kursi, Sragen 6 kursi, Sukoharjo 1 kursi, dan Wonogiri mendapatkan 6 kursi.

Wilayah Banyumas dan Kedu, rincian perolehan kursinya adalah Kabupaten Magelang 3, kota Magelang 3 kursi, Purworejo 3 kursi, Purworejo 4 kursi, Wonosobo 1 kursi, Temanggung 3  kursi, Banjarnegara 5, Purbalingga 5, Kebumen 3, Cilacap 3 dan Banyumas  4 kursi. [jaringnews.com]

  • 0 Comments
PKS Kepri  Hasil perhitungan cepat (quick count) beberapa lembaga menyebutkan PKS hanya mendapat suara 6,9 persen. Namun, Presiden PKS Anis Matta berharap suara itu masih bisa berubah karena dari hasil real count yang dilakukan pihaknya, suara PKS mendekati 10 persen.

Untuk itu, Anis menginstruksikan para kader dan simpatisan partainya mengawal dan mengawasi secara ketat rekapitulasi penghitungan suara yang saat ini berlangsung di tingkat Panitia Pemungutan Suara.

Dia mengatakan, rekapitulasi di PPS rawan terjadinya kesalahan maupun penyimpangan. "Oleh karena itu, seluruh struktur partai, kader, dan para caleg PKS harus ikut mengamankan suara sehingga penyimpangan dapat dicegah," kata Anis dalam siaran pers yang diterima merdeka.com, Jumat (11/4).

Semua bentuk kecurangan, kata Anis, harus segera dilaporkan agar pesta demokrasi yang sejauh ini telah berjalan aman dan lancar tidak ternoda.

Terkait perolehan suara PKS yang berada di kisaran 7 persen berdasarkan sejumlah hasil hitung cepat, Anis menyatakan optimistis angkanya bisa lebih tinggi. Hal itu menurut dia berdasarkan perhitungan "real count" yang dilakukan tim internal PKS, untuk sementara angkanya mendekati 10 persen.

"Angkanya masih fluktuatif dan belum stabil. Insya Allah perolehan suara dan kursi PKS akan lebih tinggi daripada suara PKS pada Pemilu 2009," tukasnya.

Anis juga menyampaikan apresiasi terhadap soliditas kader, simpatisan, dan mesin partai yang bekerja maksimal sehingga berbagai prediksi tentang penurunan suara PKS terbantahkan.

Menurut dia, prediksi yang menyebutkan penurunan suara PKS sering diungkapkan berbagai lembaga survei, tetapi hal itu malah membuat semangat kader untuk lebih bekerja keras membangun partai.

"Kami sudah terbiasa dengan prediksi semacam itu. Hal itu bukan melemahkan, justru melecut kader PKS untuk bekerja lebih keras," pungkasnya.

Berdasarkan tahapan pemilu 2014, rekap pada PPS akan berlangsung mulai dari 10-15 April, rekapitulasi nasional 26 April-6 Mei, dan penetapan hasil pemilu secara nasional 7-9 Mei. Penetapan perolehan kursi dan calon terpilih nasional sampai kota/kabupaten pada tanggal 11-18 Mei 2014. [merdeka.com]

  • 0 Comments
PKS Kepri - Pengamat politik dari  Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Bahtiar Effendy menilai kaum muslim di Indonesia masih punya harapan pada partai-partai Islam. Hal itu terbukti dari hasil pemilu legislatif (pileg) 9 April lalu. 

Menurutnya, hasil pileg telah mementahkan berbagai hasil survei menjelang pileg yang menempatkan partai-partai Islam akan kehilangan dukungan. Penilaian Bahtiar itu didasarkan pada perolehan suara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Amanat Nasional (PAN) yang justru meningkat dibanding Pemilu 2009.

“Terbukti survei-survei itu salah terkait parpol Islam. Justru partai-partai seperti PAN dan PKB mendapat dukungan yang cukup tinggi. Umat Islam ternyata menginginkan partai-partai itu mendapat dukungan yang besar,” ujar Bahtiar dalam diskusi ‘Membaca Arah Politik Islam’ di Jakarta Selatan, Sabtu, (19/4)

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN itu menambahkan, ada beberapat faktor yang menyumbang peningkatan suara parpol Islam. Di antaranya karena peemilih dari kalangan Islam tidak hanya fokus pada partai saat mencoblos tapi juga mellihat sosok calon anggota legislatif (caleg) yang diusung.

Menurutnya, profil caleg yang diusung PAN dan PKB turut mendongkrak suara partai yang berbasis dua organisasi keagamaan terbesar di Indonesia itu. Selain itu, lanjut Bahtiar, parpol Islam juga sudah memiliki modal finansial cukup sehingga bisa beriklan di media massa dan mendulang dukungan masyarakat.

“Kan kalau nyoblos kita melihat ada suara untuk partai dan calegnya. Mereka bisa memilih mana yang sudah mengenal ebih baik untuk dipilih. Modal  juga mendukung, sehingga bisa sosialisasi lebih banyak,” sambung Bahtiar.

Sementara Ketua PBNU Slamet Effendy Yusuf dalam diskusi yang sama mengungkapkan, parpol Islam mendulang dukungan tinggi karena masyarakat Islam mengalami kekecewaan pada beberapa elemen pemerintahan. Menurutnya, muslim di tanah air = berharap ada tokoh dari partai Islam yang dapat menjawab kekecewaan mereka dengan membuat perubahan.

“Umat Islam mungkin saja kecewa dengan ekonomi negara, atau pemerintahan sehingga mereka memilih parpol yang diharapkan bisa menjalankan aspirasi mereka,” kata Slamet. [jpnn]

  • 0 Comments
PKS Kepri - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyatakan baru akan memutuskan menjadi oposisi atau tetap bergabung dalam koalisi setelah ada rekomendasi dari majelis syuro.

"Kita punya mekanisme, mekanisme majelis syuro. Keputusannya dari majelis syuro. Komunikasi dilaporkan di majelis syuro nanti yang buat rekomendasi, jadi Opsi berkoalisi terbuka. Opsi oposisi juga terbuka," kata Juru Bicara PKS Mardani Ali Sera di Warung Daun Cikini, Sabtu (12/4/2014).

Namun seiring berjalannya waktu, Mardani memaparkan pihaknya membuka lebar-lebar kepada ke beberapa partai untuk menjalin komunikasi menyamakan persepsi. "Secara umum terbuka, lingkaran pertama dengan partai islam, kedua nasionalis - religius dan ketiga dengan nasionalis. Ketiga-tiganya terbuka,"tambahnya.

Dari kesemua lingkaran tersebut, Mardani melanjutkan, pihaknya akan melaporkan saat pembahasan di majelis Syuro pada bulan Mei mendatang, sehingga dewan syuro bisa segera mengeluarkan rekomendasi.

"Tapi ada prioritas pembicaraan antara lingkaran 1,2 dan 3, dengan parpol islam sudah bicara, dengan yang lain juga sudah komunikasi, nanti dikumpulkan dan dibahas di masjelis syuro bulan Mei nanti. Komunikasi dilaporkan di majelis syuro nanti yang buat rekomendasi," tutupnya. [okezone.com]

  • 0 Comments
PKS Kepri - Dalam rekap suara ditemukan indikasi kecurangan dalam penghitungan suara. Kecurangan dilakukan dengan menggelembungkan suara yang menguntungkan PDIP hingga 500 suara per PPS.

Temuan ini awalnya tak sengaja, dan Jaringnews.com menganggap sebagai human error karena petugas KPPS kelelahan. Namun setelah melihat form C1, ternyata ditemukan lebih dari 100 form yang mengalami kekeliruan. Rata–rata terjadi penggelembungan antara 10-50% atau hingga 500 suara.

Penelusuran Jaringnews.com secara acak menemukan kejanggalan di TPS 3 desa Semirejo Kecamatan Gembong Kabupaten Pati. Di TPS itu penjumlahan suara untuk PDIP bertambah cukup drastis, sekitar 50 suara. Hal yang sama terjadi di TPS 04, TPS 18 dan beberapa TPS lain.

Sementara itu di TPS 23 kelurahan Tandang Kecamatan Tembalang, terjumlah 344 suara dari 141 DPT yang menggunakan hak suaranya. Penambahan terjadi di PDIP hingga 90 suara.

Atas temuan ini, Jaringnews.com belum mendapat konfirmasi dari KPPS yang terkait. Meskipun demikian, , temuan serupa juga dilihat PKS Jawa Tengah. Menurut Koordinator Tabulasi Wilayah Jawa Tengah, Hadi Santosa, kekeliruan dilakukan hampir merata di semua TPS.

"Kalau di Semarang, terbanyak di Kecamatan Gunungpati, Semarang Tengah, Semarang Selatan, Semarang Utara dan Tembalang. Tidak hanya di satu TPS, namun lebih dari dua puluh TPS,” kata Hadi Santoso.

Selain di kota Semarang, aksi kecurangan juga terjadi di beberapa tempat di Jateng, seperti di Temanggung, Cilacap dan Pati. Menurut Hadi, sebuah partai mengalami kenaikan suara dan tidak sinkron data antara 10 hingga 100 suara per TPS.

“Di Kabupaten Cilacap, modus yang digunakan adalah aksi membeli Form  C1 saksi oleh oknum kepada para saksi parpol,” tambahnya.

Paling parah di Kabupaten Pati. Dalam puluhan form C1, kekeliruan penjumlahan selalu mengalami kenaikan dan terjadi di PDIP. Atas temuan ini, Hadi meminta kepada KPU Jateng dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) segera melakukan langkah tindak lanjut.

“Kami mencium adanya aroma operasi massif penggelembungan suara secara sistemik di Jateng,” katanya.

Seperti diketahui, menurut UU No. 2 dan No. 8 Tahun 2013 dan Peraturan KPU (PKPU) 26 – 27 tentang kecurangan Pemilu, jika terjadi penggelembungan suara secara sengaja maka akan diancam dengan hukuman pidana selama 1 tahun penjara. Berdasar payung hukum ini, Hadi meminta agar semua elemen masyarakat bergerak dan tetap memantau proses hingga penetapan suara oleh KPU.

“Hingga saat ini, PKS telah memiliki hampir 85 % Form-C1, dan kami mengajak kepada para saksi dari semua parpol peserta pemilu untuk bersama – sama memperhatikan dan mengamati, serta menindak jika ditemukan bukti atas kasus ini,” tambahnya.

Hadi menduga operasi ini dilakukan secara nasional, karena form C1 di NTB milik PKS juga dirampok di tengah jalan.

“Hingga hari ini, para caleg, saksi, kader pendamping TPS, tim tabulasi di berbagai kota seantero nusantara belum istirahat, karena ada tugas yang masih penting, yakni terus menjaga suara,” katanya. [jaringnews.com]


  • 0 Comments
PKS Kepri - Arah politik Partai Keadilan Sejahtera (PKS) hingga saat ini masih belum jelas. Partai yang dalam Pemilu 2014 diramalkan tidak lolos Parliamentary Threshold (PT) oleh sejumlah lembaga survei ini, tetap menjadi faktor penting dalam konstalasi Pilpres 2014.

Posisi politik PKS hingga sepekan usai pelaksanaan pemilu legislatif (pileg) belum jelas ke mana arahnya. Ada beberapa opsi yang bisa ditempuh PKS pasca-pileg ini, bergabung dengan poros Jokowi, poros Aburizal Bakrie, poros Prabowo Subiantotermasuk poros parpol Islam.

Menurut DPP PKS Zulkifliemansyah hingga saat ini PKS belum menentukan sikap politiknya terkait wacana koalisi partai politik menyongsong Pilpres 2014 pada 9 Juli mendatang. Saat ini, kata Zul, PKS berkonsentrasi mengamankan hasl suara Pileg. "Berbagai informasi dan fakta obyektif nanti akan disampaikan ke Majelis Syura yang akan dilaksanakan segera," ujar Zul saat dihubungi INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (13/4/2014).

Alumnus Harvard University ini mengatakan, rapat majelis syura menjadi penentu apakah PKS akan berkoalisi atau memilih menjadi oposisi. Ia menegaskan sampai saat ini belum ada keputusan politik apapun. "Posisi sekarang belum ada keputusan mau berkoalisi dengan siapa atau beroposisi," tegas anggota Komisi VI DPR RI ini.

Ketika ditanya tentang pernyataan sejumlah kader yang secara terang menolak untuk mendukung Jokowi atau mendukung calon tertentu, Zul memastikan hal tersebut merupakan suara pribadi kader. "Itu pendapat pribadi," Zul memastikan.

Penegasan ini menetralkan rumor yang santer muncul, khususnya sebelum dan sesudah pileg yang mengesankan PKS dipastikan tidak mendukung Jokowi atau tidak akan berkoalisi dengan PDI Perjuangan. Seperti santer yang disuarakan politikus PKS Fahri Hamzah dengan menulis tanda pagar #menolaklupa di akun twitternya yang berisi daftar "dosa" Megawati Soekarnoputri saat menjadi Presiden RI.

Sementara dihubungi terpisah Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima) Ray Rangkuti mengatakan agar partai yang mengidentifikasi sebagai partai Islam lebih realistis dalam membaca kondisi politik kekinian. Menurut dia, poros partai Islam hanyalah imajinasi saja.

"Pilihan yang tersedia, nampaknya hanya bergabung pada dua poros utama koalisi yakni koalisi yang nampaknya akan dipimpin PDIP, atau koalisi yang lain yang nampaknya akan dipimpin oleh Gerindra," sebut Ray.

Ray menyarankan partai-partai yang mengidentifikasi sebagai partai Islam agar realistis membaca dua kekuatan politik saat ini. Namun menurut Ray, posisi dan sikap partai politik Islam cukup penting agar proses pembentukan koalisi tidak semata-mata karena alasan imajinatif namun faktual dan realistis. "Dan yang paling utama tetap dalam bingkai kebhinekaan," tandas Ray.[inilah.com]
  • 0 Comments
PKS Kepri - Juru bicara Partai Keadilan Sejahtera, Mardhani Ali Sera, mengatakan partainya akan mengajukan syarat bila diajak salah satu partai besar untuk berkoalisi menghadapi pemilihan presiden Juli nanti. "Kami ingin dari awal harus jelas arah kebijakannya," kata Mardhani seusai diskusi "Tika-Taka Koalisi" di Jakarta Pusat, Sabtu, 12 April 2014.

Menurut Mardhani, PKS tidak ingin kembali mengulang pengalaman berkoalisi selama sepuluh tahun terakhir. Dalam dua periode pemerintahan, PKS terikat koalisi dengan Partai Demokrat sebagai pemenang Pemilu 2009. Namun, kata Mardhani, koalisi tak berjalan bagus karena sesama anggota koalisi tak saling terbuka.

Selama ini PKS sering dianggap "anak nakal" dalam koalisi. Namun, menurut Mardhani, yang terjadi sebenarnya PKS tak pernah diajak dalam rapat-rapat penentuan keputusan dan kebijakan strategis. Dia menyebut komunikasi antaranggota koalisi selama ini tak berjalan efektif.

Biasanya, PKS tiba-tiba disodorkan dengan keputusan politik terkait dengan kebijakan yang dinilai partainya tak relevan. "Ke depan kami tak mau lagi koalisi dagang sapi. Kami mau koalisi yang terbuka." Meski begitu, kata Mardhani, partainya tak mau buru-buru membicarakan koalisi.

Sesuai dengan mekanisme dalam kebijakan internal partai, koalisi diputuskan oleh Majelis Syuro--pemilik keputusan tertinggi partai. PKS, kata dia, saat ini baru berfokus mengawal penghitungan suara hasil pemilu legislatif. Sedangkan rapat Majelis Syuro rencananya baru digelar Mei mendatang.

Dalam rapat Majelis Syuro nanti juga tak tertutup kemungkinan PKS akan mengambil pilihan sebagai partai oposisi, yang tidak merapat kepada salah satu partai mana pun. Pilihan itu, kata Mardhani, sangat mungkin untuk mengawal pemerintahan dan keberimbangan parlemen selama lima tahun mendatang.[tempo]
  • 0 Comments
PKS Kepri - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengaku menemukan belasan bentuk pelanggaran serta kecurangan pemilu legislatif di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pelanggaran dan kecurangan tersebut terjadi mulai dari tahap pemungutan suara di tempat pemungutan suara (TPS) hingga rekapitulasi suara.

Di antara kecurangan yang ditemukan adalah rekapitulasi yang menggelembungkan suara untuk partai tertentu. Di dalam siaran pers yang diterima Kompas.com dari Tim Media Center PKS pada Senin (14/4/2014), kecurangan rekapitulasi suara terjadi di tingkat Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), Panitia Pemungutan Suara (PPS), dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

“Ditemukan perbedaan jumlah DPT (daftar pemilih tetap), jumlah suara sah dan tidak sah, yaitu sebesar 118 suara, serta ditemukan juga perbedaan C-1 (perolehan suara) dengan C-1 ukuran Plano dan D-1 seperti yang terjadi di Kelurahan Rejowinangun, Kecamatan Kota Gede,” ujar Ketua Tim Advokasi Dewan Pimpinan Wilayah PKS DI Yogyakarta, Iwan Satriawan.

Selain itu, PKS juga menemukan C-1 Plano yang mengalami penggelembungan suara seperti yang terjadi di Desa Mbeji dan Desa Watusigar, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunung Kidul. KPPS juga dianggap telah melakukan pelanggaran dengan memalsukan jumlah suara di formulir C1 di kecamatan Sedayu, kelurahan Argomulyo, kabupaten Bantul.

“Kesalahan penggunaan rumus penghitungan di Microsoft Excel juga membuat jumlah suara suatu partai mengalami peningkatan, seperti yang terjadi di Kecamatan Kota Gede,” tutur Iwan.

Tak hanya pada proses rekapitulasi suara, PKS juga menemukan pelanggaran saat proses pemungutan suara. Setidaknya, ada tujuh bentuk kecurangan yang terjadi pada tahap ini, misalnya formulir C1 yang sejak awal tidak tersedia di kotak suara, KPPS dan PPS tidak memberikan Form C1 kepada Saksi, KPPS memaksa Saksi menulis C-1.

Selain itu, ditemukan TPS yang tidak mendapatkan C-1 Plano dan KPPS menggantinya dengan kalender, serta ditemukan petugas KPPS yang masih kelas 2 SMA dan belum memenuhi syarat menjadi anggota KPPS.

Hal lain yang disoroti tim pengawas PKS adalah sikap PPS yang tidak bersedia menjalankan prosedur standar menurut Peraturan KPU Nomor 27 Tahun 2013, yaitu tidak mau membuka C1 Plano dan/atau tidak menempelkan C1 Plano pada Papan Pengumuman. Hal itu terjadi di beberapa PPS Kelurahan, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta.

Temuan lain, kehilangan C-1 Plano seperti yang terjadi di salah satu TPS, Kelurahan Rejowinangun, Kecamatan Kota Gede, Kota Yogyakarta; PPS dengan sengaja melakukan penghitungan ulang data dari TPS meskipun Saksi belum mendapatkan C-1, seperti yang terjadi di Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul.

Sedangkan pelanggaran yang terjadi di tingkat PPK, yakni PPK tidak melakukan supervisi terhadap kesalahan atau kelalaian di tingkat PPS dengan mengambil kebijakan untuk membuka dan/atau menempel C-1 Plano pada papan pengumuman. Padahal, dengan dibuka dan/atau ditempelkannya C-1 Plano tersebut pada papan pengumuman dapat dilakukan pembetulan terhadap rekapitulasi suara yang terjadi di tingkat KPPS dan/atau PPS. Hal seperti itu ditemukan di PPK Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunung Kidul.

Selain itu, PKS juga menemukan ada C-1 Plano yang tidak ada di PPK dan masih ditinggalkan di Kelurahan, seperti yang terjadi di Kelurahan Argobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman. 

Saat ini, Iwan mengaku bahwa pihaknya sudah melaporkan berbagai pelanggaran ini ke Panitia Pengawas Pemilu. PKS berharap agar ada tindakan nyata dari Badan Pengawas Pemilu untuk melanjutkan laporan ini. [kompas]

  • 0 Comments
Older Posts Home
1 Aksi Buruh 22 Aleg Bicara 2 Artikel 14 Caleg 118 Daerah 1 Daftar PKS 5 Dr Salim 3 Dr Salim Segaf 1 Dr Salim Segaf Al-Jufri 1 Erupsi Semeru 1 Fraksi 51 Fraksi PKS 10 Fraksi PKS Batam 3 Fraksi PKS Kepri 1 Gunung Semeru 1 Harganas 2022 2 Hari Ayah 2021 12 Hari Ibu 2021 6 Hari Kartini 34 Hukum 21 Kajian 1 Kajian Pelayanan PKS 14 Kajian RKI 8 Keluarga 4 Kisah 1 Kisah PKS 14 Kisah RKI 1 Kitab Kuning 1 KSN 46 Layani Rakyat 5 Milad PKS 20 3 Muswil 327 Nasional 25 Opini 1 Peduli 1 Peduli Buruh 1 Peduli Nelayan 1 Pelatihan 44 Pelayanan PKS 97 Pemilu 4 Pemilu 2024 7 Pemira 1 Petani 23 Pilkada 68 Pilpres 464 PKS 2 PKS Batam 2 PKS Bela Ulama 1 PKS BelaUMKM 1 PKS Berbagi 1 PKS Dukung UMKM 1 PKS Kepri 20 PKS Layani Rakyat 7 PKS Muda 1 PKS Muda Batam 1 PKS Peduli 1 PKS Pelayan dan 133 PKS Pelayan Rakyat 1 PKS Politik 36 PKS Transformasi dan Kolaborasi 292 Politik 1 Politik Pelayanan PKS 2 Politik Top News 1 Rakerda PKS 1 Rakerwil PKS 1 Rakerwil PKS Kepri 23 Ramadhan 1443H 3 Ramadhan 1444H 6 Rekrutmen PKS 64 RKI 3 RKI PKS 2 RKI PKS Batam 1 Rumah Keluarga Agar 74 Rumah Keluarga Indonesia 3 Salim Segaf 4 Salim Segaf Al-Jufri 1 Salim Segaf di Kepri 1 Semeru 1 Senam Nusantara 30 Seputar Kepri 13 Taujih 1 Tolak RUU IKN 1 Top Nesws 957 Top News 1 Top News Pelayanan PKS 1 Ulama 1 UMKM Batam 1 UMKM Batam Maju 1 UMKM Maju 1 UMKM PKS

Where we are now

o

About me

a


Janice

"The most important thing is to enjoy your life — to be happy — it’s all that matters.”


Follow Us

  • bloglovin
  • pinterest
  • instagram
  • facebook
  • Instagram

Banner spot

recent posts

Labels

Aksi Buruh Aleg Bicara Artikel Caleg Daerah Daftar PKS Dr Salim Dr Salim Segaf Dr Salim Segaf Al-Jufri Erupsi Semeru Fraksi Fraksi PKS Fraksi PKS Batam Fraksi PKS Kepri Gunung Semeru Harganas 2022 Hari Ayah 2021 Hari Ibu 2021 Hari Kartini Hukum Kajian Kajian Pelayanan PKS Kajian RKI Keluarga Kisah Kisah PKS Kisah RKI Kitab Kuning KSN Layani Rakyat Milad PKS 20 Muswil Nasional Opini Peduli Peduli Buruh Peduli Nelayan Pelatihan Pelayanan PKS Pemilu Pemilu 2024 Pemira Petani Pilkada Pilpres PKS PKS Batam PKS Bela Ulama PKS BelaUMKM PKS Berbagi PKS Dukung UMKM PKS Kepri PKS Layani Rakyat PKS Muda PKS Muda Batam PKS Peduli PKS Pelayan dan PKS Pelayan Rakyat PKS Politik PKS Transformasi dan Kolaborasi Politik Politik Pelayanan PKS Politik Top News Rakerda PKS Rakerwil PKS Rakerwil PKS Kepri Ramadhan 1443H Ramadhan 1444H Rekrutmen PKS RKI RKI PKS RKI PKS Batam Rumah Keluarga Agar Rumah Keluarga Indonesia Salim Segaf Salim Segaf Al-Jufri Salim Segaf di Kepri Semeru Senam Nusantara Seputar Kepri Taujih Tolak RUU IKN Top Nesws Top News Top News Pelayanan PKS Ulama UMKM Batam UMKM Batam Maju UMKM Maju UMKM PKS
Powered by Blogger.

MKRdezign

Archive

  • ▼  2022 (177)
    • ▼  July (2)
      • Mengenal Potensi Diri pada Anak Istimewa
      • Kebutuhan Dapur di Batam Mahal, PKS dan RKI Sungai...
    • ►  June (31)
    • ►  May (18)
    • ►  April (34)
    • ►  March (42)
    • ►  February (29)
    • ►  January (21)
  • ►  2021 (298)
    • ►  December (41)
    • ►  November (49)
    • ►  October (33)
    • ►  September (34)
    • ►  August (24)
    • ►  July (18)
    • ►  June (25)
    • ►  May (14)
    • ►  April (19)
    • ►  March (7)
    • ►  February (27)
    • ►  January (7)
  • ►  2020 (10)
    • ►  December (4)
    • ►  March (2)
    • ►  January (4)
  • ►  2019 (39)
    • ►  December (12)
    • ►  November (5)
    • ►  October (4)
    • ►  September (8)
    • ►  August (2)
    • ►  July (2)
    • ►  May (2)
    • ►  April (3)
    • ►  January (1)
  • ►  2018 (57)
    • ►  December (4)
    • ►  November (5)
    • ►  October (9)
    • ►  September (11)
    • ►  August (3)
    • ►  July (3)
    • ►  April (6)
    • ►  March (4)
    • ►  February (6)
    • ►  January (6)
  • ►  2017 (118)
    • ►  December (5)
    • ►  November (8)
    • ►  October (19)
    • ►  September (14)
    • ►  August (11)
    • ►  July (13)
    • ►  June (3)
    • ►  May (4)
    • ►  April (15)
    • ►  March (17)
    • ►  February (7)
    • ►  January (2)
  • ►  2016 (142)
    • ►  December (6)
    • ►  November (4)
    • ►  October (1)
    • ►  September (8)
    • ►  August (7)
    • ►  July (5)
    • ►  June (2)
    • ►  May (5)
    • ►  April (26)
    • ►  March (21)
    • ►  February (27)
    • ►  January (30)
  • ►  2015 (144)
    • ►  December (36)
    • ►  November (21)
    • ►  October (8)
    • ►  September (1)
    • ►  June (9)
    • ►  May (13)
    • ►  April (18)
    • ►  March (17)
    • ►  February (10)
    • ►  January (11)
  • ►  2014 (603)
    • ►  December (17)
    • ►  November (22)
    • ►  October (3)
    • ►  September (22)
    • ►  July (12)
    • ►  June (65)
    • ►  May (41)
    • ►  April (37)
    • ►  March (135)
    • ►  February (77)
    • ►  January (172)
  • ►  2013 (65)
    • ►  December (52)
    • ►  November (13)
  • ►  2001 (1)
    • ►  June (1)

Technology

Breaking News

Populars

  • PKS Berharap Pilkades Serentak di Karimun Berjalan Sukses
    PKS Kepri -  KARIMUN - Komisi I DPRD Kabupaten Karimun meninjau persiapan menjelang pelaksanaan Pilkades 7 April 2015 disejumlah Desa di K...
  • Raden Hari Tjahyono Pimpin PKS Kepri
    PKS Kepri - Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) Kepulauan Riau mengalami perubahan struktur. Raden Hari Tjahyono yan...
  • Sukaryo Ajak Perangkat RT dan RW Kawal Usulan Pembangunan
    PKS Kepri - Untuk kesekian kalinya Sukaryo mengadvokasi usulan pembangunan di wilayah Sagulung. Kali ini di Perumahan Mantang, RT. 02 RW. 0...
  • Kapolda Kepri : Narkoba Musuh Besar Kita Semua
    PKS Kepri - Pemberantasan narkoba menjadi salah satu pekerjaan rumah utama oleh Polda Kepulauan Riau (Kepri). Hal tersebut langsung disampa...
  • PKS Tanjungpinang Deklarasi Pemenangan Prabowo-Hatta
    PKS Kepri -  PKS Tanjungpinang menggelar deklarasi pemenangan pasangan Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor ur...
  • Pemerintah Harus Serius Lindungi Bangsa dari Bahaya Rokok
    PKS Kepri -  Jakarta (22/8) - Ketua Bidang Kesejahteraan Rakyat DPP PKS Fahmi Alaydroes menegaskan perlu adanya   political   will   yang k...
  • Disiarkan Live, PKS Kepri Bedah Buku MKAD Sabtu Ini
    PKS Kepri - BATAM - Dewan Syariat Wilayah (DSW) PKS Kepri akan adakan Bedah Buku 'Menjawab Kegelisahan Aktivis Dakwah (MKAD)' secar...
  • PKS Minta PT PLN Batam Batalkan Kenaikan Tarif
    Raden Hari Tjahyono / Ketua DPW PKS Kepri PKS Kepri - Meski terjadi penolakan yang keras dari masyarakat Batam, sepertinya pembahasan kenai...
  • PKS : Pemerintah Harus Serius Perhatikan Pendidikan Hinterland
    PKS Kepri -  Pendidikan dan kesehatan adalah faktor penting untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Namun hal tersebut masih banyak cata...
  • Hilmi : PKS Tak Takut dengan Fitnah
    PKS Kepri - Ketua Dewan Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hilmi Aminuddin menegaskan, PKS tidak takut dengan fitnah-fitnah yan...

Main Tags

  • Aksi Buruh (1)
  • Aleg Bicara (22)
  • Artikel (2)
  • Caleg (14)
  • Daerah (118)
  • Daftar PKS (1)
  • Dr Salim (5)
  • Dr Salim Segaf (3)
  • Dr Salim Segaf Al-Jufri (1)
  • Erupsi Semeru (1)
  • Fraksi (1)
  • Fraksi PKS (51)
  • Fraksi PKS Batam (10)
  • Fraksi PKS Kepri (3)
  • Gunung Semeru (1)
  • Harganas 2022 (1)
  • Hari Ayah 2021 (2)
  • Hari Ibu 2021 (12)
  • Hari Kartini (6)
  • Hukum (34)
  • Kajian (21)
  • Kajian Pelayanan PKS (1)
  • Kajian RKI (14)
  • Keluarga (8)
  • Kisah (4)
  • Kisah PKS (1)
  • Kisah RKI (14)
  • Kitab Kuning (1)
  • KSN (1)
  • Layani Rakyat (46)
  • Milad PKS 20 (5)
  • Muswil (3)
  • Nasional (327)
  • Opini (25)
  • Peduli (1)
  • Peduli Buruh (1)
  • Peduli Nelayan (1)
  • Pelatihan (1)
  • Pelayanan PKS (44)
  • Pemilu (97)
  • Pemilu 2024 (4)
  • Pemira (7)
  • Petani (1)
  • Pilkada (23)
  • Pilpres (68)
  • PKS (464)
  • PKS Batam (2)
  • PKS Bela Ulama (2)
  • PKS BelaUMKM (1)
  • PKS Berbagi (1)
  • PKS Dukung UMKM (1)
  • PKS Kepri (1)
  • PKS Layani Rakyat (20)
  • PKS Muda (7)
  • PKS Muda Batam (1)
  • PKS Peduli (1)
  • PKS Pelayan dan (1)
  • PKS Pelayan Rakyat (133)
  • PKS Politik (1)
  • PKS Transformasi dan Kolaborasi (36)
  • Politik (292)
  • Politik Pelayanan PKS (1)
  • Politik Top News (2)
  • Rakerda PKS (1)
  • Rakerwil PKS (1)
  • Rakerwil PKS Kepri (1)
  • Ramadhan 1443H (23)
  • Ramadhan 1444H (3)
  • Rekrutmen PKS (6)
  • RKI (64)
  • RKI PKS (3)
  • RKI PKS Batam (2)
  • Rumah Keluarga Agar (1)
  • Rumah Keluarga Indonesia (74)
  • Salim Segaf (3)
  • Salim Segaf Al-Jufri (4)
  • Salim Segaf di Kepri (1)
  • Semeru (1)
  • Senam Nusantara (1)
  • Seputar Kepri (30)
  • Taujih (13)
  • Tolak RUU IKN (1)
  • Top Nesws (1)
  • Top News (957)
  • Top News Pelayanan PKS (1)
  • Ulama (1)
  • UMKM Batam (1)
  • UMKM Batam Maju (1)
  • UMKM Maju (1)
  • UMKM PKS (1)

Labels

  • Aksi Buruh
  • Aleg Bicara
  • Artikel
  • Caleg
  • Daerah
  • Daftar PKS
  • Dr Salim
  • Dr Salim Segaf
  • Dr Salim Segaf Al-Jufri
  • Erupsi Semeru
  • Fraksi
  • Fraksi PKS
  • Fraksi PKS Batam
  • Fraksi PKS Kepri
  • Gunung Semeru
  • Harganas 2022
  • Hari Ayah 2021
  • Hari Ibu 2021
  • Hari Kartini
  • Hukum
  • Kajian
  • Kajian Pelayanan PKS
  • Kajian RKI
  • Keluarga
  • Kisah
  • Kisah PKS
  • Kisah RKI
  • Kitab Kuning
  • KSN
  • Layani Rakyat
  • Milad PKS 20
  • Muswil
  • Nasional
  • Opini
  • Peduli
  • Peduli Buruh
  • Peduli Nelayan
  • Pelatihan
  • Pelayanan PKS
  • Pemilu
  • Pemilu 2024
  • Pemira
  • Petani
  • Pilkada
  • Pilpres
  • PKS
  • PKS Batam
  • PKS Bela Ulama
  • PKS BelaUMKM
  • PKS Berbagi
  • PKS Dukung UMKM
  • PKS Kepri
  • PKS Layani Rakyat
  • PKS Muda
  • PKS Muda Batam
  • PKS Peduli
  • PKS Pelayan dan
  • PKS Pelayan Rakyat
  • PKS Politik
  • PKS Transformasi dan Kolaborasi
  • Politik
  • Politik Pelayanan PKS
  • Politik Top News
  • Rakerda PKS
  • Rakerwil PKS
  • Rakerwil PKS Kepri
  • Ramadhan 1443H
  • Ramadhan 1444H
  • Rekrutmen PKS
  • RKI
  • RKI PKS
  • RKI PKS Batam
  • Rumah Keluarga Agar
  • Rumah Keluarga Indonesia
  • Salim Segaf
  • Salim Segaf Al-Jufri
  • Salim Segaf di Kepri
  • Semeru
  • Senam Nusantara
  • Seputar Kepri
  • Taujih
  • Tolak RUU IKN
  • Top Nesws
  • Top News
  • Top News Pelayanan PKS
  • Ulama
  • UMKM Batam
  • UMKM Batam Maju
  • UMKM Maju
  • UMKM PKS

  • Home
  • Home

instagram

Template Created By :Blogger Templates | ThemeXpose . All Rights Reserved.

Back to top