TESTING

Main Tags

Categories

Follow Us

  • Home
  • Features
  • _POST FORMAT
  • _Error Page
  • Trending
  • contact
Arief Munandar
Doktor Sosiologi Politik dan Organisasi Universitas Indonesia

Pascaterpilihnya Salim Segaf Al Jufri sebagai ketua Majelis Syura PKS medio 2015 lalu, dinamika internal partai ini menjadi semakin menarik diikuti. Sejak terpilih menjadi pimpinan tertinggi, Salim terlihat ingin kembali menegaskan komitmen partainya untuk memperkuat jati diri sebagai partai dakwah yang bersih, peduli, dan profesional.

Publik pun seolah-olah disuguhkan warna yang baru dari era kepemimpinan Salim. Ketimbang memicu pertikaian internal dengan elemen-elemen partai yang mungkin belum bisa "move on", Salim dan tim memilih melukis dan mewarnai kanvas PKS dengan coraknya sendiri. Ini strategi yang jitu karena partai politik sejatinya selalu menjadi arena pertarungan simbolis antarpihak yang mencoba menyodorkan tafsir atas ideologi partai.

Setiap pihak ingin agar tafsirnya menjadi rujukan. Setiap tafsir mengundang pendukung dan penentang. Oleh karena itu, perubahan warna dari masa ke masa adalah niscaya. Dalam situasi ini, bermain tenang sesuai dengan konstitusi partai adalah pilihan yang paling masuk akal.

Sebagai nakhoda baru, Salim berpandangan bahwa PKS membutuhkan etalase yang selaras dengan brand image partai yang ingin dibangunnya. Bisa dipahami jika pilihan jatuh kepada Mohamad Sohibul Iman untuk memimpin eksekutif partai sebagai presiden PKS. Sosok ilmuwan yang menamatkan sarjana hingga doktor di bidang kebijakan teknologi di Jepang ini awalnya dikenal sebagai akademisi yang tekun berkarier di BPPT pada era BJ Habibie, sebelum menjadi politisi PKS dan menjabat wakil ketua DPR periode yang lalu.

Sohibul Iman adalah sosok yang tampil santun dan sederhana, tapi memiliki gagasan yang berbobot. Gaya komunikasinya yang tenang, runtut, dan tidak meledak-ledak mengingatkan publik kepada pendahulunya di Universitas Paramadina, Nurcholis Madjid. Perjalanan panjang kariernya yang bervariasi, termasuk sebagai mantan rektor Universitas Paramadina, menandakan Sohibul Iman sangat terbiasa bergaul dan menjalin komunikasi lintas partai, kelompok, dan golongan. Kalangan yang dekat dengannya menyebut Sohibul Iman sebagai sosok yang pluralis-berkarakter, mampu bercampur, tapi tetap berbeda.

Dalam situasi yang digambarkan di atas, penanganan kasus Fahri Hamzah bisa dimaknai sebagai upaya untuk menyelaraskan anggota pasukan dengan visi dan misi panglimanya. Hal ini terlihat dari penjelasan resmi DPP PKS atas kronologis munculnya keputusan tersebut.

Baru terungkap, ternyata prosesnya sudah berlangsung sejak tujuh bulan lalu. Inti masalahnya sangat sederhana dan mendasar: Fahri dinilai gagal menyesuaikan diri dengan arah dan kebijakan pimpinan baru.

Dalam beberapa kasus, Fahri terlihat lebih merepresentasikan kepentingan eksternal dibandingkan partainya. Sebagai contoh, Fahri secara terbuka melakukan pembelaan kepada koleganya, Setya Novanto, dalam kasus saham Freeport di saat pimpinan PKS memiliki keputusan yang berbeda. Demikian pula sikap Fahri yang konsisten ingin melemahkan KPK, padahal pimpinan PKS ingin terus memperkuat peran dan fungsi lembaga antirasywah ini.

Tampaknya inilah yang mendorong Ketua Majelis Syura PKS meminta Fahri mundur dari posisinya sebagai wakil ketua DPR, dan mengarahkannya untuk mau dipindahkan ke alat kelengkapan dewan lainnya. Namun, Fahri yang semula menyatakan kesediaannya kemudian berbalik menolak, bahkan melawan keputusan pimpinan secara terang-terangan. Sehingga, prosesnya berujung pada pemberhentian Fahri dari seluruh jenjang keanggotaan partai.

Fahri memang sosok yang fenomenal sekaligus kontroversial. Mungkin publik belum lupa, beberapa tahun yang lalu, Fahri mengemukakan ide untuk menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada mantan presiden Soeharto. Sisi kontroversial Fahri diperkuat dengan diksinya yang kerap tajam dan menyengat, seperti menyebut Presiden Jokowi "sinting" atau koleganya para anggota dewan "beloon".

Sebagai ikon PKS, tentunya sikap Fahri ini berdampak kepada citra partai di benak publik. Tidak heran jika kesan keras, kontroversial, dan eksklusif lekat dengan wajah lama PKS.

Dalam konteks itulah, Fahri dinilai tidak bisa menjadi representasi wajah baru PKS yang lebih santun, moderat, serta mampu membangun titik temu dan kebersamaan dengan berbagai kalangan. Gaya Fahri yang meledak-ledak, teatrikal, dan kerap memicu konflik, dirasa tidak koheren dengan corak lukisan baru yang ingin dituangkan duet Salim dan Sohibul Iman di atas kanvas PKS hari ini.

Membiarkan Fahri dengan berbagai manuver khasnya seolah membenarkan tesis sejumlah pakar bahwa partai politik rentan terjangkiti problem keagenan yang akut, di mana elite partai kerap tidak merepresentasikan ideologi yang dianut partainya, tetapi menjadi pelayan dari kepentingan lain di luar partai.

Pimpinan PKS dihadapkan pada dua pilihan: Fahri mengubah warnanya atau dicarikan pengganti dengan corak yang lebih pas. Dari kronologi yang berujung pada pemberhentian Fahri, terlihat bahwa pimpinan PKS mengambil opsi yang pertama.

Dalam rentang waktu tujuh bulan, diupayakan proses dialog, komunikasi, mediasi, hingga pemberian kesempatan kepada Fahri untuk membela diri di hadapan mahkamah partai. Namun, kompromi politik antara pimpinan PKS dan Fahri gagal dicapai. Ruang kompromi yang ditawarkan pimpinan partai sepertinya tidak mampu melunakkan sikap "singa" parlemen tersebut.

Pimpinan PKS akhirnya sampai pada keputusan untuk mencari sosok yang lebih tepat merepresentasikan wajah baru PKS sebagai partai dakwah yang cerdas, inklusif, dan mengayomi. Pilihan akhirnya jatuh kepada Ledia Hanifa, satu-satunya perempuan di jajaran anggota legislatif PKS periode ini. Ia dikenal sebagai perempuan PKS yang cerdas dan luwes dalam bergaul sehingga diterima oleh kalangan yang luas, di dalam maupun di luar partai.

Rekam jejaknya cukup konsisten dalam mengangkat soal-soal perlindungan kaum perempuan, ibu dan anak, di samping isu-isu keumatan yang krusial, seperti pengelolaan penyelenggaraan haji dan umrah serta produk halal. Menyodorkan Ledia sebagai wakil ketua Dewan adalah satu lagi keputusan pimpinan baru PKS yang unpredictable, tapi brilian.

Banyak kalangan yang tak pernah menduga PKS akan memberikan ruang dan panggung politik yang luas bagi kader perempuannya. Secara politis, keputusan ini akan mengubah positioning dan brand PKS yang semula dikesankan konservatif-patriarkis menjadi lebih apresiatif terhadap peran politik perempuan.

Dengan wajah barunya ini, PKS sedang memberikan tawaran yang cukup menggairahkan bagi perpolitikan Indonesia. Namun, publik tentunya masih butuh pembuktian. Bagi pimpinan baru PKS, ujian selanjutnya adalah soal konsistensi kebijakan.

Publik perlu diyakinkan bahwa berkhidmat kepada rakyat sebagai partai dakwah yang bersih, peduli, dan profesional adalah komitmen yang diamalkan dengan penuh antusiasme dari waktu ke waktu. Hal itu bukan sekadar jualan politik sesaat, apalagi hanya sebagai political gimmick. Publik merindukan PKS tampil sebagai partai yang bersahaja, tapi berlimpah dengan karya.
 (republika)

  • 0 Comments
oleh : Ummu Aisyah

Berkeluarga yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. adalah yang terbentuk dari suami (laki-laki) sholih dan istri (perempuan) sholihah. Keduanya bertanggung jawab terhadap rumah tangganya, saling bekerjasama, menumbuhkan rasa kasih sayang dan pergaulan yang baik antara keduanya. Suami istri ini juga selalu bekerjasama mencari solusi atas berbagai problematika dan perselisihan keluarga menurut syariat islam.


Rumah tangga merupakan benteng yang menyusun kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Jika keluarga ini mampu menjadi benteng yang kuat dan kokoh, maka negara pun akan kuat.


Seorang yang membentuk keluarga harus mencari calon istri, perempuan yang muslimah. Mengapa? Karena seorang muslimah yang sholihah itu telah memenuhi kriteria dunia akhirat. Diharapkan mampu menjadi pendukung dakwah suami.


Tirmizi meriwayatkan dari tsauban, ia berkata : ketika turun ayat ke 34 Q.S. At Taubah. Saat itu kamk sedang bersama Rasulullah saw dalam suatu perjalanan. Sebagian sahabat berkata bahwa : "Ayat ini turun perihal emas dan perak. Seandainya kamj tahu harta apa yang paling utama pasti menjadikannya terbaik. Maka Rasulullah saw bersabda : 'Yang utama adalah lisN yang senantiasa berzikir, hati yang selalu bersyukur dan istri yang sholihan yang membantu suaminya dalam menjaga keimanannya.'"


Ustadz Cahyadi Takariawan menuliskan dalam bukunya "Wonderful Family", sesungguhnya pernikahan dan keluarga terjadi bukan semata-mata karena memenuhi hasrat kemanusiaan. Pernikahan adalah jalam yang bertanggung jawab untuk membentum kebudayaan agung dan peradaban mulia. Lebih dari itu, pernikahan merupakan amanat ketuhanan dan risalah kenabian. Untuk itu, pernikahan bukankah semata peristiwa menyalurkan "hasrat kebebasan" secara bertanggung jawab  melainkan, pernikahan adalah sebuah upaya meretas peradaban kemanusiaan yang bermartabat.


Ikatan yang telah ditentukan oleh Allah dan bahkan banyak disebutkan dan diatur dalam kitab-Nya. "Seorang laki-laki yang baik akan dipasangkan dengan seorang perempuan yang baik pula..." 


Dan pernikahan merupakan suatu perjanjian yang agung atas nama Allah. Bukan seperti orang yang membeli sepatu, dengan mudah bisa berganti sepatu dan membuangnya. Dengan alasan mencari yang lebih pas atau cocok.


Keluarga yang berjalan sesuai syariat atau tatanan ketuhanan yang akan membawa keberkahan. Keberkahan itu bisa berupa rizki yang berlimpah, ibadah yang semakin bertambah bagus, kesehatan, atau keluarga yang bisa lebih memberikan kebaikan untuk masyarakat sekitar.


Keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah. Keluarga yang dipenuhi keindahan, kebahagiaan, keharmonisan dan kemuliaan. Keluarga yang terjauhkan dari penyimpangan, kekerasan, kekasaran sikap, kesewenangan, dan kehancuran. Sebuah keluarga yang berdiri atas nilai-nilai kebaikan, dan dipenuhi keberkahan. Keluarga yang memberikan kontribusi kebaikan bagi masyarakat, bangsa dan negara.


Itulah sebagian gambaran dari keluarga yang dirindu penduduk langit. Keluarga yang tersusun dengan sebenar keinginan Sang Pemilik kehidupan. Dari seorang laki-laki muslim yang sholih dan seorang perempuang muslimah yang sholihah. Keluarga yang memiliki misi dunia akhirat. Dan dipenuhi dengan kebaikan-kebaikan. Bahagia di dunia dan bersama menggapai surga.

Referensi :
 Syeikh Abu Al Hamd Rabee'. 2011. Membumikan Harapan Keluarga Islam Idaman. Jakarta. Lembaga Kajian Ketahanan Keluarga Indonesia (LK3I).
 Cahyadi Takariawan. 2012. Wonderful Family. Solo. Era Adicitra Intermedia.
  • 0 Comments
Alunan ayat ayat Al-Qur'an terdengar sungguh merdu menambah kekhusukanku saat itu. Fasih dan indah sekali. Siapakah gerangan Imam yang memimpin sholat itu? Pertanyaan itu menggebu di jiwaku sehabis sholat isya suatu waktu.

Waktu itu aku sedang dalam perjalanan pulang ke rumah, karena waktu keburu Isya aku sempatkan berhenti untuk sholat di Masjid Iswatun Hasanah Kolong Atas. Masjid ini sepertinya baru saja direnovasi. Tampak beberapa material bangunan masih menumpuk dihalaman masjid.

Setelah berwudhu, kulangkahkan kaki memasuki Masjid yang sungguh indah, walaupun bagian luar masih belum selesai pengerjaannya, namun bagian dalam Masjid sudah selesai. Sepertinya gaya arsitektur campuran timur tengah dan Nusantara.

Dengan segera aku menuju shaf yang paling belakang, karna ternyata aku sudah ketinggalan satu rakaat. Seketika itu langsung ku mendengarkan bacaan Imam tadi hingga kusempurnakan rakaat masbukku.

Sehabis dzikir dan doa, sejurus kuperhatikan siapakah geranga Imamku saat itu. Ternyata beliau adalah Ustadz Komarudin Al-Hafidz, pria yang lahir pada 1 Agustus 1977 pernah mondok di Pondok Pesantren Darul Huffadz yang terkenal di Sulawesi Selatan.

Memang nama yang tidak asing bagi sebagian masyarakat Kabupaten Karimun. Beliau pernah bertugas menjadi Imam Masjid Agung kabupaten Karimun periode 2006-2008. Mungkin saat ini beliau sudah turun gunung batinku saat itu, karena saat itu beliau mengimami Masjid yang lebih kecil yang memang dekat dengan tempat tinggal beliau.

Saat ini Beliau diamanahkan sebagai wakil rakyat untuk periode kedua kalinya dari PKS. Timbul satu pertanyaan dalam pikiranku saat itu. Jarang-jarang anggota dewan yang bisa ngimamin jamaah sholat, hafidz lagi. Semoga beliau amanah dan harapanku ke depan, semakin banyak orang-orang seperti beliau memberi warna yang positif dalam kerasnya dunia politik dinegeri Berazam ini.

Ustadz Komaruddin juga pernah mewakili beberapa event MTQ tingkat Provinsi (saat itu Provinsi Kepulauan Riau masih bergabung dengan Riau). Ustadz Komaruddin juga menjuarai Cabang 30 juz plus tafsir bahasa Arab hingga mewakili Riau ketingkat Nasional.

Selain itu juga Ust Komar kerap kali menjadi dewan hakim di tingkat Kabupaten dan tingkat provinsi, tiap tahunnya sebagai dewan hakim penanya Tahfidz Quran. Kini Ustadz Komar menduduki Sekretaris Komisi II DPRD Karimun yang membidangi keuangan, koperasi, kelautan, perikanan dan pertanian.
Sosok ustadz Komar ini sangat menjadi kebanggaan masyarakat Karimun. Ia acap kali mengisi pengajian di beberapa masjid dan mushola serta pengajian Ibu-ibu dan hari besar Islam, walau pun tugasnya sebagai anggota Dewan pun tetap dilakoninya.

Ustadz Komar kini sudah menduduki dua priode di DPRD Karimun bersama Fraksi Partai Keadilan Sejahtera. Beliau maju lewat Dapil Meral Tebing untuk kedua kalinya menjadi anggota DPRD Karimun. (Norman)

  • 0 Comments
PKS Kepri -  Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan menggelar maulid Nabi Muhammad SAW, di Kantor DPP PKS, Kamis (7/1/2016). Penyelenggaraan digelar bersama Majelis Rasulullah, komunitas cinta Rasulullah terbesar di Ibukota.

Ketua Majelis Syuro PKS Habib Salim Segaf Al Jufrie mengatakan bulan Rabiul Awwal yang populer disebut bulan maulid oleh umat Islam Indonesia adalah bulan ekspresi kecintaan kaum Muslimin kepada baginda Rasulullah SAW.

"Baik diperingati atau tidak diperingati kelahirannya, umat Islam wajib mencintai Rasulullah SAW. Nah, penyelenggarakan acara maulid  harus menguatkan cinta kita kepada baginda Rasulullah SAW," ujar Habib Salim  di kantor DPP PKS, Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan, Selasa (5/1/2016).

Ketua Bidang Pengembangan Umat (BPU) DPP PKS Hilman Rosyad menambahkan, bukti kecintaan kepada Nabi Muhammad SAw bisa dilakukan dengan empat cara, yaitu  mengimani ajarannya, mengikuti sunahnya, mendakwahkan ajarannya, dan memperbanyak shalawat.

"Mempelajari sejarahnya, mengikuti sunnah keteladannya, dan selalu menyebut namanya dengan shalawat adalah bukti kecintaan kita kepada Rasulullah SAW. Maulid Nabi ini adalah salah satu medium itu semua," tambah Hilman.

Hilman mengungkapkan, penyelenggaraan Maulid Nabi bertema "Meneladani Nabi, Membangun Negeri" akan digelar di Kantor DPP PKS pada Kamis, 7 Januari 2016 mendatang. PKS bekerjasama dengan Majelis Rasulullah dan mengundang lebih dari 50 ulama dan habaib se-Jabodetabek.

Sejumlah ormas Islam yang akan hadir di antaranya Persatuan Umat Islam (PUI), Dewan Dakwah, Mathlaul Anwar, IKADI dan ICMI.

Sementara dari PKS, Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP) yang terdiri dari Ketua Majelis Syuro Habib Salim Segaf Al Jufrie, Wakil Ketua Majelis Syuro Hidayat Nurwahid, Ketua Dewan Syariah Surahman Hidayat, Ketua MPP Suharna Surapranata, Presiden PKS Sohibul Iman dan Sekjen Taufik Ridho akan hadir. Seluruh anggota FPKS di DPR-RI juga dijadwalkan hadir selain pengurus DPP dan DSP PKS.

"Melalui Maulid ini kami juga ingin menguatkan semangat persatuan umat Islam. Kalau dengan Maulid perbedaan-perbedaan di tubuh umat Islam bisa dihindari, kenapa tidak," jelas Hilman.

  • 0 Comments
PKS Kepri - Beruntung orang yang beriman. Tapi, jika hanya iman jelas tidaklah cukup. Karena itu, cukupkanlah dengan amal saleh. Tapi sayang, pesan Alquran dalam surah al-'Ashr, iman dan amal saleh masih dianggap belum cukup; kecuali diiringi dengan upaya saling mengingatkan kepada kebaikan dan kesabaran.

Pesan moral Alquran dalam surah ke-103 ini melandasi atas pentingnya nilai-nilai yang disebut di atas. Bahkan atas dasar itu, Allah SWT harus turut bersumpah dengan atas nama makhluk-Nya yang bernama 'waktu' (al-'Ashr). Ada hasrat Allah yang tersurat, yaitu ingin semua manusia berada dalam keberuntungan hidup bukan justru berkubang dalam sumur kerugiaan.

Nah, untuk menyebut supaya kita tidak didera kerugiaan (lafii khusrin), upaya memupuk keimanan dan amal saleh harus juga disertai dengan usaha saling mengingatkan kepada kebaikan dan kesabaran. Mengapa harus iman? Karena, ia adalah fondasi; hal yang fundamental dalam membangun sikap keberagamaan manusia.

Iman yang menyebabkan rasa aman, damai, dan tenang dalam menapak di planet kehidupan. Iman pula yang menghadirkan rasa tanggung jawab (amanah) dalam hidup. Karena iman, ia akan dipercaya (amin) dan dalam setiap rangkaian harap dan doa akan sangat didengar (amin). Ada keselamatan dan bimbingan keberuntungan hidup dengan kita beriman.

Surah an-Nisa, ayat 138 menyebutkan, “Barang siapa yang tidak beriman (kufur) kepada Allah, malaikat, kitab-kitab Allah, para rasul, dan Hari Akhir maka ia tersesat dengan kesesatan yang jauh.” Lalu, mengapa kita harus beramal saleh dan saling menasihati dalam kebaikan dan kesabaran? Karena, di hampir semua ayat dalam Alquran kata iman selalu digandeng dengan kata amal saleh.

Kalau iman banyak berhubungan dengan garis vertikal, amal saleh dan kebajikan lain lebih sering berkaitan dengan sesuatu yang horizontal. Kedua konsep ini merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Apabila salah satu dari keduanya tiada maka kesempurnaan dari salah satunya akan berkurang.

Hal ini terlihat dari sabda Nabi SAW, “Allah tidak menerima iman tanpa amal perbuatan dan tidak pula menerima amal perbuatan tanpa iman.” (HR Ath-Thabrani). Seperti dalam firman-Nya, “Dan, orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.” (QS al-Baqarah [2]: 82).

Hal luar biasa adalah yang disebut dalam surah an-Nuur, bahwa Allah menjanjikan satu keadaan yang istimewa saat nilai keimanan dan amal saleh telah dihidupkan. Apalagi, sampai upaya luhur saling memberi nasihat kepada kebaikan dan kesabaran terus diciptakan. Pendeklarasian Allah, yaitu, “Bersiaplah untuk menjadi pemimpin di muka bumi!”

“Dan, Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan  yang beramal saleh, bahwa sungguh mereka akan 'memimpin' di muka bumi, sebagaimana orang-orang yang terdahulu sebelum mereka telah memimpin, dan sungguh Allah akan meneguhkan kedudukan agama mereka yang telah diridai oleh Allah untuk mereka. Juga akan diubah keadaan mereka oleh Allah sesudah mereka merasa ketakutan menjadi aman sentosa ...” (QS an-Nuur : 55).

Subhanallah, langkah strategis saat 'syahwat' memimpin sedang menggelayuti kita. Tidak harus berburu apalagi saling sikut. Kita hanya cukup bersiap dengan upaya menanamkan iman, amal saleh, dan terus berupaya saling menasihati kepada kebaikan dan kesabaran.

Oleh : Ust. Arifin Ilham, Dai 

sumber : republika online
  • 0 Comments

pksnongsa.org dan beberapa subdomainnya
PKS Kepri - Hari ini, Senin (17/2/2014) pksnongsa.org genap berusia 5 tahun. Menanggapi momen bersejarah ini, Ketua DPD PKS Kota Batam, Taufik Hermawan menyampaikan apresiasinya untuk pksnongsa.org yang telah bekerja maksimal dalam berkontribusi melalui media untuk kepentingan dakwah.

"Mabruk, pksnongsa.org bukan hanya milik Nongsa bukan pula Batam, bahkan sudah dimiliki oleh kader-kader se-nusantara. Semoga menjadi lebih baik kedepannya," ungkap Taufik melalui pesan Blackberry Messenger, Senin (17/2).

Hal ini dirasakan sendiri oleh Taufik ketika menghadiri sebuah pertemuan DPD PKS se-Indonesia beberapa waktu yang lalu. Saat itu, ada seorang ikhwah dari Gorontallo yang tiba-tiba membicarakan tentang pksnongsa.org, itulah yang melatarbelakangi komentarnya diatas bahwasanya pksnongsa.org sudah mulai dikenal luas oleh para kader di seluruh Indonesia.

Lain pengalaman Taufik, tentu lain pula dengan pengalaman yang dirasakan oleh Ketua DPW PKS Kepulauan Riau, Abdul Rahman, Lc mengenai pksnongsa.org. Beliau pernah menyampaikan kepada kami bahwa, saat menghadiri acara election update di DPP PKS, tiba-tiba Fahri Hamzah yang akrab disapa "Bang Fahri" juga menyinggung tentang pksnongsa.org.

"PKS Nongsa sedang dibicarakan Bang Fahri di election update," ungkap Abdul Rahman melalui grup diskusi Blackberry Messenger kala itu.

Bahkan, Abdul Rahman pernah menyampaikan langsung kepada Presiden PKS Anis Matta saat berkunjung ke Provinsi Kepulauan Riau dalam rangka konsolidasi kader PKS tahun 2013 yang lalu. Beliau menyampaikan hal itu saat dalam perjalanan laut dengan menggunakan ferry dari Kota Batam menuju Pulau Penyengat, di Tanjungpinang. Kebetulan PKS Nongsa juga ikut serta dalam perjalanan itu.

"Selain PKS Piyungan, kita juga punya PKS Nongsa. Sama-sama blog yang dimiliki oleh DPC PKS. PKS Nongsa nomor dua setelah PKS Piyungan," begitu kira-kira kata Abdul Rahman kepada Presiden PKS Anis Matta dan juga rombongan dari DPP PKS dan Wilda Sumatera serta para awak media saat itu.

Berkaitan dengan Milad PKS Nongsa yang ke-5 ini, Abdul Rahman juga berpesan kepada PKS Nongsa agar selalu meluruskan niat dan pancangkan terus semangat perjuangan melalui sosial media, karena menurutnya media yang memiliki penetrasi yang kuat setelah TV adalah internet.

"Maka ini harus dimaksimalkan. Dari segi contain, PKS Nongsa sudah cukup bagus. Tinggal bagaimana seluruh kegiatan ikhwah bisa dipublikasikan dengan maksimal," ujarnya.

Sementara itu, Humas DPW PKS Kepulauan Riau Prijanto Rabbani juga pernah menceritakan pengalamannya tentang pksnongsa.org yang dibicarakan dalam sebuah rapat koordinasi Humas PKS se-Indonesia yang diadakan di Lombok, Nusa Tenggara Barat beberapa waktu yang lalu.

"Saat Rakor Humas di Lombok, ada yang bertanya tentang PKS Nongsa. Saya jelaskan, PKS Nongsa itu adanya di Batam, Kepulauan Riau. PKS Nongsa sudah dikenal dimana-mana," ujar Prijanto kala itu.

Anggota Komisi X DPR RI, Herlini Amran juga tidak ketinggalan. Beliau memberikan saran dan masukan yang sangat bagus bagi PKS Nongsa.

"Mabruk ya," ujar Herlini saat memberikan ucapan selamat ulang tahun yang ke-5 kepada PKS Nongsa beberapa hari yang lalu.

Beliau menyarankan agar PKS Nongsa memuat data tentang jumlah prosentase pengunjung ke blog pksnongsa.org sejak lima tahun hadir mewarnai jagat maya.

"Kalau ada data pengunjung per tahun cakep tuh. Di tahun ke-5 lompatannya berapa kali lipat, terus testimoni para pengunjung aktif boleh juga dimuat. Atau boleh juga minta komen terbuka pengunjungnya," katanya.

Bahkan, beliau menyarankan agar PKS Nongsa menanyakan ke Presiden PKS Anis Matta tentang pernah tidak beliau  'menengok' pksnongsa.org.

"Kalau punya link, bisa tanya presiden partai, apa pernah 'nengok' pksnongsa," katanya.

Itulah beberapa komentar, saran dan masukan dari beberapa orang qiyadah mengenai blog pksnongsa.org. Dan, dari beragam komentar dan pengalaman beberapa orang tersebut diatas, kiranya tidak berlebihan dengan judul tulisan ini yang menyebutkan bahwa blog pksnongsa.org sudah menjadi milik kader PKS se-nusantara. Hal ini masih ditambah lagi dengan semakin banyaknya kiriman berita atau artikel seputar PKS dari berbagai daerah baik dalam maupun luar negeri. Bahkan PKS Nongsa juga sering mendapat kiriman berita yang jika dilihat tidak ada hubungan langsung dengan PKS. Akan tetapi, kami tetap memberikan apresiasi usaha Sahabat PKS Nongsa tersebut dengan cara membantu mempublikasikan berita yang telah dikirim kepada kami.

Sedikit Data mengenai pksnongsa.org

Blog pksnongsa.org memiliki empat subdomain yakni foto.pksnongsa.org, video.pksnongsa.org, batubesar.pksnongsa.org dan kabil.pksnongsa.org. Karena keterbatasan waktu dan SDM, dari kelima blog tersebut sampai saat ini masih pksnongsa.org saja yang paling aktif dengan total jumlah kunjungan hingga saat ini telah mencapai 2.690.000-an.

Sementara itu untuk jumlah follower (pengikut) pada akun Twitter @pksnongsa pada tahun kelima ini baru mencapai 9.210 orang, Fans page Facebook DPC PKS Nongsa berjumlah 772 orang dan 339 Friends di lingkaran Google Plus PKS Nongsa. Jumlah tersebut masih akan terus bertambah, Insya Allah.

Melalui tulisan ini, kami juga menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada para pengunjung setia pksnongsa.org. Kami mohon kritik dan sarannya untuk kemajuan pksnongsa.org kedepannya. Untuk kritik dan sarannya mohon dimasukan di kolom komentar (Disqus) yang ada dibawah tulisan ini dan anda dapat login pada halaman komentar tersebut dengan menggunakan akun Twitter, Facebook dan Google (gmail). Sekali lagi terima kasih.

Oleh: Bang DM
  • 0 Comments
PKS Kepri - Iklan PKS Mengusung Misi Pencerahan Publik

Beragam tanggapan muncul pasca kemunculan seri pertama iklan yang dibuat DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Ada yang memuji terutama pilihan tema dan edukasi yang diusung iklan tersebut. Ada juga yang mengkritik, serta ada yang meresponnya secara datar alias biasa-biasa saja. 

Serial iklan PKS muncul ditengah keterbatasan sumberdaya dan masih rendahnya elektabilitas PKS, merujuk pada survei yang dilakukan sejumlah lembaga survei. Hal yang sama dialami semua partai-partai berbasis massa Islam lainnya. 

Namun demikian ada sejumlah kejanggalan dari hasil-hasil survei yang diumumkan ke publik tersebut. Diantara kejanggalan itu adalah disembunyikannya jumlah sebenarnya swing voters dan undecided voters yang saat ini diperkirakan masih diatas 50% dari pemilih. 

Disinilah PKS melihat pentingnya memunculkan iklan meski sumberdaya yang dimiliki cukup terbatas. Dengan semangat gotong royong yang ada alhamdulillah kebutuhan dana untuk itu bisa diatasi dari sumbangan kader-kader PKS sendiri.

Segmentasi Sasaran
Hasil riset yang kami lakukan menunjukkan, 50% pemirsa yang menonton iklan tersebut berasal dari kalangan menengah ke bawah, 30% merupakan kalangan muda dan pemilih pemula, dan 10% merupakan pemirsa yang masih peduli dengan berita-berita seputar politik. Dari sisi komposisi pemirsa hal itu sudah mendekati target pemirsa yang diharapkan sebagai target pemilih baru PKS pada Pemilu legislatif 9 April 2014 nanti. 

Adapun pemilih tradisional PKS, terutama kader dan simpatisan bukanlah sasaran utama iklan tersebut, karena kami yakin masih tingginya soliditas pemilih PKS. Dengan demikian desain iklan tersebut memang diperuntukkan untuk pemilih yang lebih luas dengan latar belakang yang sangat beragam.

PKS bukan sekedar ingin masuk ke dalam segmen terbesar pemilih tersebut yang merupakan mayoritas warga negeri ini. Sebagian besar dari mereka pada hakikatnya adalah Ummat Islam. Namun lebih dari itu PKS ingin menampilkan iklan yang mencerahkan masyarakat.
Diawali dengan mengajak masyarakat untuk tidak terburu-buru memosisikan diri untuk tidak memilih (golput). Silahkan bedah kinerja dan kiprah partai-partai selama ini. Jika memang masih ada yang peduli dan layak dipilih mengapa harus golput? Pesan itu akan semakin jelas dengan menyaksikan seri ke-2 dan ke-3 iklan PKS yang akan tayang sebentar lagi.
Versi Youtube
Selain menyebarluaskan pesan melalui media mainstream (TV), DPP PKS juga memanfaatkan media sosial sebagai medium penyampaian pesan. Untuk kebutuhan tersebut dibuat iklan PKS versi Youtube. Tidak hanya versi pendek (15 - 30 detik), namun juga salam versi dengan durasi lebih lama.
Peran kader PKS yang aktif di berbagai media sosial selama ini sangat penting dan strategis. Semangat menyampaikan pesan kebaikan yang dilakukan kader dan simpatisan PKS di seluruh Indonesia perlu diacungi jempol.

Seperti kita ketahui, saat ini ada sekitar 76 juta pengguna internet di Indonesia. Mereka merupakan pemirsa potensial yang harus disapa oleh kader-kader PKS diberbagai daerah di Indonesia. Boleh jadi, kekuatan media sosial bisa jauh melampaui media mainstream Salam menyampaikan pesan politik PKS.

Mencerahkan Publik
Sekali lagi, dibutuhkan kreatifitas dan pemilihan pesan yang tepat dan jelas kepada publik ditengah berbagai keterbatasan sumberdaya. Terlebih saat ini bukanlah musim parpol beriklan karena Pemilu masih sekitar 70 hari lagi. Hanya Parpol dengan kekuatan dana yang tidak terbataslah yang beriklan di saat-saat sekarang. Dengan kekuatan dananya mereka membanjiri ruang publik dengan iklan-iklan yang seringkali tidak mencerahkan publik. 

PKS meski dana terbatas berupaya melakukan “perlawanan” dengan mengimbangi iklan-iklan semacam itu dengan iklan-iklan yang mengedukasi pemirsa. PKS khawatir dengan kualitas demokrasi yang cenderung menurun kian diperparah dengan kian tingginya angka golput yang tentu saja memengaruhi legitimasi pemilu. 

Seri pertama iklan PKS, seperti yang sudah disaksikan pemirsa di sejumlah stasiun TV, mengangkat fenomena riil saat ini terutama di kalangan kaum muda dan pemilih pemula yang cuek dengan pemilu. Bahkan banyak yang cenderung golput atau sengaja tidak menggunakan hak pilihnya. Dan itu tercermin jelas dengan masih tingginya angka undecided voters dari berbagai survei yang ada.
Iklan PKS tersebut lebih kepada keluar dari Mainstream bahwa “Pilihlah PKS” seperti Iklan Partai lainya, dalam Iklan tersebut PKS justru mengajak Masyarakat untuk tidak Golput.

Dalam seri berikutnya, iklan PKS menyampaikan pesan harapan perbaikan negeri ini melalui jalur politik masih besar. Namun PKS tidak ingin menjelek-jelekkan siapapun termasuk pemimpinan yang sedang berkuasa saat ini. PKS juga tidak ingin mengajari Pemirsa tentang kondisi negeri ini dan apa yang harusnya dilakukan pemilih.

Namun PKS menyodorkan fakta riil bahwa masih ada partai yang bekerja dan peduli untuk rakyat. Partai yang secara serius terjun membantu korban bencana sesulit apapun. Atau hadir di tengah-tengah masyarakat dengan aktif  diberbagai kegiatan sosial baik pendidikan, kesehatan maupun ikut memecahkan permasalahan sosial bersama-sama masyarakat di sekitarnya.

Jangan tinggalkan politik. Golput tidak menyelesaikan masalah. Betapapun, politik tetap dibutuhkan untuk mengubah keadaan bangsa ini. Caranya salurkan hak politik Anda dengan memilih calon-calon yang bersih, kompeten, memiliki kapabilitas tinggi dibidangnya, serta peduli dengan persoalan-persoalan rakyat.
 
Oleh: Yudi Widiana Adia
Ketua DPP PKS Bidang Seni dan Budaya

 
  • 0 Comments

PKS Kepri - Tak terasa beberapa hari lagi kita akan memasuki bulan Rabiul Awal. Pada bulan itu umat Islam memperingati hari kelahiran Nabi akhir zaman yaitu Nabi Muhamad SAW sebagai pembawa risalah kebenaran. 

Maulid Nabi adalah momentum  penting dan berarti bagi kita, untuk mengaktualkan dan mengimplementasikan nilai-nilai Islam, sebagai uswahtul khasanah atau teladan yang baik bagi kita semua.

Dasar awal Islam menjunjung tinggi nilai-nilai universal, seperti keadilan, keadaban, kesantunan, dan toleransi. Islam menjunjung tinggi pengakuan dan penghormatan kepada seluruh masyarakat tanpa membedakan ras, warna kulit, jenis kelamin dan bahasa. Dalam agama Islam, manusia hanya sebagai hamba Allah SWT, yang diberi anugerah akal dan fikiran untuk menjadi manusia yang berakhlak mulia.

Akhlak yang berisi nilai-nilai ketauhidan, nilai-nilai kebenaran dan kesucian serta nilai-nilai rahmatan lil alamin; rahmat bagi semesta alam. Nilai rahmatan lil alamain yang akan menghancurkan rasa iri, dengki, fitnah dan kemunafikan di tubuh umat Islam. 

Ketika nilai-nilai ini diimplementasikan maka sangat diyakini akan terbangun hati-hati yang penuh rasa kekeluargaan, rasa kebersamaan sesama insan, tanpa memandang suku, latarbelakang ekonomi atau pun lainnya, di tubuh umat Islam. Jadi momentum Maulid Nabi tidak hanya membangun kesalehan pribadi, namun juga menciptakan kondisi kesalehan sosial.

Perbedaan yang ada jangan dilihat sebagai permasalahan, tetapi sebagai rahmat Allah SWT. Karena, manusia diciptakan Allah SWT dari seorang laki-laki (Adam AS) dan perempuan (Siti Hawa), kemudian menjadi bersuku-suku, berbangsa-bangsa dan berlainan bahasanya.

Beranekaragam manusia bertujuan agar manusia satu dengan manusia lainnya saling kenal mengenal dan saling tolong menolong. Sebagaimana Firman Allah SWT dalam Surah Al-Hujuraat ayat 13, dimana artinya:  “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah SWT ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu.”

Ayat di atas membuktikan, sebagai manifestasi kesalehan individual dan sosial, momentum peringatan Maulid Muhammad sesungguhnya menjadi sangat penting ketika mampu menciptakan kondisi kondusif untuk terjadinya perubahan demi terciptanya masyarakat yang egaliter, toleran, dinamis dan beradab. Nilai-nilai muamalah (kemanusiaan) yang dibawa Nabi Muhammad merupakan bukti bahwa nilai-nilai Islam tidak hanya untuk sektor keagamaan semata, akan tetapi juga mampu menjadi solusi terhadap problematika sosial.

Implementasi nilai-nilai yang dibawa dalam peringatan Maulid Nabi menjadi sangat penting untuk menjaga kondusivitas tatanan bermasyarakat muslim Indonesia. Sikap tidak toleran, tindakan kekerasan apalagi terorisme, dan berbagai perilaku yang menyimpang dan penuh kemaksiatan patut dijauhkan.

Maulid Nabi juga merupakan momentum untuk membangkitkan kembali roh Masyarakat Madani.  Roh yang terkandung dalam Masyarakat Madani adalah masyarakat yang berakhlak mulia. Masyarakat yang mengaktualisasikan dan mengimplementasikan nilai-nilai Islam, sebagai uswahtul khasanah. Masyarakat yang mengutamakan kesalehan sosial di atas kesalehan pribadi. Masyarakat yang selalu terjaga dari perilaku-perilaku negatif. Masyarakat yang hukumnya sudah ditegakkan, dan masyarakat yang jauh dari nilai-nilai kemunafikan. 

Oleh Dr HM Harry Mulya Zein
  • 0 Comments
PKS Kepri - Setelah Palestina dikuasai tentara Salib selama 90 th, maka Salahuddin Al Ayubi merebut kembali Al Quds ke dalam kekuasaan Islam. Penguasaan Jerussalem oleh Salahuddin Al Ayubi memberikan aura baru hubungan Islam-Kristen-Yahudi, karena ia mampu mengharmoniskan ketiga agama besar dalam lindungan Islam. Padahal, sebelumnya ketika berada dalam kekuasaan pasukan Salib, ketegangan hubungan antar umat beragama merupakan keseharian yang memilukan.

Jauh hari sebelum Al Ayubi menancapkan kebesaran Islam di Jerusalem, ia memulai langkah dengan menggelorakan sejarah kebesaran Islam dengan mengangkat kembali ketauladanan Rasulullah di kalangan umat Islam di sekitar Palestina, terutama di Mesir. Inilah cikal bakal peringatan Maulid yang menjadi salah satu Peringatan Hari Besar Islam di Indonesia.
Yang pasti, kemampuan Al Ayubi bersama para ulama untuk menggali kebesaran Rasulullah adalah sebuah upaya reaktulisasi Islam dalam kontek kehidupan ketika itu. Dan hal tersebut merupakan sebuah prestasi yang monumental, sehingga Al Ayubi adalah mujadid di zamannya.

Oleh karenanya di abad 21 sekarang, dengan kondisi umat Islam dalam posisi tergantung pada peradaban Barat (sama dengan ketika Al Ayubi belum menguasai Jerusalem) maka aktualisasi kebesaran Islam dan Ketauladanan Rasulullah merupakan keniscayaan. Artinya, inilah saat yang tepat bagi para ulama untuk membimbing umat Islam ke dalam suasana nubuwah, dengan mengambil hikmah dan pelajaran kehidupan Rasulullah untuk kemengangan umat Islam.

Islam dilahirkan menjadi pemimpin dunia, karena Islam memiliki nilai-nilai universal. Mengapa? Karena Islam dalam perjalanan peradaban telah menggabungkan keilahiyahan dengan rasionalitas menjadi kekuatan peradaban Islam. Peradaban Cordoba di Spanyol, Venesia di Italia, Abbasiyah di Iraq, Utsmani di Turki adalah contoh-contoh peradaban Islam yang menjadi obor dan cikal bakal peradaban Eropa selama hampir 7 abad.

Sebagai prestasi dalam skala peradaban Islam telah membuktikan kejayaannya di masa lalu. Dan sekarang, suka atau tidak suka, Barat menguasai peradaban dunia selama kurang lebih 300 th sejak abad 18. Itulah sebuah pergiliran (al mudawalah), untuk menguji ke-istiqomah-an Umat Islam dalam mengaplikasikan Islam sebagai way of life.

Kondisi umat Islam yang menjadi terbagi dalam firkoh-firkoh adalah bagian dari ujian itu. Dan, hanya mereka yang istiqomahlah yang akan memegang kendali peradaban esok kemudian hari. Dan sesuatu yang mustahil bila Allah memberikan kekuasaan pada umat Islam yang tidak kompeten, karena umat Islam yang seperti itu menjadi bahan cemooh atau penistaan orang atau kelompok yang tidak menyukai Islam. Sehingga Islam yang agung terkotori oleh sosok umat Islam yang tidak kompeten itu.

Dengan demikian, reaktualisasi Islam sebagai alternatif peradaban, pada saatnya nanti akan melengkapi kekurangan peradaban Barat yang sekuler. Sekulerisme itu terjadi karena peradaban Barat meletakkan manusia sebagai pusat perhatian atau antroposentris, sementara Islam menempatkan Allah sebagai pusat sumber energi peradaban.

Dalam suasana maulid di awal tahun ini, tidak salah kiranya, merupakan awal perubahan mindset umat Islam untuk menjadikan Rasulullah sebagai tauladan utama. Titik tolak itulah yang sesungguhnya harus dilakukan agar Islam menjadi penerang peradaban dunia. Kesadaran bahwa Islam adalah juru selamat seharusnya dipahami, sehingga estafeta peradaban di esok hari, berada di tangan yang benar.

Kita harus mengakui Barat dengan segala kelebihan dan kekurangannya tetap saja memandang manusia sebagai spectrum utama kehidupan, inilah falsafah peradaban Barat yang sekuler. Dan, hal tersebut berbeda dengan falsafah Islam, yang menjadikan Tuhan sebagai spectrum utama. Akan tetapi memandang sekulerisme saat ini, bukan dalam posisi setuju atau tidak setuju. Karena realitasnnya sekulerisme menjadi motor peradaban Barat, yang mau tidak mau dunia Islam terkena dampaknya.

Oleh sebab itu lebih bijaksana, bila kita memandang peradaban adalah buah ikhtiar manusia, dalam memberikan kebajikan kepada umat manusia. Upaya tersebut tentu bukan sebagai sesuatu yang muncul begitu saja, tetapi merupakan fashtabihul khoirot (berlomba-lomba dalam kebajikan). Untuk itu, kesadaran umat Islam untuk selalu mengeksplorasi dan mengekspalanasi ketauladan Rasulullah adalah langkah utama, agar Islam mampu menerangi peradaban dunia. Sehingga Islam sebagai rahmatan lil alamin bukan hanya menjadi jargon dakwah, tetapi realitas yang muncul.

Akhirnya, Islam sebagai alternatif pola kehidupan sangat tergantung pada kapasitas umat Islam sekarang. Bila umat Islam sekarang bersemangat meningkatkan kapasitasnya dalam ilmu dan iman, maka lebih mudah mengaktualisasikan ketauladanan Rasulullah dalam konteks kekinian.

Akan tetapi sebaliknya, bila umat Islam kurang bersemangat mengaktualisasikan ketauladan Rasulullah, maka jangan mengeluh, bila peradaban Barat akan terus memimpin, dan menjadikan ajaran Islam sebagai sesuatu yang inferior. Karena pada dasarnya masing-masing ideologi akan selalu berlomba-lomba untuk memimpin dunia, siapa yang kompeten dialah yang memimpin. Wallahu’alam Bishowab

Oleh Dra. Hj. Herlini Amran, MA
  • 0 Comments
PKS Kepri - Jalan terjal tampaknya memang selalu harus dilewati umat Islam. Di mana pun mereka berada. Saat mereka berniat menjalankan keyakinannya, ada saja batu sandungan. Salah satunya soal jilbab. Di negara yang jumlah Muslimnya minoritas, tentu halangannya besar.

Tangan kekuasaan turun untuk membendung jilbab. Prancis, misalnya, melarang mereka yang berjilbab dan mengenakan burka. Akhir tahun lalu sebenarnya ada peluang perubahan. Sebuah tim yang terdiri atas para ahli dibentuk Pemerintah Prancis.

Mereka mengkaji persoalan integrasi imigran. Hasilnya, mereka menuangkan sejumlah rekomendasi dalam laporan setebal 32 halaman. Tim ini mengusulkan langkah jitu agar terjadi integrasi untuk mencegah masalah sosial.

Pemerintah diminta lebih menghormati tradisi dan keyakinan para imigran. Mereka kebanyakan berasal dari negeri-negeri Islam dan merupakan Muslim. Rekomendasi lainnya, pemerintah didesak menghapuskan larangan jilbab di sekolah.

Larangan jilbab berlaku sejak tahun 2004 silam. Sayang, usulan tim yang bertanggung jawab kepada Perdana Menteri Jean-Marc Ayrault bertepuk sebelah tangan. Kelompok kanan bereaksi keras. Akhirnya, pemerintah memutuskan untuk tetap melarang jilbab.

Mereka beralasan, sekularisme harus tetap berada di takhtanya. Dan ternyata, di Indonesia yang berpenduduk mayoritas Muslim juga menyimpan tantangan sama besarnya. Muslimah tak sepenuhnya bisa melenggang dengan jilbabnya.

Idealnya, tantangan di sini lebih ringan, bahkan tak ada. Apalagi, konstitusi di negara ini menjamin hak setiap warga negara untuk menunaikan keyakinan agamanya. Artinya, Indonesia menghargai keberadaan agama. Di sisi lain, Indonesia juga bukan negara sekuler seperti Prancis.

Semua tak seindah yang dibayangkan. Kita melihat hingga sekarang polisi wanita (polwan) diuji kesabarannya. Mereka harus menahan keinginan untuk berjilbab karena ucapan pemimpin mereka yang semula mengizinkan, sementara ditarik. Entah sampai kapan.

Izin yang akhirnya ditunda, keluar setelah muncul desakan bahkan aksi unjuk rasa. Polri didesak untuk memperbolehkan polwan berjilbab. Jadi, haruskah Muslim melakukan tekanan terlebih dahulu setiap ingin menggunakan hak?

Kasus serupa kini terjadi pada Anita Whardani. Ia siswi kelas XII IPA 1 SMAN Denpasar 2, Bali. Ia juga masih harus memperjuangkan haknya. Sejak dua tahun lalu, ia mengajukan keinginan berjilbab. Namun, asanya menghantam batu karang.

Intinya, Anita dihalangi untuk menutupi auratnya di lingkungan sekolah. Pihak sekolah berkilah memberlakukan larang berjilbab.
Mereka bersilat lidah, berlindung di balik aturan: tak ada siswa yang diperbolehkan mengenakan seragam berbeda dari siswa lainnya.

Jika ada yang memakai seragam berbeda dengan siswa lainnya, tentu masuk kategori pelanggaran. Itu aturan yang berlaku. Harus ditaati oleh seluruh siswa. Meski hatinya perih, mau tak mau, Anita menaati kebijakan sekolahnya.

Dari rumah hingga sekolah ia mengenakan jilbabnya. Ia juga berkain pantai untuk menutup bagian bawah lututnya.
Saat masuk lingkungan sekolah, ia melepas jilbab dan kain pantainya. Selama jam sekolah, ia terpaksa melepaskan haknya menaati ajaran agamanya.

Para pembela hak asasi manusia sering mendengungkan itu adalah hak universal. Di negara kita, bukankah hak menunaikan ajaran agama juga dilindungi konstitusi?

Namun, pada kenyataannya, sering terjadi anomali. Sering kali, konstitusi yang seharusnya menjadi acuan hukum dikalahkan oleh aturan di bawahnya. Termasuk oleh aturan sekolah.

Oleh: Ferry Kisihandi 
  • 0 Comments

Tahun 2013, menjadi tahun yang luar biasa, terutama bagi partai dakwah yang kukenal sejak kecil ini. Yah, kedua orang tuaku adalah kader partai ini, wajar kalau sejak kecil sudah tak asing lagi bagiku partai ini, walau dahulu masih bernama PK (Partai Keadilan). Begitu banyak bakti dan kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan partai ini, tak jarang aku ikut serta di dalamnya. Semua kegiatan itu benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat, begitu seingatku. Mulai dari baksos, pertolongan korban bencana, layanan kesehatan, dan lain-lain begitu bermanfaat, walau jarang diliput media.

Namun ada yang menarik bagiku pada tahun 2013 ini. Tahun dimana orang menyebutnya sebagai tahun politik, menjelang pemilu 2014. Selalu menarik membicarakan partai yang satu ini. Kerja-kerja para kadernya yang luar biasa dan penuh keikhlasan, itu yang selalu kuyakini, senantiasa melahirkan inovasi-inovasi luar biasa dalam membangun masyarakat madani. Akhirnya kucoba merangkum beberapa kegiatan dan inovasi yang lahir dari kader-kader partai dakwah ini selama tahun 2013.

PKS Harlem Shake

Masih ingat video muslim harlem shake yang diunggah di youtube? Awal tahun 2013, video harlem shake menjadi trend terutama di kalangan anak-anak muda. Ternyata pemuda-pemuda di PKS tahu cara berkreasi yang islami. Muslim harlem shake, itulah salah satu karya dari ide kreatif kader-kader partai ini. Dengan judul ENLIGHTMENT PEOPLE...INSYA ALLAH AFTER DARKNESS TO RISE THE LIGHT, video ini mampu menarik perhatian kalangan muda. Brilian, kreatif, dan sarat pesan islami, itulah yang tergambar di video muslim harlem shake ini. Sampai tulisan ini ku buat sudah ada 228.360 viewers dan 1.871 komentar.

Aleg Ngepel Musholla Warga

Tepatnya di daerah Pedurungan, Semarang, Jawa Tengah. Waktu itu bertepatan dengan bulan Maret tanggal tiga, sekaligus sosialisasi nomor urut PKS (3). Kader partai yang satu ini sungguh luar biasa. Tak hanya sering turun langsung ke masyarakat, bahkan alegnya pun mau ikut ngepel musholla warga. Dari berita-berita yang kubaca bahkan ada yang melakukan aksi masak dirumah warga, nyabutin rumput, membersihkan halaman, sampai menjadi tukang pijat untuk warga. Kalau baksos, layanan kesehatan, bantuan banjir dan semisalnya itu sih sudah dari dulu, hehe. Ini benar-benar pelayanan yang real.

Suksesnya Jawa Barat

Tahun 2013 juga merupakan tahun terpilihnya kembali gubernur Jawa Barat dari PKS, Ahmad Heryawan atau lebih dikenal dengan Aher. Belum setahun, raihan prestasi dan penghargaan dalam membangun Jawa Barat kembali beliau raih. Sukses dalam membangun Jawa Barat merupakan bentuk kerja nyata kader PKS ini dalam melayani masyarakat. Dan kalau dihitung semenjak beliau menjabat di 2008 sampai sekarang ada sekitar 132 penghargaan yang diraih Aher. Silahkan saja cari berita-berita tentang kesuksesan Aher memimpin Jawa Barat, sungguh luar biasa.

Suksesnya Bandung dan Depok

Masih ingat bulan Juni lalu? Yap, bandung memilih, dan terpilihlah wali kota bandung dari kader PKS, Ridwan Kamil. Segera setelah menjabat, Ridwan Kamil langsung bekerja membenahi kota Bandung. Terbukti, baru tiga bulan menjabat gebrakannya sungguh luar biasa. Mungkin yang sering ke bandung bisa merasakan perubahan itu. Melalui program kerjanya “Bandung juara” Ridwan Kamil terus membenahi kota bandung, mulai dari pembersihan gorong-gorong, revitalisasi sungai, penataan jalan kota dan masih banyak lainnya. Beliau juga menggagas program kerja bakti pekanan tiap kecamatan, dan tak jarang beliau turun langsung membantu di lapangan, seperti halnya kader-kader PKS lainnya. Salah satu yang saya suka adalah website beliau, www.ridwankamil.net keren :)
Kita beralih ke depok. Warga Depok pasti sudah tak asing dengan Nurmahmudi Ismail. 2010 lalu ia terpilih kedua kalinya menjadi wali kota Depok. Salah satu kinerja kader PKS ini terbukti di 2013, Depok menjadi kota dengan Indeks integritas kota sebesar 6,82 melebihi standar KPK yaitu 6,00. Kemudian bertepatan dengan hari anak, depok meraih penghargaan kota layak anak. Di tahun ini pula, Nurmahmudi bersama pemkot menyiapkan dana santunan kematian sebesar 7,1 miliar. Tiap warganya yang meninggal dan tak mampu akan di berikan santunan dua juta kepada ahli warisnya. Sekarang Depok menjadi kota yang maju dan melayani di bawah kepemimpinan beliau.

Cinta Kerja Harmoni

Sebelum kepemimpinan partai ini dipegang Ust. Anis Matta, slogan PKS adalah bersih, peduli, profesional. Kemudian setelah berganti kepemimpinan, slogan PKS berubah menjadi Cinta Kerja Harmoni. Tetap saja bersih, peduli, dan profesionalitas partai ini kuyakin tak sedikitpun hilang. Tapi bagiku sungguh menarik slogan baru cinta, kerja, harmoni ini. Melibatkan emosi, amal, dan juga kebersamaan, ketiga hal ini akan menjadi sesuatu yang luar biasa jika ada bersama pekerjaan, apapun itu. Bagiku sebenarnya hal ini bukan hal baru di partai ini, dan betul-betul menggambarkan jati diri partai dakwah ini. Contoh saja, ketika relawan PKS membantu korban bencana alam, mereka tak sedikitpun digaji, apalagi kalau bukan atas landasan cinta dan keikhlasan mereka mau melakukan itu? Untuk harmoni, ke solidan partai ini sudah banyak dibicarakan, bahkan diakui oleh banyak pengamat.

LT3B

PKS punya target 3 besar di pemilu 2014. Untuk merealisasikan itu partai ini membentuk kegiatan yang dinamakan LT3B atau Liqo Tantsiqi Tarbawi Tiga Besar. Semacam konsolidasi rutin untuk para kadernya sekaligus sosialisasi PKS ke masyarakat. Yang menarik bagiku adalah salah satu tujuan acara ini; memastikan bahwa seluruh kader PKS TIDAK ADA YANG MENGANGGUR dalam memperjuangkan dakwah. Wah, ini semakin membuktikan keseriusan PKS dalam bekerja, berjuang untuk dakwah, bukan hanya main-main.

Yang lebih menarik lagi LT3B beberapa bulan lalu di Pangkalpinang. Dalam salah satu agenda LT3B, yaitu sosialisasi ke masyarakat, kader PKS Pangkalpinang mampu merekrut 573 warga Pangkalpinang untuk bergabung dengan PKS dalam waktu kurang dari tiga jam!

AYTKTM

Awalnya sebagian orang mungkin sempat bingung dengan singkatan ini, termasuk saya. Tapi setelah mencari tahu, AYTKTM singkatan dari Apapun Yang Terjadi Kami Tetap Melayani. Dari kalimatnya sudah tergambar apa kegiatan ini. Ini mungkin slogan untuk menggambarkan pengabdian partai ini sejak dahulu awal didirikan sampai sekarang, dan akan terus berlanjut. Juga wujud penghargaan kepada mereka yang telah bekerja dengan ikhlas melayani masyarakat. Apapun yang terjadi... slogan itu seakan menggambarkan bahwa kami bekerja dengan penuh keihklasan. Entah dipuji orang ataukah dicaci orang, kami akan tetap melakukan kebaikan. Kami akan tetap melayani. Kurang lebih seperti itu.

PEMIRA PKS

Andai saja pemilu di Indonesia seperti pemira PKS. Tidak mengeluarkan biaya banyak, tidak ada kerusuhan, tidak ada pihak yang merasa dirugikan, pilihan calon yang semuanya bermutu, dan tidak ada ‘pesanan’ agar memilih calon tertentu. Itulah beberapa gambaran Pemira PKS yang berlangsung beberapa bulan lalu. Hingga terpilih lima calon teratas, tak satupun pihak di internal partai yang merasa rugi dan keberatan. Semua menerima dengan senang dan percaya. Bahkan salah satu kandidat, ust. Anis Matta berkata, “Siapapun yang terpilih pemira adalah calon presiden terbaik dari PKS”  Sungguh miniatur perpolitikan yang teladan. Luar biasanya lagi, ini menjadi bukti eksistensi partai ini setelah diterjang kasus. Partai ini mampu membuktikan kualitasnya ditengah badai ombak yang menerjang. Dan melalui pemira PKS ini juga membuka tabir bahwa begitu banyak stok kader-kader PKS yang berkualitas. Tak sulit mencari calon presiden di partai ini. Luar biasa.

Itu beberapa hasil kerja partai dakwah ini sepanjang tahun 2013. Saya yakin masih banyak hasil-hasil kerja mereka lainnya yang tak sempat ku tulis disini. Selayaknyalah negeri ini berterimakasih atas Karunia Allah yang diturunkan melalui partai ini, walau mereka tak mengharapkan ucapan terimakasih itu. Semoga Allah membalas semua kerja mereka dengan surga. Semoga PKS bisa terus melahirkan kerja-kerja nyata yang akan terus dirasakan manfaatnya oleh masyakat, khususnya ummat ini. Menarik untuk kita nanti ‘kejutan’ baru yang akan diberikan partai ini di tahun 2014, Allahu musta’aan..

Raji Luqya Maulah
Mahasiswa LIPIA

  • 0 Comments
Older Posts Home
1 Aksi Buruh 22 Aleg Bicara 2 Artikel 14 Caleg 118 Daerah 1 Daftar PKS 5 Dr Salim 3 Dr Salim Segaf 1 Dr Salim Segaf Al-Jufri 1 Erupsi Semeru 1 Fraksi 51 Fraksi PKS 10 Fraksi PKS Batam 3 Fraksi PKS Kepri 1 Gunung Semeru 1 Harganas 2022 2 Hari Ayah 2021 12 Hari Ibu 2021 6 Hari Kartini 34 Hukum 21 Kajian 1 Kajian Pelayanan PKS 14 Kajian RKI 8 Keluarga 4 Kisah 1 Kisah PKS 14 Kisah RKI 1 Kitab Kuning 1 KSN 46 Layani Rakyat 5 Milad PKS 20 3 Muswil 327 Nasional 25 Opini 1 Peduli 1 Peduli Buruh 1 Peduli Nelayan 1 Pelatihan 44 Pelayanan PKS 97 Pemilu 4 Pemilu 2024 7 Pemira 1 Petani 23 Pilkada 68 Pilpres 464 PKS 2 PKS Batam 2 PKS Bela Ulama 1 PKS BelaUMKM 1 PKS Berbagi 1 PKS Dukung UMKM 1 PKS Kepri 20 PKS Layani Rakyat 7 PKS Muda 1 PKS Muda Batam 1 PKS Peduli 1 PKS Pelayan dan 133 PKS Pelayan Rakyat 1 PKS Politik 36 PKS Transformasi dan Kolaborasi 292 Politik 1 Politik Pelayanan PKS 2 Politik Top News 1 Rakerda PKS 1 Rakerwil PKS 1 Rakerwil PKS Kepri 23 Ramadhan 1443H 3 Ramadhan 1444H 6 Rekrutmen PKS 64 RKI 3 RKI PKS 2 RKI PKS Batam 1 Rumah Keluarga Agar 74 Rumah Keluarga Indonesia 3 Salim Segaf 4 Salim Segaf Al-Jufri 1 Salim Segaf di Kepri 1 Semeru 1 Senam Nusantara 30 Seputar Kepri 13 Taujih 1 Tolak RUU IKN 1 Top Nesws 957 Top News 1 Top News Pelayanan PKS 1 Ulama 1 UMKM Batam 1 UMKM Batam Maju 1 UMKM Maju 1 UMKM PKS

Where we are now

o

About me

a


Janice

"The most important thing is to enjoy your life — to be happy — it’s all that matters.”


Follow Us

  • bloglovin
  • pinterest
  • instagram
  • facebook
  • Instagram

Banner spot

recent posts

Labels

Aksi Buruh Aleg Bicara Artikel Caleg Daerah Daftar PKS Dr Salim Dr Salim Segaf Dr Salim Segaf Al-Jufri Erupsi Semeru Fraksi Fraksi PKS Fraksi PKS Batam Fraksi PKS Kepri Gunung Semeru Harganas 2022 Hari Ayah 2021 Hari Ibu 2021 Hari Kartini Hukum Kajian Kajian Pelayanan PKS Kajian RKI Keluarga Kisah Kisah PKS Kisah RKI Kitab Kuning KSN Layani Rakyat Milad PKS 20 Muswil Nasional Opini Peduli Peduli Buruh Peduli Nelayan Pelatihan Pelayanan PKS Pemilu Pemilu 2024 Pemira Petani Pilkada Pilpres PKS PKS Batam PKS Bela Ulama PKS BelaUMKM PKS Berbagi PKS Dukung UMKM PKS Kepri PKS Layani Rakyat PKS Muda PKS Muda Batam PKS Peduli PKS Pelayan dan PKS Pelayan Rakyat PKS Politik PKS Transformasi dan Kolaborasi Politik Politik Pelayanan PKS Politik Top News Rakerda PKS Rakerwil PKS Rakerwil PKS Kepri Ramadhan 1443H Ramadhan 1444H Rekrutmen PKS RKI RKI PKS RKI PKS Batam Rumah Keluarga Agar Rumah Keluarga Indonesia Salim Segaf Salim Segaf Al-Jufri Salim Segaf di Kepri Semeru Senam Nusantara Seputar Kepri Taujih Tolak RUU IKN Top Nesws Top News Top News Pelayanan PKS Ulama UMKM Batam UMKM Batam Maju UMKM Maju UMKM PKS
Powered by Blogger.

MKRdezign

Archive

  • ▼  2022 (177)
    • ▼  July (2)
      • Mengenal Potensi Diri pada Anak Istimewa
      • Kebutuhan Dapur di Batam Mahal, PKS dan RKI Sungai...
    • ►  June (31)
    • ►  May (18)
    • ►  April (34)
    • ►  March (42)
    • ►  February (29)
    • ►  January (21)
  • ►  2021 (298)
    • ►  December (41)
    • ►  November (49)
    • ►  October (33)
    • ►  September (34)
    • ►  August (24)
    • ►  July (18)
    • ►  June (25)
    • ►  May (14)
    • ►  April (19)
    • ►  March (7)
    • ►  February (27)
    • ►  January (7)
  • ►  2020 (10)
    • ►  December (4)
    • ►  March (2)
    • ►  January (4)
  • ►  2019 (39)
    • ►  December (12)
    • ►  November (5)
    • ►  October (4)
    • ►  September (8)
    • ►  August (2)
    • ►  July (2)
    • ►  May (2)
    • ►  April (3)
    • ►  January (1)
  • ►  2018 (57)
    • ►  December (4)
    • ►  November (5)
    • ►  October (9)
    • ►  September (11)
    • ►  August (3)
    • ►  July (3)
    • ►  April (6)
    • ►  March (4)
    • ►  February (6)
    • ►  January (6)
  • ►  2017 (118)
    • ►  December (5)
    • ►  November (8)
    • ►  October (19)
    • ►  September (14)
    • ►  August (11)
    • ►  July (13)
    • ►  June (3)
    • ►  May (4)
    • ►  April (15)
    • ►  March (17)
    • ►  February (7)
    • ►  January (2)
  • ►  2016 (142)
    • ►  December (6)
    • ►  November (4)
    • ►  October (1)
    • ►  September (8)
    • ►  August (7)
    • ►  July (5)
    • ►  June (2)
    • ►  May (5)
    • ►  April (26)
    • ►  March (21)
    • ►  February (27)
    • ►  January (30)
  • ►  2015 (144)
    • ►  December (36)
    • ►  November (21)
    • ►  October (8)
    • ►  September (1)
    • ►  June (9)
    • ►  May (13)
    • ►  April (18)
    • ►  March (17)
    • ►  February (10)
    • ►  January (11)
  • ►  2014 (603)
    • ►  December (17)
    • ►  November (22)
    • ►  October (3)
    • ►  September (22)
    • ►  July (12)
    • ►  June (65)
    • ►  May (41)
    • ►  April (37)
    • ►  March (135)
    • ►  February (77)
    • ►  January (172)
  • ►  2013 (65)
    • ►  December (52)
    • ►  November (13)
  • ►  2001 (1)
    • ►  June (1)

Technology

Breaking News

Populars

  • PKS Berharap Pilkades Serentak di Karimun Berjalan Sukses
    PKS Kepri -  KARIMUN - Komisi I DPRD Kabupaten Karimun meninjau persiapan menjelang pelaksanaan Pilkades 7 April 2015 disejumlah Desa di K...
  • Raden Hari Tjahyono Pimpin PKS Kepri
    PKS Kepri - Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) Kepulauan Riau mengalami perubahan struktur. Raden Hari Tjahyono yan...
  • Sukaryo Ajak Perangkat RT dan RW Kawal Usulan Pembangunan
    PKS Kepri - Untuk kesekian kalinya Sukaryo mengadvokasi usulan pembangunan di wilayah Sagulung. Kali ini di Perumahan Mantang, RT. 02 RW. 0...
  • PKS Raih 4 Kursi untuk DPRD Kota Batam
    PKS Kepri - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berhasil memperoleh empat kursi untuk DPRD Kota Batam. Hal ini berdasarkan rapat pleno Komisi...
  • PKS Tanjungpinang Deklarasi Pemenangan Prabowo-Hatta
    PKS Kepri -  PKS Tanjungpinang menggelar deklarasi pemenangan pasangan Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor ur...
  • Kapolda Kepri : Narkoba Musuh Besar Kita Semua
    PKS Kepri - Pemberantasan narkoba menjadi salah satu pekerjaan rumah utama oleh Polda Kepulauan Riau (Kepri). Hal tersebut langsung disampa...
  • Pemerintah Harus Serius Lindungi Bangsa dari Bahaya Rokok
    PKS Kepri -  Jakarta (22/8) - Ketua Bidang Kesejahteraan Rakyat DPP PKS Fahmi Alaydroes menegaskan perlu adanya   political   will   yang k...
  • Jabar Kembali Menerima Anugerah Pangripta Nusantara
    PKS Kepri -  Sudah kelima kalinya Provinsi Jawa Barat (Jabar) menerima Anugerah Pangripta Nusantara (APN). Tahun ini, penghargaan tersebut ...
  • Disiarkan Live, PKS Kepri Bedah Buku MKAD Sabtu Ini
    PKS Kepri - BATAM - Dewan Syariat Wilayah (DSW) PKS Kepri akan adakan Bedah Buku 'Menjawab Kegelisahan Aktivis Dakwah (MKAD)' secar...
  • Kepanduan PKS Bantu Kepolisian Jaga Keamanan Pemilu
    PKS Kepri - PKS Jawa Barat mengerahkan sekitar 3.000 orang dari Bidang Kepanduan dan Olahraga untuk membantu pihak kepolisian dalam menja...

Main Tags

  • Aksi Buruh (1)
  • Aleg Bicara (22)
  • Artikel (2)
  • Caleg (14)
  • Daerah (118)
  • Daftar PKS (1)
  • Dr Salim (5)
  • Dr Salim Segaf (3)
  • Dr Salim Segaf Al-Jufri (1)
  • Erupsi Semeru (1)
  • Fraksi (1)
  • Fraksi PKS (51)
  • Fraksi PKS Batam (10)
  • Fraksi PKS Kepri (3)
  • Gunung Semeru (1)
  • Harganas 2022 (1)
  • Hari Ayah 2021 (2)
  • Hari Ibu 2021 (12)
  • Hari Kartini (6)
  • Hukum (34)
  • Kajian (21)
  • Kajian Pelayanan PKS (1)
  • Kajian RKI (14)
  • Keluarga (8)
  • Kisah (4)
  • Kisah PKS (1)
  • Kisah RKI (14)
  • Kitab Kuning (1)
  • KSN (1)
  • Layani Rakyat (46)
  • Milad PKS 20 (5)
  • Muswil (3)
  • Nasional (327)
  • Opini (25)
  • Peduli (1)
  • Peduli Buruh (1)
  • Peduli Nelayan (1)
  • Pelatihan (1)
  • Pelayanan PKS (44)
  • Pemilu (97)
  • Pemilu 2024 (4)
  • Pemira (7)
  • Petani (1)
  • Pilkada (23)
  • Pilpres (68)
  • PKS (464)
  • PKS Batam (2)
  • PKS Bela Ulama (2)
  • PKS BelaUMKM (1)
  • PKS Berbagi (1)
  • PKS Dukung UMKM (1)
  • PKS Kepri (1)
  • PKS Layani Rakyat (20)
  • PKS Muda (7)
  • PKS Muda Batam (1)
  • PKS Peduli (1)
  • PKS Pelayan dan (1)
  • PKS Pelayan Rakyat (133)
  • PKS Politik (1)
  • PKS Transformasi dan Kolaborasi (36)
  • Politik (292)
  • Politik Pelayanan PKS (1)
  • Politik Top News (2)
  • Rakerda PKS (1)
  • Rakerwil PKS (1)
  • Rakerwil PKS Kepri (1)
  • Ramadhan 1443H (23)
  • Ramadhan 1444H (3)
  • Rekrutmen PKS (6)
  • RKI (64)
  • RKI PKS (3)
  • RKI PKS Batam (2)
  • Rumah Keluarga Agar (1)
  • Rumah Keluarga Indonesia (74)
  • Salim Segaf (3)
  • Salim Segaf Al-Jufri (4)
  • Salim Segaf di Kepri (1)
  • Semeru (1)
  • Senam Nusantara (1)
  • Seputar Kepri (30)
  • Taujih (13)
  • Tolak RUU IKN (1)
  • Top Nesws (1)
  • Top News (957)
  • Top News Pelayanan PKS (1)
  • Ulama (1)
  • UMKM Batam (1)
  • UMKM Batam Maju (1)
  • UMKM Maju (1)
  • UMKM PKS (1)

Labels

  • Aksi Buruh
  • Aleg Bicara
  • Artikel
  • Caleg
  • Daerah
  • Daftar PKS
  • Dr Salim
  • Dr Salim Segaf
  • Dr Salim Segaf Al-Jufri
  • Erupsi Semeru
  • Fraksi
  • Fraksi PKS
  • Fraksi PKS Batam
  • Fraksi PKS Kepri
  • Gunung Semeru
  • Harganas 2022
  • Hari Ayah 2021
  • Hari Ibu 2021
  • Hari Kartini
  • Hukum
  • Kajian
  • Kajian Pelayanan PKS
  • Kajian RKI
  • Keluarga
  • Kisah
  • Kisah PKS
  • Kisah RKI
  • Kitab Kuning
  • KSN
  • Layani Rakyat
  • Milad PKS 20
  • Muswil
  • Nasional
  • Opini
  • Peduli
  • Peduli Buruh
  • Peduli Nelayan
  • Pelatihan
  • Pelayanan PKS
  • Pemilu
  • Pemilu 2024
  • Pemira
  • Petani
  • Pilkada
  • Pilpres
  • PKS
  • PKS Batam
  • PKS Bela Ulama
  • PKS BelaUMKM
  • PKS Berbagi
  • PKS Dukung UMKM
  • PKS Kepri
  • PKS Layani Rakyat
  • PKS Muda
  • PKS Muda Batam
  • PKS Peduli
  • PKS Pelayan dan
  • PKS Pelayan Rakyat
  • PKS Politik
  • PKS Transformasi dan Kolaborasi
  • Politik
  • Politik Pelayanan PKS
  • Politik Top News
  • Rakerda PKS
  • Rakerwil PKS
  • Rakerwil PKS Kepri
  • Ramadhan 1443H
  • Ramadhan 1444H
  • Rekrutmen PKS
  • RKI
  • RKI PKS
  • RKI PKS Batam
  • Rumah Keluarga Agar
  • Rumah Keluarga Indonesia
  • Salim Segaf
  • Salim Segaf Al-Jufri
  • Salim Segaf di Kepri
  • Semeru
  • Senam Nusantara
  • Seputar Kepri
  • Taujih
  • Tolak RUU IKN
  • Top Nesws
  • Top News
  • Top News Pelayanan PKS
  • Ulama
  • UMKM Batam
  • UMKM Batam Maju
  • UMKM Maju
  • UMKM PKS

  • Home
  • Home

instagram

Template Created By :Blogger Templates | ThemeXpose . All Rights Reserved.

Back to top